E satu.com (Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (SDNKI) resmi meluncurkan Piloting Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) di Kabupaten Cirebon.
Program ini menjadi langkah konkret dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pedesaan.

Peluncuran berlangsung di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/11/2025) dihadiri sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Kegiatan diisi dengan workshop dan edukasi dari industri jasa keuangan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan literasi dan kapasitas usaha masyarakat.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menyampaikan bahwa program PINTAR merupakan hasil sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan SDNKI untuk memperkuat ekosistem inklusi keuangan di daerah.


“OJK berkomitmen untuk terus mendorong akses keuangan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui Program PINTAR, kami berharap UMKM di daerah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengakses pembiayaan formal dan mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujar Agus.


Agus menambahkan, peluncuran PINTAR di Cirebon merupakan bagian dari strategi nasional peningkatan inklusi keuangan yang dikoordinasikan SDNKI. Ia menegaskan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar literasi keuangan tumbuh seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Erdiryo, Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan SDNKI, menyebut program ini sebagai pilot project nasional yang akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Program PINTAR bukan sekadar memperluas akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari OJK dan Pemkab Cirebon yang telah menjadi pionir dalam pelaksanaan program ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan, yang membuka acara secara resmi, mengapresiasi inisiatif tersebut.

“Kami menyambut baik hadirnya Program PINTAR di Kabupaten Cirebon. Upaya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Harapan kami, ekonomi rakyat dapat tumbuh lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.


Peluncuran program turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga dan instansi, antara lain Kementerian Keuangan, PNM Cirebon, RISE Jakarta, UGJ Cirebon, Bulog Cirebon, Bank BJB Kanwil 3, Pegadaian Area Cirebon, dan Askrindo Syariah Cirebon.


Selain peluncuran, kegiatan juga diisi dengan sesi edukasi keuangan, pelatihan pengelolaan usaha, serta konsultasi pembiayaan dari berbagai lembaga jasa keuangan. Para peserta UMKM tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh wawasan baru tentang pengelolaan keuangan dan peluang akses permodalan yang lebih luas.

Melalui Program PINTAR, OJK bersama SDNKI dan mitra strategis berkomitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan, mendorong pemerataan ekonomi rakyat, serta menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

Sebagai wujud tata kelola yang baik, OJK Cirebon juga menegaskan komitmen penerapan Program Pengendalian Gratifikasi, dengan melarang seluruh rekanan memberikan hadiah dalam bentuk apa pun kepada jajaran OJK Cirebon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan lembaga yang bersih, transparan, dan berintegritas.

(Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top