E satu.com (Kabupaten Cirebon) - Banyak orang mengira seseorang yang rajin menunaikan salat dan membaca Al-Qur’an semata-mata karena kedisiplinan atau kebiasaan pribadi. Padahal, dalam pandangan keimanan, hal tersebut bukan sekadar soal rajin atau tidak rajin.
Menurut Widi Nugraha, keinginan seseorang untuk beribadah sejatinya merupakan tanda bahwa Allah masih memanggil hati hamba-Nya untuk mendekat.
“Ketika seseorang masih tergerak untuk berdiri menunaikan salat, membuka mushaf Al-Qur’an, atau sekadar ingin mendekat kepada Allah, itu adalah tanda bahwa hatinya masih disentuh oleh panggilan Ilahi,” kata Widi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, tidak semua orang mendapatkan panggilan tersebut. Karena itu, kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat besar yang sering kali tidak disadari oleh manusia.
Widi mengingatkan, ketika Allah masih memberikan keinginan kepada seseorang untuk beribadah, hal itu menandakan bahwa Allah masih menyayangi hamba-Nya.
“Allah masih ingin kita dekat kepada-Nya. Bahkan, dalam setiap panggilan salat yang berkumandang, tersimpan undangan penuh kasih dari Sang Pencipta kepada hamba-Nya,” ujarnya.
Sebaliknya, lanjut Widi, kondisi hati yang tidak lagi tergerak untuk beribadah justru menjadi hal yang patut dikhawatirkan. Bukan karena seseorang tidak mampu melakukannya, tetapi karena hatinya mungkin sudah semakin jauh dari panggilan tersebut.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mensyukuri setiap kesempatan beribadah yang masih diberikan oleh Allah, baik melalui salat, membaca Al-Qur’an, maupun melakukan kebaikan sekecil apa pun.
“Jangan merasa bangga seolah itu semata-mata hasil usaha diri sendiri. Syukurilah, karena itu adalah tanda bahwa Allah masih memanggil hati kita,” ucapnya.
Menurutnya, selama panggilan itu masih ada, berarti Allah masih memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali, memperbaiki diri, dan semakin mendekatkan hati kepada-Nya.
“Maka jangan sia-siakan panggilan itu. Jawablah dengan langkah kecil menuju kebaikan, karena setiap langkah menuju Allah tidak pernah sia-sia,” tutup Widi Nugraha. (Wandi)








.webp)












Post A Comment:
0 comments: