E satu.com (Cirebon) - Kota Cirebon menjadi titik akhir pelaksanaan Kirab Milangkala Tatar Sunda yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Minggu (10/5/2026).
Menjelang kegiatan tersebut, Wali Kota Cirebon bersama Forkopimda, stakeholder, dan Laskar Agung Macan Ali Nuswantara melakukan pengecekan persiapan di sejumlah titik.
Rombongan memulai sidak dari Mabes Laskar Agung Macan Ali Nuswantara sebelum berkeliling meninjau jalur kirab. Wali Kota Cirebon disebut puas dengan berbagai persiapan yang dilakukan panitia dan Laskar Macan Ali.
Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz mengatakan, Cirebon mendapat kehormatan menjadi kota terakhir dari rangkaian kirab budaya yang sebelumnya digelar di delapan kota di Jawa Barat.
“Cirebon mendapat kesempatan sebagai tempat terakhir kirab budaya se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Prabu Diaz saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya ditunjuk untuk membantu pengamanan dan menyukseskan kegiatan tersebut. Mabes Macan Ali juga dijadikan pos cek poin dan tempat transit bagi gubernur serta para pejabat yang hadir.
Selain itu, panitia menyiapkan posko kesehatan, posko keamanan terpadu, hingga posko kebersihan yang melibatkan TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Dua unit ambulans juga disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama acara berlangsung.
Sebanyak 425 anggota Laskar Agung Macan Ali Nuswantara dari berbagai daerah seperti Bogor, Bekasi, Subang, dan Tasikmalaya turut dikerahkan untuk mengawal jalannya kirab budaya tersebut.
Menurut Prabu Diaz, Laskar Macan Ali akan berada di barisan depan sebagai pembuka jalur rombongan kirab yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Personel juga ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti perempatan, pertigaan, area start di kompleks Pelabuhan Cirebon hingga titik akhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Cirebon.
Tak hanya pengamanan, pihaknya juga membentuk tim “Sapu Jagat” yang bertugas membersihkan sampah di sepanjang jalur kirab setelah acara selesai. Kirab Milangkala Tatar Sunda disebut akan diikuti 27 daerah se-Jawa Barat dengan total sekitar 35 hingga 40 iring-iringan budaya.
“Kami berharap masyarakat semakin mencintai budaya dan tradisinya sendiri agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Prabu Diaz.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon ikut menyukseskan kegiatan budaya tersebut dengan tetap menjaga keamanan dan kondusivitas selama acara berlangsung. (Wandi)









.webp)













Post A Comment:
0 comments: