E satu.com (Cirebon) - 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus melakukan langkah proaktif dalam menyambut Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berbagai strategi disiapkan guna memastikan perjalanan kereta api berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu di wilayah operasional Daop 3 Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhib, mengatakan bahwa KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, terutama dari aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan selama masa angkutan Nataru.

“Prasarana kereta api memegang peranan penting sebagai faktor utama untuk memastikan perjalanan kereta api berjalan lancar, selamat, dan tepat waktu,” ujar Muhib.


Sebagai upaya kesiapan prasarana, KAI Daop 3 Cirebon melakukan rangkaian pemeriksaan dan pengecekan langsung jalur kereta api serta memetakan daerah-daerah pemantauan khusus (Dapsus) yang rawan banjir dan kontur tanah labil.


Tercatat terdapat 10 titik daerah pemantauan khusus yang tersebar di lintas wilayah kerja Daop 3 Cirebon, di antaranya jalur antara Cilegeh–Kadokangabus, Telagasari–Jatibarang, Losari–Tanjung, Cikampek–Tanjungrasa, Cirebon Prujakan–Waruduwur, Tanjung–Brebes, Sindanglaut–Ciledug, hingga Ciledug–Ketanggungan. Lokasi-lokasi tersebut dinilai rawan amblesan tanah maupun banjir, terutama pada musim penghujan.

“Untuk meminimalisir potensi gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca, KAI Daop 3 Cirebon melakukan berbagai langkah antisipatif, seperti pemeriksaan geometri jalan rel secara berkala, perkuatan batu balas dengan sand bag, penaburan pasir di titik tertentu, normalisasi saluran air dari tumpukan sampah, hingga perkuatan penahan tanah menggunakan retaining wall dan bronjong,” jelasnya.

Selain itu, KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 titik strategis, yakni di Stasiun Pabuaran, Pasirbungur, Pegaden Baru, Haurgeulis, Terisi, Jatibarang, Arjawinangun, Cirebon, Cirebon Prujakan, Babakan, Tanjung, Bulakamba, Brebes, Sindang Laut, Ciledug, Ketanggungan, dan Songgom.


“AMUS merupakan perlengkapan darurat yang terdiri dari peralatan kerja dan material seperti bantalan kayu dan beton, karung berisi pasir, penambat rel, serta batu balas. Seluruhnya disiapkan untuk tindakan cepat apabila terjadi gangguan prasarana,” ungkap Muhib.


Tak hanya itu, KAI Daop 3 Cirebon juga menerjunkan petugas ekstra untuk pemantauan di daerah pengawasan khusus, menambah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), serta petugas pemantau daerah khusus (PJD) selama periode Nataru.

“Momentum Angkutan Natal dan Tahun Baru ini menjadi wujud komitmen seluruh insan KAI dengan semangat melayani, guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan kereta api,” tutup Muhib. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top