E satu.com 
(Cirebon) -  Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi bagi masyarakat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon dan Paguyuban Siliwangi Majakuning, Kamis (29/1/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi lintas lembaga antara dunia akademik, penyelenggara negara, dan elemen masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini tidak bersifat seremonial semata, melainkan diarahkan pada pelaksanaan program yang nyata dan berkelanjutan.

“MoU ini merupakan langkah strategis dalam membangun kolaborasi lintas lembaga antara perguruan tinggi, penyelenggara pemilu, dan elemen masyarakat,” ujar Prof. Achmad Faqih.


Menurutnya, UGJ memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pengabdian serta penguatan literasi publik.


“Sebagai institusi pendidikan tinggi, UGJ memiliki tanggung jawab untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk membekali generasi muda agar memahami proses bernegara secara utuh dan berintegritas,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam membentuk karakter generasi muda. Keterlibatan Paguyuban Siliwangi Majakuning dinilai menjadi penguat nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi.

“Sinergi antara akademisi, penyelenggara, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang beretika dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, S.H., menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting bagi KPU untuk semakin mendekatkan diri dengan dunia pendidikan.


“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sudah memasuki tahap yang substansial dan berdampak,” katanya.

Ia menjelaskan, KPU Kabupaten Cirebon saat ini menghadapi tantangan besar terkait dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029.

“Sekitar 60 persen pemilih ke depan berasal dari generasi muda, termasuk pemilih pemula. Karena itu, pendekatan melalui dunia pendidikan menjadi strategi yang sangat penting,” ujarnya.

Melalui MoU tersebut, KPU berharap program KPU Mengajar dapat diimplementasikan bersama UGJ.

“Kami adalah praktisi yang setiap hari berhadapan langsung dengan dinamika kepemiluan. Kami berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan secara langsung di lingkungan kampus,” tuturnya.

Selain pendidikan, kerja sama ini juga membuka peluang di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. KPU Kabupaten Cirebon berkomitmen menyediakan data dan isu strategis sebagai bahan kajian akademik.

“Kami berharap ke depan semakin banyak penelitian dari UGJ yang lahir dan memberikan rekomendasi kebijakan yang konstruktif,” ucap Esya.

Di sisi lain, Ketua Pembina Paguyuban Siliwangi Majakuning, Dr. Dadan Taufik Fathurohman, S.Hut., S.H., M.H., M., menekankan pentingnya kolaborasi yang diwujudkan dalam aksi nyata.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa paguyuban membina berbagai kelompok masyarakat, mulai dari petani madu, kelapa, kopi, hingga kelompok pelestari lingkungan di kawasan Gunung Ciremai.


“Sebagian besar kelompok binaan kami adalah masyarakat yang selama ini menjaga kelestarian alam. Kolaborasi dengan UGJ diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.


Menurut Dr. Dadan, kerja sama ini juga memiliki nilai emosional karena adanya keterikatan historis antara paguyuban dan UGJ.

“Harapan kami sederhana, apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi warisan kebaikan bagi anak cucu kita di masa depan,” ungkapnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, UGJ, KPU Kabupaten Cirebon, dan Paguyuban Siliwangi Majakuning sepakat memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Wandi)

https://ugj.ac.id/
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top