E satu.com 
(Kota Cirebon ) - Persoalan infrastruktur di Kota Cirebon disebut tidak hanya berkutat pada perbaikan jalan.

Keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus memutar otak mencari opsi pembiayaan alternatif.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, ST mengatakan, kondisi fiskal daerah saat ini mendorong pihaknya untuk tidak hanya bergantung pada APBD Kota Cirebon.

“Tadi juga teman-teman di perhubungan karena keterbatasan anggaran, akhirnya kita harus melihat opsi-opsi pembiayaan, tidak sebatas dari APBD Kota Cirebon,” ujar Rachman, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, Pemkot Cirebon mendorong dukungan pembiayaan dari APBD Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang dari skema Corporate Social Responsibility (CSR) serta kerja sama dengan badan usaha.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah skema kerja sama pembiayaan dengan badan usaha atau APBU.

Rachman mencontohkan Kota Madiun yang saat ini tengah berproses menggunakan skema tersebut untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Dengan badan usaha swasta bisa seluruhnya atau sebagian. Nanti kita arahkan penanganannya. Kalau dengan kategori itu, manfaatnya langsung kita terima, tetapi pembiayaannya bisa dicicil,” jelasnya.

Ia menambahkan, skema tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk percepatan pembangunan infrastruktur tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran secara penuh di awal.

Sementara untuk jangka pendek, DPUTR Kota Cirebon tetap melakukan pemeliharaan rutin di sejumlah ruas jalan. Beberapa titik yang saat ini tengah dikerjakan di antaranya kawasan Dukuh Semar, Jalan Sudarsono, Jalan Pemuda, Majasem hingga Perjuangan.

“Sekarang kita fokus pemeliharaan rutin di beberapa ruas jalan tersebut agar tetap bisa dilalui dengan aman dan nyaman oleh masyarakat,” pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top