E satu.com (Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus meningkatkan kualitas prasarana perkeretaapian.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan prasarana jalan rel sepanjang 30.850 meter atau 30,85 kilometer. Pekerjaan itu mencakup 1.234 batang rel serta pengelasan sambungan menggunakan metode flashbutt welding di 1.074 titik.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, peningkatan kualitas prasarana menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan perjalanan kereta api.
"Peningkatan kualitas prasarana ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 3 Cirebon untuk terus menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan," kata Muhibbuddin, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, kondisi jalan rel yang semakin baik dan andal diharapkan dapat membuat perjalanan kereta api berlangsung lebih optimal.
Dalam pekerjaan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon menggunakan metode flashbutt welding untuk meningkatkan kualitas sambungan rel.
Metode ini memanfaatkan arus listrik untuk memanaskan kedua ujung rel yang akan disambungkan, kemudian diberikan tekanan hingga menghasilkan sambungan yang kuat dan homogen.
Pengerjaan flashbutt welding dilakukan sekitar 18 hingga 22 titik per hari. Secara keseluruhan, terdapat 1.074 titik sambungan yang dikerjakan.
"Flashbutt welding memiliki keunggulan dari sisi kecepatan pengerjaan maupun kualitas hasil sambungan. Metode ini menyatukan logam asli pada kedua ujung rel melalui proses pemanasan dan tekanan, sehingga menghasilkan sambungan yang kuat dan homogen," jelasnya.
Selain flashbutt welding, terdapat pula metode thermit welding. Metode ini menggunakan reaksi kimia antara bubuk aluminium dan oksida besi untuk menghasilkan panas yang kemudian melelehkan logam pengisi.
Berbeda dengan flashbutt welding, proses thermit welding membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang karena terdapat tahapan persiapan cetakan hingga pendinginan.
Metode tersebut umumnya digunakan untuk pekerjaan perbaikan atau penyambungan di lokasi yang tidak memungkinkan penggunaan mesin flashbutt.
Muhibbuddin menuturkan, pekerjaan peningkatan prasarana dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Pekerjaan dilaksanakan pada window time, yakni waktu yang telah ditentukan ketika tidak terdapat kereta api yang melintas di lokasi pekerjaan.
"Pekerjaan kami lakukan pada window time sehingga dapat meminimalkan dampak terhadap operasional perjalanan kereta api. Namun, pada saat pekerjaan berlangsung, tetap diberlakukan pembatasan kecepatan di lokasi pekerjaan," ujarnya.
Pembatasan kecepatan tersebut dilakukan sebagai langkah pengamanan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung.
Peningkatan kualitas jalan rel ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kecepatan perjalanan kereta api serta efisiensi waktu tempuh.
KAI Daop 3 Cirebon pun berkomitmen melaksanakan peningkatan prasarana secara bertahap dan terukur dengan tetap menjaga keberlangsungan operasional perjalanan kereta api.
"Kami berkomitmen agar seluruh pekerjaan peningkatan prasarana dapat berjalan dengan optimal tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api. Bagi kami, keselamatan perjalanan dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama," pungkas Muhibbuddin. (Wandi)











.webp)













Post A Comment:
0 comments: