E satu.com (Kota Cirebon) - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Cirebon membuka kegiatan Dekranasda Scene Market yang digelar di area Mall UMKM Kota Cirebon, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan puluhan pelaku kreatif, mulai dari perajin, pelukis hingga pelaku usaha fesyen lokal.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Dr. Iing Daiman, mengatakan promosi produk UMKM pada tahun 2026 akan lebih banyak memanfaatkan kanal digital, terutama media sosial, agar jangkauan pasar semakin luas.
"Ke depan cara promosi kita tentu lebih banyak menggunakan kanal-kanal online melalui media sosial," ujar Iing.
Ia menjelaskan, pihaknya juga membuka ruang kolaborasi dengan anak-anak muda yang memiliki ide kreatif dan inovatif untuk mengembangkan produk UMKM.
"Makanya ketika ada anak-anak muda kreatif dan inovatif, kami rangkul, kami fasilitasi, kami ajak kolaborasi. Ide-ide mereka banyak, misalnya di bidang fesyen ada yang melakukan rework atau permak ulang pakaian sehingga menjadi produk baru yang menarik dan sesuai dengan segmentasi pasar," katanya.
Menurut Iing, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Bahkan sebelum acara resmi dimulai, sejumlah transaksi pembelian sudah terjadi.
"Acara belum mulai saja transaksi sudah banyak. Ini menunjukkan ada ketertarikan dari masyarakat terhadap produk-produk yang ditampilkan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kreativitas para pelaku usaha muda yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Produk yang ditawarkan dinilai memiliki kualitas baik dengan harga yang relatif terjangkau.
"Harga yang ditawarkan juga cukup murah. Tadi saya lihat ada yang sekitar Rp100 ribu per pcs. Bahkan untuk lukisan ada diskon khusus hingga 50 persen," katanya.
Dalam kegiatan itu, sekitar 30 pelukis ikut berpartisipasi. Selain itu terdapat delapan pelaku usaha lokal serta tujuh pelaku usaha dari luar daerah yang turut meramaikan kegiatan tersebut. Jika ditotal, lebih dari 50 pelaku kreatif terlibat dalam Dekranasda Scene Market di Mall UMKM Kota Cirebon.
"Karyanya luar biasa dan patut diapresiasi," kata Iing. (Wandi)










.webp)












Post A Comment:
0 comments: