E satu.com (Kabupaten Cirebon ) - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Batalyon C Pelopor Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Jawa Barat menggelar pelatihan rayonisasi pengendalian massa (dalmas) lengkap bersama personel Penanggulangan Huru Hara (PHH) Brimob dan penembak gas air mata wilayah Ciayumajakuning tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Mako Hitam Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Talun, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/4/2026).
Wakil Komandan (Wadanyon) C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Dudin Taptajani, mengatakan pelatihan ini merupakan latihan gabungan antarpolres dalam zona backup wilayah 6. Tujuannya untuk menyamakan persepsi serta prosedur dalam penanganan situasi di lapangan, khususnya saat aksi unjuk rasa.
“Latihan ini dalam rangka penanggulangan huru hara agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penanganan unjuk rasa. Karena transparansi pelayanan pengamanan unjuk rasa sangat rentan, maka kita berpedoman pada pelaksanaan kegiatan ini bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal, tetapi situasi tetap kondusif dalam pemeliharaan kamtibmas,” ujar Dudin didampingi Pasi Ops AKP Roni Yudiansyah.
Ia menegaskan kesiapan personel menjadi kunci utama dalam pengamanan aksi unjuk rasa. Tanpa kesiapan yang matang, potensi pelanggaran maupun kesalahan prosedur sangat mungkin terjadi.
“Dalam proses penanganan unjuk rasa, apabila tidak ada kesiapan anggota kepolisian, pasti akan terjadi pelanggaran atau kesalahan yang sangat besar. Untuk itu, anggota dari jajaran zona backup 6, terutama dari masing-masing polres, kita kumpulkan untuk memahami tata cara SOP yang benar dalam pengamanan unjuk rasa saat ini,” jelasnya.
Dudin berharap, menjelang peringatan May Day, situasi kamtibmas di wilayah Ciayumajakuning, Karawang, dan Purwakarta tetap aman dan kondusif. Dalam pelaksanaan latihan ini, setiap satuan dari masing-masing polres mengirimkan sekitar 70 personel. Keterlibatan personel berasal dari berbagai fungsi, seperti Sabhara, reserse, hingga lalu lintas, dengan penekanan pada tindakan preventif.
“Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada Sabhara karena mereka yang akan bersentuhan langsung dengan massa saat unjuk rasa,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Cirebon, Kompol Sutarja, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan serta telegram (TR) Kapolda Jawa Barat.
“Latihan gabungan Polres se-Ciayumajakuning ini berkaitan dengan perintah pimpinan dan TR Bapak Kapolda Jawa Barat untuk melatihkan personel kita dalam menghadapi kontinjensi, salah satunya unjuk rasa,” ujar Sutarja.
Ia menjelaskan, melalui latihan ini diharapkan seluruh personel mampu melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Pada saat pelaksanaan pengamanan, tentunya harus sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku, baik Perkap maupun prosedur kepolisian lainnya,” jelasnya.
Selain itu, latihan ini juga bertujuan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan saat pengamanan berlangsung, sehingga personel memiliki kesiapan yang matang.
“Ini sebagai langkah kesiapan dalam rangka pengamanan unjuk rasa dan kegiatan lainnya, agar semua potensi gangguan bisa diantisipasi dengan baik,” tambahnya.
Sutarja berharap, melalui latihan tersebut seluruh unsur, mulai dari personel, peralatan, hingga perlengkapan pendukung, dapat benar-benar siap digunakan saat dibutuhkan.
“Harapan kami, seluruh personel bisa siap melaksanakan tugas pengamanan secara profesional dan sesuai tupoksi. Jadi kesiapan itu menyeluruh, baik personel, peralatan, perlengkapan, maupun SOP-nya,” pungkasnya. (Wandi)











.webp)













Post A Comment:
0 comments: