E satu.com (Kabupaten Cirebon) -  Institut Pertanian Bogor (IPB) terus mendorong pengembangan potensi masyarakat Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari diversifikasi produk ikan bandeng, fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, hingga pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi bahan campuran paving block.

Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu (8/8/2026) di Kantor Kuwu Desa Kalisapu.

Program ini digagas melalui Lembaga Pengembangan AgroMaritim dan Akselerasi Intrapreneurship (LP2AI) IPB dengan melibatkan Pemerintah Desa Kalisapu, PKK, BPD, Babinsa, Bumdes, pelaku UMKM, mahasiswa KKNT IPB, serta masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB di Desa Kalisapu, Faiz, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa bersama IPB untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki Desa Kalisapu.


Menurutnya, salah satu potensi yang mendapat perhatian ialah limbah cangkang kerang yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


"Limbah cangkang kerang tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi material yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi," ujar Faiz dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, pemanfaatan cangkang kerang sebagai campuran pembuatan paving block diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang inovasi produk berbasis potensi lokal.

Selain sektor lingkungan, kelompok KKNT IPB juga mendorong pengembangan UMKM melalui diversifikasi produk, khususnya olahan ikan bandeng yang menjadi salah satu potensi masyarakat Desa Kalisapu.

Faiz berharap pendampingan yang dilakukan bersama masyarakat tidak berhenti setelah program KKNT selesai.

Ia ingin masyarakat dapat melanjutkan inovasi tersebut sehingga menghasilkan produk yang memiliki manfaat ekonomi dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kuwu Desa Kalisapu, Suhana, menyambut baik kegiatan yang dilakukan IPB bersama masyarakat.

Menurut Suhana, kehadiran mahasiswa dan pihak IPB memberikan tambahan pengetahuan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi paving block merupakan inovasi menarik karena menyentuh dua aspek sekaligus, yakni pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Suhana juga berharap pendampingan terhadap pelaku UMKM, termasuk fasilitasi sertifikasi halal, dapat membantu meningkatkan kualitas serta daya saing produk masyarakat Desa Kalisapu.

"Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami berharap UMKM di Desa Kalisapu semakin berkembang dan produk masyarakat memiliki nilai tambah serta legalitas yang lebih baik," kata Suhana.

Dorong Ekonomi Sirkular di Desa
Kegiatan IPB tersebut sekaligus memperkenalkan konsep pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.


Cangkang kerang yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran pembuatan paving block.


Di sisi lain, pendampingan sertifikasi halal memberikan perhatian terhadap aspek legalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.

Kolaborasi antara IPB, Pemerintah Desa Kalisapu, mahasiswa KKNT, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun inovasi berbasis potensi lokal.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berlanjut menjadi model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan pendidikan, inovasi, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ekonomi desa. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top