E satu.com (Cirebon) - Kebocoran pipa milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon terjadi di wilayah Plangon. Saat ini, petugas PDAM tengah melakukan penanganan setelah mengetahui titik kebocoran pada jaringan distribusi utama.
Pipa berdiameter 600 milimeter tersebut dilaporkan pecah dan diduga kuat akibat tekanan dari permukaan jalan. Pipa ini merupakan jalur utama distribusi air bersih yang menyuplai sejumlah wilayah di Kota Cirebon.
PDAM memperkirakan pekerjaan perbaikan fisik dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua hari, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
Namun demikian, gangguan layanan air bersih diprediksi masih akan berlangsung lebih lama karena harus melalui tahapan normalisasi aliran.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari, menjelaskan bahwa sistem distribusi air tidak bisa langsung kembali normal meski perbaikan pipa telah rampung.
“Pekerjaan perbaikannya satu sampai dua hari. Namun setelah itu ada proses normalisasi aliran air yang diperkirakan bisa mencapai sekitar satu minggu, sampai air benar-benar diterima pelanggan seperti semula,” ujar Sopyan.
Sementara itu, Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Giri Nata, Nedi Trisnadi, mengatakan petugas telah melakukan inspeksi lokasi sejak malam hari sebelum perbaikan dimulai.
“Estimasi pekerjaan sekitar satu hari. Tadi malam kami sudah turun langsung untuk inspeksi, sekarang tinggal tahapan persiapan dan eksekusi di lapangan,” kata Nedi, Kamis (5/2/2026).
Terkait penyebab kebocoran, PDAM menduga tekanan permukaan tanah memengaruhi kekuatan pipa distribusi utama.
Demi alasan keselamatan, petugas terpaksa mematikan pompa tekanan bawah untuk mencegah risiko kerusakan yang lebih parah, termasuk potensi terbakarnya mesin pompa.
Sebagai langkah darurat, PDAM telah menyampaikan informasi gangguan layanan melalui media sosial resmi agar masyarakat mengetahui kondisi tersebut sejak awal. Selain itu, dilakukan pula pengalihan aliran air guna mendukung kelancaran proses perbaikan.
“Kami tidak bisa bekerja jika air masih mengalir. Aparat kepolisian juga ikut membantu dengan memasang rambu-rambu di sekitar lokasi,” jelas Nedi.
Saat ini, petugas PDAM tengah menyiapkan seluruh kebutuhan logistik dan peralatan teknis untuk mempercepat penanganan kebocoran. Setelah pekerjaan selesai, fokus akan diarahkan pada proses normalisasi distribusi air ke seluruh wilayah Kota Cirebon.
Atas kejadian tersebut, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Ini musibah yang tidak bisa kita prediksi. Kami mohon maaf karena pengumuman dilakukan mendadak, karena situasinya memang darurat dan di luar kendali,” tutup Nedi. (Wandi)










.webp)












Post A Comment:
0 comments: