E satu.com (Cirebon) -
Masyarakat di sekitar Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sada Bina Futura, Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari limbah SPPG tersebut. Warga khawatir bahwa limbah tersebut dapat mencemari air sumur dan berdampak pada kesehatan mereka.

Ketua Umum FORMASI, Qorib, S.H., M.H mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak SPPG tersebut beroperasi dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir. Akibat pencemaran lingkungan dan bau menyengat ini, akan sangat berdampak serius pada kualitas kesehatan masyarakat sekitar.

“Bau limbah dari SPPG ini kian menyengat dan sangat mengganggu kesehatan warga sekitar,“ ujarnya, Kamis (2/4/2026).


Ia mendesak pemerintah daerah melallui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan serta semua pihak terkait untuk segera turun tangan menindak dugaan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah SPPG Yayasan Sada Bina Futura. Jangan sampai nanti  bau menyengat yang dihasilkan juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti iritasi tenggorokan, batuk, dan kesulitan bernapas.

“Kami minta ada tindakan tegas. Jangan sampai warga disekitar terdampak hingga jatuh sakit karena limbah ini," tambah Qorib.

Dampak Pencemaran Lingkungan dan Bau Menyengat Bagi Kesehatan Masyarakat

Selain itu, lebih lanjut Qorib mengungkapkan, pencemaran air penampung Spiteng dan Air Limbah yang masuk ke sumur resapan disebabkan kebocorang dan keluar airnya menggenangi lingkungan sekitar warga oleh karena jangan sampai juga nanti berdampak negatif pencemaran limbah yang akan menyebabkan penyebaran penyakit yang dibawa oleh air, seperti diare, kolera, dan hepatitis A. Masyarakat yang mengkonsumsi air yang tercemar ini nantinya bisa mengalami gejala seperti sakit perut, muntah, dan demam.


“Dampak jangka panjang dari pencemaran lingkungan ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem lokal, serta penurunan kualitas tanah,“ ungkapnya.

FORMASI mendesak pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa SPPG Yayasan Sada Bina Futura mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga harus diberikan informasi yang jelas tentang dampak pencemaran lingkungan ini dan cara untuk melindungi diri mereka.

“FORMASI meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan ini atau SPPG Yayasan Sada Bina Futura ditutup sementara hingga mereka dapat memenuhi standar lingkungan  yang berlaku yang menjamin kesehatanya. Karena kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,“ tegas Qorib. (Red)

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top