E satu.com ( Tangerang ) - 
Persoalan pengangguran berpendidikan tinggi di wilayah Tangerang Raya menjadi perhatian. Data yang diberitakan berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat 20.878 lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Dari jumlah tersebut, Kota Tangerang mencatat angka tertinggi secara jumlah, yakni 12.675 orang. Angka itu mencapai sekitar 60,7 persen dari total pengangguran lulusan perguruan tinggi di Tangerang Raya.

Sementara itu, Kota Tangerang Selatan tercatat sebanyak 4.636 orang dan Kabupaten Tangerang 3.567 orang.

Besarnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja menjadi sinyal bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak semata-mata berkaitan dengan tingkat pendidikan. Ketersediaan lapangan kerja, kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, serta kualitas informasi pasar kerja juga perlu menjadi perhatian.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Di tengah citra Tangerang sebagai salah satu kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi, tingginya jumlah sarjana yang belum bekerja menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pertumbuhan ekonomi daerah mampu membuka kesempatan kerja yang sesuai dengan kualifikasi masyarakat.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Jumlah pengangguran berbeda dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Berdasarkan data yang diberitakan, TPT lulusan perguruan tinggi di Kota Tangerang tercatat 7,05 persen, sedangkan Kota Tangerang Selatan 7,51 persen. Artinya, Kota Tangerang tertinggi dalam jumlah, bukan berarti memiliki persentase TPT lulusan perguruan tinggi tertinggi.

Pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai langkah konkret untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan sektor usaha. Program pelatihan dan bursa kerja akan lebih bermakna apabila diikuti dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja serta evaluasi terhadap lulusan yang telah mengikuti program tersebut.

Publik juga berhak mengetahui apakah investasi dan pertumbuhan sektor industri di Tangerang Raya telah memberikan dampak yang sebanding terhadap penyerapan tenaga kerja lokal berpendidikan tinggi.

Sebab, tingginya angka sarjana menganggur bukan sekadar persoalan statistik. Di balik angka 20.878 terdapat ribuan anak muda yang telah menempuh pendidikan tinggi, tetapi belum memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensinya di dunia kerja.

Pemerintah dituntut tidak berhenti pada slogan penciptaan lapangan kerja. Yang dibutuhkan masyarakat adalah data yang transparan, kebijakan yang terukur, dan hasil yang dapat dibuktikan.

( AWW )

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top