E satu.com (Majalengka) - Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Cirebon resmi membuka Festival Ramadan (Festra) 2026 di Alun-alun Majalengka, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 7 Maret 2026 itu menjadikan pusat kota Majalengka sebagai episentrum pengembangan ekonomi syariah di wilayah Ciayumajakuning.
Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan Festra 2026 merupakan implementasi dari tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah nasional.
Pertama, penguatan infrastruktur halal melalui penguatan rantai pasok produk halal.
Kedua, mendorong kemandirian ekonomi agar pelaku usaha syariah mampu bersaing secara global. Ketiga, penguatan gaya hidup halal dengan meningkatkan literasi masyarakat terkait produk halal dan pola hidup sehat.
“Dengan populasi muslim mencapai 80 persen, potensi ekonomi syariah sangat besar. Majalengka, dengan perputaran ekonomi yang dinamis, menjadi motor penggerak ideal untuk mendorong inklusi keuangan syariah,” ujar Wihujeng.
Salah satu agenda utama Festra tahun ini adalah peresmian Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Kasungka Majalengka. Kawasan tersebut diklaim sebagai zona kuliner tersertifikasi halal pertama di Ciayumajakuning dan diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain.
Selain sertifikasi halal, BI Cirebon juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi. Seluruh pembayaran di stan UMKM selama festival diwajibkan menggunakan QRIS untuk memastikan sistem transaksi yang cepat, mudah, dan transparan.
Sementara itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut baik kolaborasi tersebut.
Ia menyebut dukungan BI Cirebon menjadi angin segar bagi pemerintah daerah, khususnya di tengah kebijakan efisiensi APBD.
“Di tengah kondisi APBD yang sedang dalam masa efisiensi dan banyak pemotongan, dukungan BI Cirebon memungkinkan kegiatan sebesar ini tetap terlaksana demi kepentingan masyarakat,” kata Eman.
Ia menambahkan, Festra 2026 memberikan sejumlah manfaat strategis bagi Majalengka, mulai dari peningkatan literasi keuangan syariah, pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif dan komunitas, hingga membuka peluang promosi bagi UMKM lokal agar mampu naik kelas.
“Ini bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kebersamaan dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Wandi)










.webp)












Post A Comment:
0 comments: