E satu.com (Cirebon) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di jalur Pantura Cirebon, Jumat (1/5/2026).
Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari itu dipusatkan di kawasan Perempatan Pemuda, Kota Cirebon. Dalam aksinya, massa membakar ban bekas di tengah jalan sebagai bentuk protes.
Tak hanya itu, mahasiswa juga sempat menghentikan sebuah truk yang melintas. Kendaraan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai panggung untuk menyampaikan orasi secara bergantian.
Usai beraksi di jalur Pantura, massa bergerak menuju Gedung DPRD Kota Cirebon di Jalan Siliwangi. Setibanya di lokasi, mahasiswa kembali melakukan aksi serupa dengan menutup ruas jalan dari dua arah.
Di depan gedung DPRD, massa membentangkan spanduk, berorasi, serta membakar sedikitnya empat ban bekas. Aksi tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Setelah menunggu hampir satu jam, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik akhirnya datang ke ruang rapat Griya Syawala DPRD Kota Cirebon untuk menemui massa aksi.
Mahasiswa kemudian melakukan dialog bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cirebon dan Wakil Ketua DPRD terkait persoalan ketenagakerjaan.
Namun, setelah mengetahui yang hadir hanya Wakil Ketua DPRD, mahasiswa memilih membubarkan diri dari ruang rapat. Koordinator aksi, Sanggam, mengaku kecewa terhadap DPRD Kota Cirebon.
Ia menilai kehadiran wakil ketua tidak mewakili komisi yang membidangi persoalan ketenagakerjaan.
"Aksi hari ini kami merasa kecewa sebagai masyarakat Kota Cirebon. Kami datang untuk mewakili masyarakat, tapi mereka tidak hadir dan tidak menghargai kami," ujar Sanggam.
Ia juga menyebut alasan ketidakhadiran anggota dewan karena libur dan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di luar kota tidak dapat diterima. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan mahasiswa seharusnya ditanggapi oleh komisi terkait, khususnya yang membidangi ketenagakerjaan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya terkait pemenuhan hak-hak buruh, penghapusan sistem outsourcing, peningkatan pengawasan industri, serta persoalan ketimpangan upah minimum di Kota Cirebon.
Sanggam juga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons serius.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan menemui mahasiswa.
"Pertama, saya sampaikan permohonan maaf. Saya datang terlambat karena sebelumnya ada kegiatan bimtek dari Rabu sampai Jumat. Hari ini adalah kepulangan, dan saya langsung ke sini setelah mendapat informasi adanya aksi," ujarnya.
Fitrah menjelaskan, pihaknya baru menerima surat pemberitahuan aksi pada Kamis (30/4/2026) malam, sementara dirinya baru mendapat informasi pada Jumat pagi.
"Informasinya cukup mendadak, sementara kami masih berada di luar kota," pungkasnya. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: