Tangerang – Berangkat dari keprihatinannya terhadap masih adanya pejabat yang dinilai kurang peduli terhadap keluh kesah masyarakat kecil, seorang jurnalis otodidak, Asep Wawan Wibawan, menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui karya tulis dan pemberitaan.
Menurut Asep, kritik yang disampaikan bukan bertujuan menyerang pribadi seseorang, melainkan sebagai bentuk pengingat agar para pejabat tetap mengedepankan amanah, kepedulian, dan rasa empati kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
"Seorang pejabat adalah pelayan masyarakat. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan perhatian, sudah sepatutnya mereka hadir, mendengar, dan berusaha memberikan solusi sesuai kewenangannya," ujar Asep.
Ia menilai, setiap pejabat tentu tidak luput dari kekurangan. Karena itu, kritik yang disampaikan melalui media merupakan bagian dari kontrol sosial agar penyelenggara pemerintahan senantiasa bekerja secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pejabat yang kurang memiliki kepedulian berisiko kehilangan kepekaan terhadap persoalan rakyat. Oleh sebab itu, budaya empati harus terus ditumbuhkan dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelayanan publik.
Asep juga menekankan bahwa para pejabat, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif, pada umumnya memiliki latar belakang pendidikan yang baik. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu memahami bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan empati merupakan bagian penting dari kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gaji dan berbagai tunjangan yang diterima pejabat bersumber dari anggaran negara atau daerah yang berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya amanah tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang tulus, adil, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Selain menjalankan tugas sesuai aturan, Asep berpendapat tidak ada salahnya apabila pejabat yang memiliki kemampuan ekonomi menyisihkan sebagian rezekinya secara sukarela untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan. Baginya, kepedulian sosial merupakan nilai kemanusiaan yang dapat memperkuat hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
"Sedikit rezeki yang dibagikan dengan niat tulus tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Sebaliknya, kepedulian kepada sesama dapat menjadi jalan datangnya keberkahan dalam kehidupan," tutupnya.
(AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: