E satu.com (Cirebon) -
Para pedagang Pasar Junjang Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, memberhentikan mobil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) saat akan meninggalkan Gedung Negara, Krucuk, Kota Cirebon, Kamis pekan lalu. Mobil KDM terpaksa berhenti karena dikerumuni puluhan pedagang yang ingin menyampaikan aspirasi terkait revitalisasi Pasar Junjang yang tak kunjung selesai.

Para pedagang berteriak meminta KDM turun dan mendengarkan keluhan mereka. Meski tidak turun dari kendaraan, KDM membuka kaca mobil bagian depan dan menyempatkan diri mendengar aspirasi para pedagang sebelum akhirnya kendaraan kembali melaju meninggalkan lokasi.

“Pak KDM, turun Pak!” teriak para pedagang saat mobil berhenti.

Usai pertemuan singkat itu, Kuasa Hukum Pedagang Pasar Junjang, Agus Prayoga, menyampaikan rasa syukurnya karena perjuangan panjang pedagang akhirnya bisa menyentuh perhatian KDM meski hanya sebentar.

“Alhamdulillah apa yang kita cita-citakan untuk bertemu dengan KDM tercapai, walau hanya singkat. Kami berharap aspirasi ini segera direspons,” kata Agus, Minggu (30/11/2025).

Agus menegaskan, tuntutan para pedagang sederhana: meminta agar PT Dumib, selaku kontraktor revitalisasi Pasar Junjang, diambil alih atau dihentikan pengerjaannya karena dinilai tidak mampu menyelesaikan proyek.

“Kalau pengusahanya bonafid, pembangunan pasti cepat selesai. Tapi faktanya tidak. Mereka terlalu lama dan tidak punya kapasitas,” tegasnya.

Lima Tahun Mangkrak, Pedagang Terpuruk

Revitalisasi Pasar Junjang telah berlangsung hampir lima tahun, namun hingga kini tak kunjung rampung. Kondisi tersebut membuat ratusan pedagang mengalami kerugian besar dan terpaksa gugur satu per satu.

“Nasib pedagang menggantung hampir lima tahun ini. Banyak yang akhirnya vakum, ada yang terlilit utang rentenir dan tidak bisa membayar karena bangkrut, bahkan ada yang memilih berhenti berjualan,” ujar Agus.

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang sedang melemah semakin memperparah situasi pedagang. Karena itu, ia berharap KDM selaku Gubernur Jawa Barat dapat turun tangan memberikan solusi terbaik.

“Intinya PT Dumib adalah sumber masalah bagi pedagang. Kami butuh kepastian dan keberpihakan pemerintah,” tegasnya. (Wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top