E satu.com (Cirebon) - Tradisi thudong kembali digelar pada 2026. Kegiatan spiritual ini akan diikuti sekitar 20 hingga 30 bante atau biksu yang berjalan kaki sejauh kurang lebih 250 kilometer dari Candi Agung Sima Jepara menuju kawasan Candi Agung  Sewu, Klaten, Jawa Tengah.

Perjalanan dijadwalkan dimulai pada 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB dari  candi Sima Jepara dan akan berakhir pada 31 Mei 2026 di Candi Sewu. Rute yang dilalui meliputi Jepara, Kudus, Demak, Semarang, Ungaran, Bawen, Salatiga hingga Klaten.

Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengatakan kegiatan ini akan mendapat pengawalan ketat dari pihaknya. Sekitar 40 hingga 50 personel disiagakan untuk mendampingi perjalanan para biksu selama menempuh rute panjang tersebut.


“Perjalanan akan dimulai tanggal 20 Mei dati Candi Agung Sima Jepara dan berakhir 31 Mei 2026 di Candi Sewu Prambanan, Klaten,” ujar Prabu Diaz, Sabtu (25/4/2026).


Selain pengawalan personel, tim juga menyiapkan dukungan kendaraan operasional dan logistik baik untuk keperluan para Bhiksu Tudong maupun tim panitia dan tim pengawalan.

Untuk perlengkapan pendukung lainnya di antaranya dua unit ambulans untuk layanan kesehatan, satu mobil VIP yang dilengkapi peralatan pemantauan seperti satelit, radar, dan CCTV, dua sepeda motor besar untuk pengawalan, serta kendaraan logistik dan operasional lainnya.


Kegiatan thudong 2026 ini merupakan kolaborasi antara keluarga besar budhayana Indonesia, sejumlah sangha, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, serta Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara.


Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan umat Buddha. Sekitar 90 persen anggota Laskar Agung Macan Ali Nuswantara yang turut mengawal diketahui beragama Islam.

Selain itu, umat dari agama lain seperti Katolik, Kristen, dan Hindu juga turut berpartisipasi dalam pengawalan dan pendampingan.

Prabu Diaz menegaskan bahwa keterlibatan lintas agama dalam thudong menjadi simbol kuat toleransi di Indonesia.

“Ini ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi toleransi. Perbedaan kita jaga dengan kebersamaan dan persaudaraan,” katanya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik dalam bentuk dukungan moril, materil, maupun logistik, dengan menghubungi panitia penyelenggara di Jepara.


Menurutnya, di tengah situasi dunia yang masih diwarnai konflik di sejumlah wilayah, Indonesia tetap mampu menunjukkan nilai perdamaian melalui kebersamaan antarumat beragama.

“Kami berharap toleransi menjadi jembatan perdamaian dunia. Di Indonesia, persaudaraan dan saling menjaga tetap menjadi prioritas utama sebagai warga bangsa,” pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top