E satu.com (Cirebon) - Kota Cirebon, kembali memeriahkan suasana dengan menggelar Lomba Parodi Orkestra Barang Bekas. Acara yang unik ini berlangsung pada Minggu pagi, 3 Mei 2026, dan menampilkan kreativitas dua grup peserta, yakni Grup Ash Kolaya dan Grup Ash Bualah.
Lomba dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, kedua grup menunjukkan kreativitas terbaik mereka dengan memanfaatkan barang-barang bekas untuk menciptakan parodi musik. Grup Ash Kolaya tampil pertama dengan kostum yang sederhana, sementara Grup Ash Bualah juga tak kalah bersemangat.
Memasuki sesi kedua, para peserta mengusung konsep tradisional yang kaya akan nilai budaya Nusantara. Grup Ash Kolaya tampil mengenakan kostum khas adat Papua dengan tambahan aksesoris berbahan alami seperti dedaunan serta barang bekas yang dimodifikasi. Di sisi lain, Grup Ash Bualah juga mengenakan kostum adat, namun dengan sentuhan kreatif berupa instrumen parodi seperti "biola" dari raket tenis dan "alat musik" berbahan kemoceng. Meski demikian, sejumlah elemen ini mendapat evaluasi dalam sistem penilaian mereka. Namun, vokalis grup tersebut tetap berhasil mempersembahkan penampilan yang penuh penghayatan.
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan silaturahmi di antara para peserta. Tujuan utamanya adalah mempererat kekompakan karyawan dan mendorong kerjasama di lingkungan kerja. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa saling memiliki dan tanggung jawab bersama antar karyawan.
Acara berlangsung meriah dan penuh gelak tawa, menciptakan kenangan manis bagi semua yang terlibat. Penilaian dari tiga juri didasarkan pada beberapa indikator, seperti tingkat kreativitas, pemanfaatan barang bekas, hingga keselarasan gerak dengan musik. Menurut salah satu juri, Asep Mulyana, penilaian ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada upaya maksimal dari para peserta.
Ketua Grup Ash Kolaya, Ida, mengungkapkan rasa bahagianya setelah tampil dalam lomba ini. Dengan persiapan matang bersama tim dan ide kreatif berupa penggunaan kostum tradisional Papua, mereka berhasil mendapatkan apresiasi tinggi dari para juri hingga dinobatkan sebagai juara pertama. Ida juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas, solidaritas, dan kebersamaan.
Selain hiburan, lomba ini bertujuan untuk mempererat keakraban dan membangun tali persaudaraan di antara karyawan. Sebagai bentuk apresiasi, juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai senilai 4 juta rupiah, sedangkan juara kedua menerima hadiah sebesar 2 juta rupiah.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan seperti ini dapat membawa dampak positif bagi pengembangan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antar karyawan. Mereka juga mendorong terciptanya budaya saling mendukung dan membangun tim kerja yang semakin solid di masa depan.
Reporter. : Ali Bisma









.webp)













Post A Comment:
0 comments: