E satu.com 
(Indramayu) - Warga Desa Lamarantarung blok waledan kecamatan Cantigi sayangkan hasil Pekerjaan rehabilitasi jalan yang tak sesuai dengan ekspektasi.  Pekerjaan yang tentunya diharapkan sesuai dengan spesifikasi faktanya, kondisi terkini belum menginjak seminggu  dikerjakan telah terjadi keretakan bahkan pecah pada bagian badan jalan.  

Menurut AD warga setempat, bahwa keretakan pada   pekerjaan rehabilitasi tersebut tak hanya di satu titik melainkan di sejumlah titik baik itu vertikal maupun horisontal.  

“Kami warga lamaran tarung menduga pekerjaan cor rehabilitasi jalan CV Anugrah Al – Mughni di Korupsi, dan pekerjaannya pun malam hari terkesan sembunyi – sembunyi dan mengganggu waktu tidur, harusnya pekerjaan itu dikerjaan pagi hari bukannya malam, aneh!!! dan juga pekerjaan cor jalan ini di duga asal – asal karena baru saja satu minggu sudah pada pecah- pecah.”  ungkap AD, Kamis (28/08/2025).

Diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan Rehabilitasi jalan merupakan program yang bersumber dari APBD TA 2025 dengan stakeholder dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu senilai Rp190.526.000 yang dimandatkan kepada  kontraktor, CV Anugrah Al- Mughni.



Lanjut AD, mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang itu  jelas telah dihitung berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB)  yakni panjang 150 m², Lebar 3 m² dan tinggi 15 cm²  itu apabila diterapkan sesuai  dengan anggaran yang disiapkan hasilnya akan maksimal. Dan secara hitung-hitungan, maka kurang lebihnya itu  70 kubik   yang digelar untuk kebutuhan belanja kegiatan. 


  " Saya yakin itu kalau berbicara dengan anggaran, maka pekerjaan hasil pekerjaan itu sesuai dengan spesifikasi. Namun realitanya baru seminggu sudah badan jalan yang telah di cor banyak yang retak bahkan pecah , " ungkapnya.

Dilain sisi menanggapi hal itu, I. Fauzi selaku pengamat konstruksi sipil mengungkapkan, bahwa secara hitung-hitungan anggaran yang ada memang itu  harusnya masih banyak kelebihan anggaran.  


Terkait  pecah atau retak pada badan jalan Cor beton tersebut ada beberapa penyebab diantaranya, penyebab pertama untuk cor mudah retak, biasanya terjadi karena, campuran beton tidak sesuai atau  air terlalu banyak sehingga  beton jadi lemah, mudah susut. Kemudian,  Proporsi semen–pasir–kerikil tidak tepat sehingga kekuatan tidak maksimal.


Kedua, Pemadatan kurang sehingga ada rongga (void) di dalam beton. Dan,  tidak memakai vibrator yang membuat  beton tidak homogen. Lalu Curing (perawatan) kurang atau  setelah cor tidak disiram air rutin sehingga beton cepat kering & retak.  Ketiga, Sambungan (Joint) Tidak dibuat Imbasnya beton alami menyusut saat kering. Kalau tidak ada expansion joint / cut joint setiap ±3–5 m, retak akan muncul sendiri secara acak. Dan kemudian, jalan dipakai kendaraan sebelum beton cukup umur sehingga belum kuat, jadi pecah.


" Jadi kalau umumnya untuk keretakan ada banyak faktor yang tadi saya jelaskan," ungkapnya.

Lebih lanjut, analisa tentang proyek tersebut menurutnya, apabila di hitung berdasarkan Analisi Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) misal harga 1 kubiknya paling mahal itu 1,3 juta (bisa turun harga  sesuai kesepakatan) untuk K300.  Untuk spesifikasi kegiatan rehabilitasi jalan di Lamarantarung kata dia, di prediksi kebutuhan beton itu sekitar 68 kubik atau 11 mobil truk molen berkapasitas 6 kubik. Maka, kontraktor merogok kocek untuk belanja ready mix kisaran  Rp88 jutaan. Dan, apabila itu diterapkan masih banyak sisa anggaran.


Jika itu dituangkan semua, ia yakin hasilnya akan maksimal.  kemudian, bekisting diduga kuat, itu menggunakan plat,  kebanyakan kontraktor lokal itu tidak membeli yang baru melainkan, bekisting sudah pernah terpakai atau sewa namun di rab itu diduga dianggarkan bekisting baru.    Analisis kebutuhannya bekistingnya yakni, 2 × panjang = 2× 150 = 300 m Kemudian, hitung luas 300 m × 0,15 = 45 m². Jika  sewa, maka untuk estimasi biaya yang dikeluarkan, khususnya di Indramayu harganya sekitar 15 ribu/m² maka dikalikan 45 m² totalnya senilai Rp675.000.  " Jadi kerja sesuai spesifikasi atau Ready mix digelar Full, saja itu kontraktor sudah memperoleh  keuntungan dan aneh kalau  banyak keretakan," ungkapnya. 

Lebih lanjut untuk pelaksanaannya,  jika dikerjakan oleh kontraktor yang bonafit secara keuangan itu pekerjaan paling lambatnya selesai 3 hari.   Baik itu proses laveling, pemasangan plastik cor  beton kemudian  bekisting dan  ditambah besi douwle (  jika  ada di rab ) lalu terakhir proses menuangkan cairan  beton  dari dalam mobil truk molen. 


" Supaya publik atau masyarakat faham tentang step by stepnya, maka saya sengaja  terangkan  prosedur untuk proses kegiatannya," terangnya

Sementara itu, prediksinya, untuk kebutuhan tenaga kerja dibutuhkan, yakni  1 orang  Mandor/Koordinator lapangan, kemudian 2 orang untuk  bekisting tepi/joint, setting elevasi lalu  1 Operator/penanggung jawab alat (vibrator/plate compactor) Kemudian 3–4 Tukang beton/finisher (leveling, jidar/screed, trowel, perawatan awal) dan  3–4 Pekerja/Helper (terima slump, tarik jidar, tebar & curing, bersih2). Ditambah tenaga kerja pendukung  (opsional, bisa gabung tim inti bila ringan) sebanyak 2 Pekerja untuk lalu lintas/penutupan jalan & logistik material (air, curing compound, plastik).


I Fauzi mengungkapkan, bahwa untuk Belanja biaya tenaga kerja pada proyek itu kurang lebihnya kontraktor menghabiskan biaya sebesar kurang lebih 6  jutaan selama 3 hari dan biasanya untuk cadangan apabila terdapat pengeluaran yang tak terduga disiapkan anggaran berkisar 10 juta.  Untuk Asumsi upah per hari (dipakai untuk perhitungan) ia menjelaskan, Mandor: Rp300.000/hari, Tukang terampil: Rp200.000/hari, Operator alat: Rp250.000/hari, Tukang beton/finisher: Rp180.000/hari dan Helper/pekerja kasar: Rp130.000/hari,   Nilai ini kata dia,  hanya asumsi umum  bisa lebih rendah/tinggi tergantung daerah.

" Hitung saja anggaran itu kalau berdasarkan analisa kontaktor itu masih memperoleh keuntungan, memang pasti ada setiap project pengeluaran yang tidak terduga tapi kan sudah ada antisipasi dengan anggaran tersebut," tegasnya.

Publik juga harus mengetahui bahwa anggaran tak sesuai digelontorkan oleh kontraktor melainkan ada potongan untuk  perpajakan yakni PPN (Pajak Pertambahan Nilai ) 11 % serta PPh Final Jasa Kontruksi (sesuai PP 51/2008 jo.44 /2009) 2 % bagi penyedia jasa dengan kualifikasi kecil. Jadi misal anggarannya, Rp190.526.000 maka, setelah dipotong pajak maka, anggaran yang dialokasikan untuk proyek senilai Rp165.757.620.  " Kita buka-bukaan disini, tak mungkin kontaktor itu rugi, dengan catatan  tidak ada insiden yang tak terduga, "jelasnya.


Sementara itu, sekjen FPWI Tomsus 
menyayangkan pekerjaan cor jalan yang di kerjakan di malam hari yang mengganggu waktu istirahat warga dan membenarkan informasi  bahwa pekerjaan cor jalan baru selesai banyak yang pecah – pecah (melihat video sebagai bukti).

“Memang tidak ada waktu, selain malam hari. Mengerjakan proyeknya, dan warga juga sekarang tidak bodoh, mereka bisa menghitung dan merenci pekerjaan atau proyek dengan anggaran begitu besar tapi kenyataannya kualitas dan kuantitas kurang baik (ada bukti video). Saya tekankan, Kepada pihak – pihak terkait mohon untuk monitoring dan mengawasi pekerjaan CV Anugrah Al Mughni, jika terjadi adanya dugaan korupsi segera panggil dan warga juga berhak untuk melaporkan,"  tegasnya

Sampai berita ini di tayangkan, pihak dari pelaksana  dari CV . Anugerah Al Mughni dan Kadis PUPR belum bisa dikonfirmasi (tkh)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top