E satu.com (Tangerang ) -
"selemah-lemahnya iman adalah yang membiarkan kemungkaran terjadi" berasal dari hadits yang diriwayatkan Muslim dan Muhammadiyah, yang mengajarkan bahwa seseorang harus mengubah kemungkaran dengan tangan, lalu dengan lisan, dan jika tidak mampu, barulah ingkari dengan hati.

 Mengingkari dengan hati, yaitu membenci kemungkaran di dalam hati, adalah bentuk terendah dari keimanan karena tidak ada lagi upaya nyata untuk mengubahnya. 

Penjelasan Hadits

Hadits tersebut menjelaskan tentang konsep amar ma'ruf nahi munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).

 Hadits itu adalah: "Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka hendaklah mengubahnya dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka (hendaklah ia) mengingkarinya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman" (HR. Muslim). 

Tingkatan Mengubah Kemungkaran

Dengan Tangan/Kekuasaan: Cara paling kuat untuk mencegah kemungkaran, misalnya dengan kekuatan atau jabatan yang dimiliki untuk menghentikan perbuatan buruk. 

Dengan Lisan: Jika tidak memiliki kekuasaan, maka cara kedua adalah dengan berbicara atau menasihati secara baik agar pelaku meninggalkan kemaksiatan tersebut. 

Dengan Hati: Ini adalah tingkatan paling rendah dan paling lemah dari iman.Ini berarti membenci kemungkaran dan tidak menerima atau menoleransi perbuatan buruk tersebut. 

Makna "Selemah-lemahnya Iman"

Mengingkari kemungkaran dengan hati adalah tingkatan terendah karena:

Pasif: Menunjukkan ketidakmampuan atau tidak adanya upaya nyata untuk mengubah situasi. 

Tanggung Jawab Minimal: Meskipun masih bernilai positif karena menjaga hati tidak condong pada kemaksiatan, tindakan ini hanya sebatas penolakan batin. 

Potensi Membiarkan: Seseorang yang hanya mengingkari dengan hati bisa jadi tidak lagi berusaha mencari solusi atau mengubah kemungkaran menjadi kebaikan, seolah-olah membiarkannya tumbuh. 

Oleh karena itu, hadits ini menegaskan pentingnya tidak hanya membenci kemungkaran dalam hati, tetapi juga berupaya untuk mengubahnya melalui tindakan nyata, sekecil apapun usaha tersebut. 


Penulis : Asep WW/ Al- Fakir 

( MCI Kota Tangerang )

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top