Jiwa yang diselimuti rasa takut akan kehilangan keberanian untuk tumbuh. Ia mengkerut seperti tutut yang masuk ke dalam cangkangnya ketika merasa terancam.


Ketakutan yang berlebihan membuat seseorang enggan melangkah, takut mengambil keputusan, takut menghadapi tantangan, bahkan takut menyampaikan kebenaran. Akibatnya, potensi yang dimiliki tidak berkembang dan kehidupan dijalani dalam bayang-bayang kecemasan.

Rasa takut memang naluri manusia, namun jika dibiarkan menguasai jiwa, ia dapat menjadi penjara yang membatasi pikiran dan tindakan. Banyak kesempatan hilang bukan karena tidak mampu, melainkan karena terlalu takut mencoba. Banyak kebenaran tidak terucap bukan karena tidak tahu, melainkan karena takut terhadap risiko dan konsekuensi.

Jiwa yang kuat bukanlah jiwa yang tidak pernah takut, melainkan jiwa yang mampu mengendalikan ketakutannya. Ia tetap melangkah meskipun ada kekhawatiran, tetap berbuat baik meskipun ada risiko, dan tetap menyuarakan kebenaran meskipun menghadapi tekanan. Sebab keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kemampuan untuk tidak tunduk kepada rasa takut.

Ketika jiwa dibebaskan dari belenggu ketakutan, ia akan berkembang, tumbuh, dan menemukan kekuatan yang selama ini tersembunyi dalam dirinya.

Penulis : Asep Wawan Wibawan
( Jurnalis E satu.com )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top