E satu.com 
(Kota Cirebon) - Keraton Kasepuhan Cirebon kembali menggelar tradisi Apeman sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi yang dilaksanakan pada bulan Safar itu berlangsung khidmat dan diikuti doa bersama oleh keluarga keraton, abdi dalem, serta masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon PR. Goemelar Soeryadiningrat, Patih Anom PR. Nusantara, Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kyai Jumhur, para abdi dalem, dan warga yang memadati lokasi acara.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR. Goemelar Soeryadiningrat, mengatakan tradisi Apeman merupakan bagian dari rangkaian adat menuju peringatan Maulid Nabi yang setiap tahun dilestarikan Keraton Kasepuhan.


"Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW diawali pada bulan Safar dengan beberapa tradisi, salah satunya bekaseman ikan yang dilaksanakan pada 5 Safar. Insyaallah bekaseman ikan akan dibuka kembali pada 5 Mulud dalam rangkaian Siraman Panjang," kata Goemelar.


Ia menjelaskan, Siraman Panjang merupakan tradisi pencucian piring dan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati. Prosesi tersebut akan mencapai puncaknya pada 12 Mulud yang tahun ini diperkirakan bertepatan dengan 26 Agustus 2026.

Menurutnya, sebelum memasuki puncak peringatan Maulid, Keraton Kasepuhan juga melaksanakan sejumlah tradisi lainnya pada bulan Safar. Di antaranya pelaburan atau pengecatan menggunakan tanah merah pada kawasan Siti Inggil, tembok-tembok Kuta Kosod, hingga lingkungan Keraton Dalem Agung Pakungwati.

"Jadi ada beberapa rangkaian acara yang Insyaallah akan terus dilaksanakan hingga puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Tradisi-tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya Keraton Kasepuhan Cirebon menjaga warisan budaya dan syiar Islam yang telah berlangsung turun-temurun, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan adat istiadat Cirebon. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top