E satu.com (Tangerang) -
Diianggap memiliki potensi dalam berorganisasi,  mantan guru TKQ/TPQ , Abdulah ( Nama samaran )  diminta agar bersedia menjadi Ketu DPC salah satu  Organisasi Masyarakat ( Ormas ) di Kota Tangerang.  Awalnya  Abdulah menolak, tetapi setelah mengetahui AD/ART  nya bagus dan legalitas atau dasar hukum kuat, Abdullah   bersedia dijadikan ketua Ormas oleh ketua DPD  Ormas tingkat Provinsi Banten.

Abdullah percaya , melalui ormas yang dipimpinnya bisa  berjuang   menciptakan  generasi- generasi berkualitas.  Yaitu generasi - generasi  aktif , kreatif dan produktif.

 Abdulah yakin melalui Ormas  yang dipimpinnya akan bisa lebih  mudah mencapai harapannya.. Yaitu menumbuhkembangkan generasi - generasi yang siap tampil di depan membela keadilan dan kebenaran 

Seiring dengan berjalannya waktu,  Abdullah tersadarkan bahwa aktifitasnya  di Ormas dirasakan bukanlah  untuk membela kebenaran dan keadilan. Tapi cenderung membela  siapapun yang lebih berani bayar mahal 

Abdulah  mengaku melalui  Ormas yang dipimpinnya pernah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa , orasi , lantang  menyuarakan kebenaran dan keadilan .   diantaranya dilakukan depan kantor KPK dan MA Jakarta  Pusat.   

Mirisnya,  Setelah melakukan  aksi unjuk rasa Abdulah  Bancakan  bersama  teman - temannya , menikmati uang bayaran atau uang pengkondisian 

Ironis..Mengaku membela kebenaran dan keadilan ,  padahal bajingan  berkedok organisasi kemasyarakatan 

Teriak kebenaran  sementara   kemaksiatan  yang ada didalamnya dibiarkan ..mengaku berjuang membela keadilan, padahal didalamnya terjadi ketimpangan. 


Sadar potensinya dimanfaatkan, Abdullah mengundurkan diri  dari  Ormas tesebut . Padahal saat itu Ormas yang dipimpinnya cukup diperhitungkan dan sedang menjadi perhatian. Namun Abdullah berfikir , lebih baik menjadi bajingan untuk diri sendiri, daripada menjadi bajingan berkedok organisasi kemasyarakatan

Meskipun demikian, menurut Abdullah lebih baik Bajingan berkedok organisasi kemasyarakatan , daripada menjadi Bajingan  berkedok keagamaan. Menjual firman tuhan demi harta dan kekayaan 

Keterangan : Cerita di artikel ini nyata tanpa ada rekayasa 

( AWW).
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top