E satu.com (Kota Cirebon) - Keluarga Besar Kasultanan Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi membuat Bubur Suro sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Tradisi yang berlangsung di Langgar Alit, Sabtu (27/6/2026), menjadi puncak rangkaian kegiatan bulan Muharram di lingkungan keraton.
Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat, mengatakan tradisi Bubur Suro merupakan salah satu warisan budaya yang rutin dilaksanakan setiap memasuki bulan Muharram.
"Yang hari ini adalah Asyura atau membuat Bubur Suro. Ini menjadi puncak rangkaian kegiatan sejak malam 1 Suro hingga pembuatan Bubur Suro," kata Goemelar didampingi Patih Anom PR Nusantara saat ditemui di Langgar Alit.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian tradisi tersebut merupakan bentuk penyambutan terhadap Tahun Baru Islam, khususnya menjelang 10 Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan.
Menurutnya, bulan Muharram memiliki makna istimewa dalam ajaran Islam karena berkaitan dengan berbagai peristiwa penting dalam perjalanan para nabi. Karena itu, masyarakat diajak memperbanyak doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.
"Semoga di bulan Muharram ini kita semua mendapatkan berkah dari Allah SWT. Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan," ujarnya.
Goemelar menuturkan, sebelum puncak acara Bubur Suro, Keraton Kasepuhan telah menggelar berbagai tradisi, mulai dari doa bersama, santunan anak yatim piatu, pagelaran wayang kulit, kirab budaya, hingga jamasan atau pencucian pusaka peninggalan para leluhur.
Seluruh rangkaian tersebut, lanjut dia, merupakan bentuk pelestarian adat sekaligus ungkapan syukur atas datangnya bulan Muharram.
Sementara itu, Kiai Jumhur Masjid Sang Cipta Rasa dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Bubur Suro bukan sekadar sajian kuliner, melainkan simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas datangnya bulan yang penuh keberkahan.
"Bubur Suro menjadi simbol rasa syukur. Di dalamnya juga terdapat berbagai menu dan pelengkap yang memiliki makna serta ciri khas tersendiri," tuturnya. (Wandi)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: