E satu.com (Banten ) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah dia terlihat kesal saat ditanya terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Beberapa waktu lalu,Selasa (8/7/2026).
Temuan BPK tersebut terkait dengan spesifikasi dalam pekerjaan pengadaan videotron pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.
Menanggapi hal itu, Ati menegaskan bahwa BPK telah melakukan mekanisme pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Untuk itu, pihaknya menyebut pembahasan teknis mengenai hal itu menjadi kewenangan BPK.
"Temuan BPK itu sudah ditangani. Untuk teknis tindak lanjutnya ada di Inspektorat," kata Ati kepada awak media di Serang.
Menurutnya, temuan BPK dalam pengadaan videotron itu bukan soal spesifikasi atau kualitas barang, melainkan soal pekerjaan konstruksi fisik penunjang perangkat. Dalam proyek pengadaan videotron terdapat pekerjaan konstruksi yang mencakup pembangunan pondasi dan struktur penyangga. Aspek inilah yang menjadi sorotan dalam hasil pemeriksaan BPK.
"Bagian konstruksi fisik itulah yang menjadi temuan. Jadi bukan spesifikasi videotronnya yang menjadi temuan, tetapi pekerjaan konstruksi fisiknya," jelasnya.
Tak hanya menjadi sorotan karena sikapnya terhadap wartawan, Ati Pramudji Hastuti juga menyandang titel sebagai ASN terkaya di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Kekayaannya bahkan mengungguli para petinggi Pemprov Banten, seperti Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar yang tercatat memiliki harta sekitar Rp15,05 miliar dan Penjabat Sekda Provinsi Banten M. Tranggono dengan total kekayaan Rp19,71 miliar.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ati melaporkan total hartanya mencapai Rp24,5 miliar pada periode 2022. Namun, dalam laporan periodik 2024, total kekayaannya tercatat sebesar Rp17.481.064.736.
Jumlah besar itu disumbang oleh puluhan unit tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, DI Yogyakarta, Serang, Bogor, Batam, hingga Badung, Bali. Dikutip dari
AFU.ID
( AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: