E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, tidak hanya dalam hal keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api. KAI juga menghadirkan layanan Lost and Found untuk membantu penumpang yang kehilangan atau tertinggal barang di dalam kereta maupun di lingkungan stasiun.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan layanan Lost and Found dijalankan oleh petugas yang memiliki tanggung jawab dan integritas tinggi sehingga mampu memberikan rasa tenang bagi pelanggan yang mengalami kehilangan barang.

"Layanan Lost and Found menjadi salah satu bentuk komitmen KAI dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Penumpang yang kehilangan atau tertinggal barang masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan kembali barangnya berkat kesigapan dan integritas petugas di lapangan," ujar Muhibbuddin, Jumat (20/6/2026).


Ia menjelaskan, penumpang yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor kepada kondektur yang bertugas di dalam kereta, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) di stasiun, maupun melalui Contact Center KAI 121.

Setelah laporan diterima, petugas akan melakukan pencarian terhadap barang yang dilaporkan hilang. Jika barang berhasil ditemukan saat itu juga, maka akan langsung diserahkan kepada pemiliknya. Namun apabila belum ditemukan, KAI akan terus melakukan penelusuran dan memberikan informasi perkembangan penanganan kepada pelapor.

Selain menangani laporan kehilangan, KAI juga memiliki prosedur khusus untuk barang temuan. Setiap barang yang ditemukan di dalam kereta atau area stasiun akan diumumkan melalui pengeras suara. Jika tidak ada pihak yang mengaku sebagai pemilik, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan stasiun.
Selanjutnya, barang temuan akan diberi label, diverifikasi, dan dimasukkan ke dalam Database Lost and Found milik KAI yang terintegrasi secara online di berbagai stasiun.

"Dengan sistem database yang terhubung secara online, pencarian barang hilang menjadi lebih mudah karena petugas dapat mencocokkan laporan kehilangan dengan data barang temuan berdasarkan ciri maupun spesifikasinya. Pelanggan juga dapat melaporkan kehilangan barang di seluruh stasiun yang melayani layanan tersebut," jelas Muhibbuddin.


Sepanjang Januari hingga 20 Juni 2026, KAI Daop 3 Cirebon mencatat sebanyak 438 kasus penemuan barang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api. Barang-barang yang ditemukan beragam, mulai dari laptop, tablet, Nintendo Switch, koper, dompet, dokumen penting, uang tunai, telepon genggam, smartwatch hingga perhiasan emas.

Total nilai estimasi barang yang berhasil diamankan mencapai Rp477.514.000.

Menariknya, seluruh barang yang ditemukan tersebut telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Muhibbuddin menegaskan keberhasilan pengembalian barang tidak lepas dari kejujuran dan respons cepat para petugas KAI yang bertugas di lapangan.


"Tidak hanya respons cepat, integritas yang tinggi juga wajib dimiliki oleh para petugas KAI. Berkat kesigapan dan kejujuran petugas, barang yang tertinggal dapat ditemukan dan kembali ke tangan pemiliknya dalam kondisi utuh," katanya.


Meski demikian, KAI tetap mengimbau para pelanggan untuk lebih berhati-hati dalam membawa barang bawaan selama perjalanan. Penumpang diminta tidak membawa barang secara berlebihan serta selalu memeriksa kembali barang yang disimpan di area tempat duduk maupun rak bagasi sebelum turun dari kereta.

"Pastikan kembali seluruh barang bawaan yang ada di area tempat duduk dan bagasi agar tidak tertinggal saat perjalanan berakhir," pungkas Muhibbuddin. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top