E satu.com (Indramayu) - Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) membagi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam beberapa kelompok. Salah satu kelompok yang berperan aktif adalah Kelompok Rekayasa Material
Kegiatan penelitian kelompok ini berfokus pada tiga tema utama, yaitu:
1. Teknologi Lapisan
2. Proses Pengecoran
3. Komposit
Sementara itu, dalam ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat, Kelompok Rekayasa Material memprioritaskan pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa hasil inovasi yang dihasilkan termasuk pembuatan klaster pengolahan sampah pada tahun 2025, alat pembuat tusuk sate yang diberikan kepada Desa Krasak, alat penjernih air, hingga aplikasi teknologi komposit untuk perahu nelayan dengan menggunakan bahan serat alam maupun komposit buatan.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Tito Endramawan, M.Eng., selaku Ketua Kelompok Rekayasa Material, saat mengadakan konferensi pers di Kampus Politeknik Negeri Indramayu pada Jumat, 27 Maret 2026.
Tito menjelaskan bahwa rekayasa material bertujuan untuk meningkatkan kualitas material agar lebih unggul daripada sifat dasarnya. Misalnya, melalui proses pelapisan, perlakuan panas, atau pengecoran, material dapat ditingkatkan karakteristiknya sehingga menjadi lebih baik.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh kelompok ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2022 hingga 2026. Dalam rentang waktu empat tahun ini, tema atau judul kegiatan diperbarui setiap tahun. Kelompok Rekayasa Material yang awalnya terdiri dari enam dosen kini telah bertambah menjadi tujuh orang di tahun 2026.
Tito berharap hasil penelitian dan pengabdian yang dirancang oleh Kelompok Rekayasa Material ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai contoh, pada tema teknik lapisan untuk pembuatan baling-baling perahu nelayan, diharapkan dapat menghasilkan baling-baling dengan karakteristik yang lebih tahan lama dibandingkan dengan produk yang ada di pasaran. Kemudian, pada tema proses pengecoran, kelompok ini telah mampu memproduksi impeller pompa yang sebelumnya diimpor, sehingga dapat mendukung produksi lokal. Sedangkan pada tema komposit, hasil penerapannya diharapkan dapat memperkuat tubuh perahu nelayan, membuatnya lebih tahan lama terhadap korosi dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Tito pun menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa inovasi-inovasi ini akan semakin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. (iwan)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: