E satu.com (Cirebon) - Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menggelar Cirebon Annual Multidisciplinary International Conference (CAMIC) 2026) sebagai agenda tahunan berskala internasional. Kegiatan ini berlangsung di Gedung B Lantai 7 Fakultas Kedokteran UGJ, Selasa (13/1/2026).
CAMIC 2026 menghadirkan sejumlah narasumber bergengsi dari berbagai negara. Di antaranya Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. (Ketua YPSGJ), Dr. Telogo Wismo Agung Durmanto (Sekretaris Jenderal PB IDI), Nhan Cam Tri, Ph.D. (Vice President Ho Chi Minh City University, Vietnam), Prof. Dr. Achmad Fathoni Radli, M.Pd. (President of ADRI), Jerico Pardosi, Ph.D. (Queensland University of Technology, Australia), Matthew Kalubanga, Ph.D. (Makerere University, Uganda), serta sejumlah narasumber internasional lainnya.
Pada tahun ini, CAMIC mengusung tema “Digital Innovation, Health Resilience, and Higher Education Leadership for Sustainable Futures”. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi digital, ketahanan kesehatan, serta kepemimpinan perguruan tinggi dalam menyiapkan masa depan yang berkelanjutan.
Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., mengatakan seminar internasional ini merupakan bagian dari International Summit yang secara konsisten diselenggarakan UGJ setiap tahun.
“Ini sudah tahun ketiga kami mengangkat tema besar tentang kampus digital, keunggulan di bidang kesehatan, serta penguatan peran masyarakat. Tema ini sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus menghadapi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut Prof. Faqih, penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan mutlak di era globalisasi. Persaingan saat ini tidak lagi terbatas pada level nasional, melainkan telah berlangsung secara global.
“Negara yang unggul adalah negara yang mampu menguasai teknologi, terutama teknologi digital. Ke depan, teknologi akan menjadi platform utama dalam kebijakan pemerintah untuk mengembangkan sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini Indonesia masih cenderung menjadi pasar dan produsen bagi produk luar negeri. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi yang mampu menciptakan produk dan inovasi yang kompetitif di pasar global.
“Kita harus melahirkan teknokrat, teknisi, peneliti, dan inovator yang mampu menghasilkan riset serta inovasi terbaru untuk kemajuan bangsa, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia,” tegasnya.
Selain inovasi digital, aspek ketahanan kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam CAMIC 2026. Prof. Faqih menilai tantangan kesehatan global ke depan semakin kompleks, terutama dengan munculnya penyakit menular lintas negara.
“Kita harus mampu mengantisipasi tantangan kesehatan global dengan penguasaan teknologi, khususnya melalui pengembangan riset di bidang kesehatan,” katanya.
Ia menegaskan komitmen UGJ, termasuk Fakultas Kedokteran, untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan.
“Kami berkomitmen menjaga predikat unggul UGJ, baik di tingkat institusi maupun fakultas, dengan melahirkan alumni yang berkualitas, berkarakter, dan siap bersaing,” ungkapnya.
UGJ juga terus mengembangkan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, khususnya di bidang teknologi informasi.
“Pengembangan program studi ini dilakukan agar UGJ mampu mengikuti perkembangan zaman, memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mengantarkan generasi penerus menjadi individu yang sukses di tingkat nasional maupun global,” pungkas Prof. Faqih.
Sementara itu, Kepala BPA sekaligus Ketua Komite UGJ, Dedi M. Siddiq, Ph.D., menegaskan UGJ memposisikan diri sebagai motor penggerak kolaborasi internasional bagi perguruan tinggi di wilayah sekitar.
“Kami menjembatani kampus-kampus di sekitar untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri. Ada Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Majalengka, Bakti Husada, dan lainnya yang kami ajak membangun sinergi internasional dengan UGJ sebagai leading-nya,” jelas Dedi. (Wandi)


.jpeg)







.webp)












Post A Comment:
0 comments: