E satu.com (Indramayu) -
Informasi terkini dari Situs Pengadaan SPSE Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, per Minggu (03/05), menunjukkan bahwa proses pengadaan konstruksi jalan yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2026 telah memasuki tahap Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) serta masa sanggah.

Sejumlah paket besar proyek rekonstruksi jalan telah diumumkan pemenangnya, sementara sebagian lainnya masih berada dalam tahap masa sanggah. Proses tender ini menjadi sorotan karena melibatkan puluhan peserta dengan kompetisi harga yang cukup ketat, meski di beberapa paket hanya sedikit peserta yang benar-benar mengajukan penawaran.

 Tiga Paket Besar Sudah Masuk Tahap Penetapan Pemenang 

Pada kelompok proyek utama, tercatat tiga paket besar rekonstruksi jalan yang telah ditetapkan pemenangnya:

1. Rekonstruksi Jalan SP. Gadingan-  Segeran
   Pagu sebesar Rp 1.999.976.800,00 dimenangkan oleh  CV Generasi Muda Karya  dengan harga negosiasi Rp 1.919.317.778,71.
2. Rekonstruksi Jalan Rancajawat-  Sukaperna
   Pagu Rp 4.999.968.800,00 dimenangkan oleh CV INTI dengan harga penawaran Rp4.850.167.873,87 dan hasil negosiasi Rp 4.796.900.435,03.  Tender ini diikuti 24 peserta, namun hanya 3 yang mengajukan penawaran yaitu CV Linggis Nusantara, CV Inti, dan CV Utama.
3. Rekonstruksi Jalan Karangsinom- Gabuskulon  Pagu Rp 4.999.968.800,00 dimenangkan oleh CV Sarana Nusaraya  dengan harga negosiasi Rp 4.774.967.562,87.  Kompetisi cukup ketat dengan 5 peserta penawar, di mana CV Linggis Nusantara berada di penawaran terendah, disusul PT Sejajar Sejahtera Bersama, PT Cikal Bakal Maju, CV Sarana Nusaraya, dan CV Dua Aksara Nusantara.
Selain tiga paket utama tersebut, terdapat 19 paket pekerjaan konstruksi jalan lainnya yang saat ini masih dalam masa sanggah. Beberapa di antaranya sudah diumumkan pemenangnya, antara lain:

* Rekonstruksi Jalan Druntenwetan- Kedungdawa dimenangkan CV Hikmah Terang dengan harga negosiasi Rp 2.878.961.146,46 dari pagu Rp 2.999.992.000,00.
* Rekonstruksi Jalan Panyingkiran- Cantigi Kulon dimenangkan CV Naufal Bersaudara Sejahtera dengan harga penawaran Rp 2.456.958.299,70.
* Rehabilitasi Jalan Tembaga Raya  Dimenangkan CV Sigit Putra dengan harga penawaran Rp 3.411.898.662,19.
* Rekonstruksi Jalan Pringgacala- Kalianyar
  Dimenangkan CV Utama dengan harga penawaran Rp 4.848.679.079,03.
* Rekonstruksi Jalan Sidodadi Mekarjati-
  Dimenangkan CV EPJ dengan harga penawaran Rp 2.818.598.192,08.
* Rekonstruksi Jalan Sindang-  Pecuk dimenangkan CV Lintang Kahuripan dengan harga Rp 2.941.484.143,72.
* Rekonstruksi Jalan Juntikebon-  SP Segeran 
  Dimenangkan El Jassan dengan harga penawaran Rp 1.854.204.867,33.
* Rekonstruksi Jalan Temiyang-SP Pejaten
  dimenangkan  oleh PT Putri Pringga Baya dengan harga  penawaran Rp4.833.135.540,96.

Namun, ada pula paket yang belum merilis pemenang secara resmi, yakni Rekonstruksi Jalan Gunungsari- Ujunggebang meski sudah masuk tahap masa sanggah.

Di tengah proses tender tersebut, Pemerhati Insfratruktur Kabupaten Indramayu, Tomi Susanto, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal seluruh proyek agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan dokumen gambar kontrak.  Ia menyebut pengawasan ini penting untuk mencegah potensi kecurangan oleh oknum penyedia jasa.

“Sudah saya pegang semua dokumen gambar proyeknya, tentunya sebagai bahan untuk melakukan investigasi di lapangan,” ungkapnya.

Lebih jauh, pria yang juga Sekretaris FPWI juga menyoroti adanya dugaan praktik tidak sehat dalam proses lelang, di mana terdapat indikasi satu kelompok pengusaha yang menggunakan lebih dari satu perusahaan untuk mengikuti tender yang sama.

“Saya menemukan sejumlah paket yang ternyata ada oknum pengusaha yang sengaja memasang lebih dari satu perusahaan,” tambahnya.

Temuan tersebut, menurutnya, bisa menimbulkan kesan seolah-olah proses lelang berlangsung kompetitif, padahal berpotensi dikendalikan oleh pihak yang sama.

Dengan banyaknya proyek infrastruktur jalan yang digulirkan di Kabupaten Indramayu tahun 2026 ini, proses pengawasan menjadi faktor penting untuk memastikan kualitas pekerjaan dan transparansi pengadaan tetap terjaga. Apalagi, nilai total proyek yang mencapai miliaran rupiah berpotensi menjadi area rawan penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat.

Hingga kini, seluruh paket masih berada dalam tahapan administratif akhir sebelum pelaksanaan konstruksi benar-benar dimulai di lapangan. (Tri Hadi )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top