E satu.com (Cirebon) - Pemandangan langit Kota Cirebon yang selama ini dipenuhi bentangan kabel semrawut akan segera berubah. Pemerintah Kota Cirebon resmi memulai langkah besar penataan ulang utilitas kabel udara yang dinilai mengganggu estetika serta kenyamanan ruang publik.

Langkah tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Pj Sekretaris Daerah Sumanto dan sejumlah kepala dinas terkait di sepanjang Jalan Kartini, Senin (20/1/2026).

Kawasan tersebut dipilih sebagai titik prioritas karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus wajah utama kota.

Wali Kota Effendi Edo menyampaikan, kondisi kabel udara di sejumlah ruas jalan Kota Cirebon saat ini sudah sangat mengkhawatirkan secara visual. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan satu tiang penyangga yang menampung hingga 15–20 kabel dari berbagai provider, sehingga menimbulkan kesan kumuh.

“Hari ini kami sudah berkomunikasi dengan seluruh dinas terkait. Insyaallah dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Cirebon akan membenahi kabel-kabel yang melintang maupun di pinggir jalan. Secara estetika, kondisi sekarang kurang nyaman dipandang. Solusinya, kita akan coba pindahkan semuanya ke sistem kabel bawah tanah atau ducting,” ujar Effendi Edo.

Penataan kabel ini tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Sedikitnya 15 hingga 17 ruas jalan strategis dengan total panjang sekitar 15 kilometer masuk dalam target program. Tahap awal akan difokuskan pada perapihan kabel fiber optik, kemudian dilanjutkan dengan integrasi utilitas bersama PLN, PGN, dan PDAM agar seluruh jaringan berada dalam satu jalur yang tertata.

“Saya sudah rapatkan dengan PLN, PGN, dan PDAM. Saya ingin ke depan tidak ada lagi kabel yang berseliweran tidak jelas. Saat ini kami masih dalam proses administrasi dan teknis, serta berkolaborasi dengan Apjatel dan pihak swasta untuk pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.

Wali Kota juga menyadari bahwa proyek ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat selama pengerjaan berlangsung. Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta dukungan penuh dari warga.

“Mohon maaf apabila nantinya ada gangguan aktivitas atau lalu lintas. Penataan ini kami lakukan sebagai investasi jangka panjang agar Kota Cirebon lebih rapi, nyaman, dan indah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan bahwa secara teknis pihaknya tengah melakukan inventarisasi jaringan utilitas secara menyeluruh. Penataan akan difokuskan pada jalan-jalan protokol seperti Jalan Kartini, Jalan Siliwangi, dan Jalan Tuparev.

“Kami akan menyiapkan ducting atau gorong-gorong khusus di bawah tanah. Penempatannya disesuaikan dengan kondisi lapangan, bisa di bawah badan jalan atau trotoar, tergantung keberadaan jaringan gas maupun pipa PDAM. Target kami, minimal 10 kilometer pertama bisa segera dieksekusi dan tahun ini sudah ada aksi nyata di lapangan,” jelasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top