E satu.com (Indramayu) - Suasana Kantor DPRD Kabupaten Indramayu mendadak tegang, Rabu (10/06/2026). Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) secara mengejutkan melakukan penggeledahan di gedung wakil rakyat tersebut.

Kedatangan aparat penegak hukum itu sontak mengundang perhatian pegawai hingga masyarakat yang berada di sekitar kompleks DPRD. Tim penyidik tiba sekitar pukul 09.32 WIB menggunakan kendaraan berpelat merah dengan stiker resmi Kejati Jabar dan langsung bergerak cepat menuju ruang Sekretariat DPRD yang berada di bagian belakang gedung utama.

Tanpa banyak bicara, sejumlah penyidik masuk ke ruangan sekretariat sambil membawa map dan perlengkapan pemeriksaan. Situasi di dalam gedung pun berubah mencekam. Aktivitas pegawai terlihat terbatas, sementara beberapa orang memilih keluar ruangan saat proses penggeledahan berlangsung.

Penggeledahan berlangsung tertutup selama hampir tiga jam. Tidak satu pun pihak diperkenankan masuk ke area pemeriksaan. Sejumlah dokumen dan berkas penting diduga menjadi target utama penyidik Kejati Jabar.

Sekitar pukul 12.03 WIB, tim penyidik akhirnya keluar dari gedung sambil membawa beberapa bendel dokumen tebal. Tanpa memberikan komentar kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi, para penyidik langsung bergegas menuju kendaraan yang telah disiagakan di pintu belakang gedung DPRD.

Raut wajah serius para petugas dan pengamanan yang ketat semakin memunculkan dugaan bahwa kasus yang tengah diusut bukan perkara kecil.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, penggeledahan ini diduga berkaitan dengan dua perkara besar yang belakangan menjadi sorotan publik Indramayu, yakni dugaan korupsi Tunjangan Perumahan (Tuper) DPRD tahun anggaran 2022 dan kasus kredit bermasalah di BPR Karya Remaja (BPR-KR).  Ketua Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi, yang berada di lokasi menyebut pengusutan tersebut diduga menyasar keterlibatan anggota aktif maupun mantan anggota DPRD Indramayu.

“Sekarang yang ramai itu kasus Tuper dan BPR-KR. Dari 16 debitur bermasalah di BPR-KR kabarnya ada anggota dewan aktif yang ikut terseret. Begitu juga soal Tuper yang disebut melibatkan sejumlah nama anggota legislatif,” ujar Masdi.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua WN 88 Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad. Ia mengaku telah menerima informasi sebelumnya mengenai kedatangan tim penyidik Kejati Jabar ke Indramayu.

“Kemarin saya sudah dapat kabar kalau tim Kejati Jabar akan turun langsung,” katanya.


Sementara itu, Sekretaris DPRD Indramayu, Dulyono, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia juga mengakui sejumlah dokumen dibawa oleh tim penyidik.


“Benar ada penggeledahan dari Tim Satgas Kejati Jabar dan ada dokumen yang dibawa terkait perkara yang sedang didalami,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kejati Jawa Barat masih menutup rapat informasi terkait pihak-pihak yang telah diperiksa maupun kemungkinan adanya calon tersangka baru.

Namun penggeledahan di gedung legislatif tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penyidik tengah membongkar dugaan skandal korupsi besar yang diduga melibatkan lingkaran elite politik di Kabupaten Indramayu.

(TRI HADI)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top