E satu.com (Kota Tangerang ) - Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Silaturahmi Kebangsaan di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh budaya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan serta meneruskan perjuangan mereka melalui persatuan, toleransi, dan pembangunan.
Namun, di tengah pesan tentang persatuan dan kebangsaan tersebut, muncul harapan dari masyarakat agar nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tidak berhenti pada forum seremonial, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Pasalnya, bagi sebagian masyarakat, persoalan kebangsaan tidak hanya berkaitan dengan menjaga kerukunan dan kondusivitas. Persoalan ekonomi, kebutuhan hidup, akses terhadap pelayanan publik, serta perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan juga menjadi bagian dari realitas kehidupan masyarakat.
Seorang warga Kota Tangerang yang mengikuti kegiatan tersebut, namun meminta namanya tidak disebutkan, berharap Pemerintah Kota Tangerang dapat meningkatkan kepekaan sosial dan rasa empati terhadap kondisi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu lebih banyak mendengar persoalan warga secara langsung dan tidak hanya mengandalkan gambaran kondisi masyarakat melalui laporan administratif.
«“Pemerintah harus berani melihat kenyataan bahwa masih ada warga yang hidupnya berat. Jangan hanya melihat yang sudah berhasil, tetapi juga dengarkan mereka yang masih kesulitan,” ujarnya.»
Ia juga berharap perhatian tersebut secara khusus dapat ditingkatkan oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin terhadap masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
“Kami sangat berharap, khususnya kepada Bapak Sachrudin selaku Wali Kota Tangerang, bisa lebih meningkatkan kepekaan sosial dan rasa empati kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang sedang berkeluh kesah karena terhimpit beban ekonomi yang sangat berat,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan persatuan.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya dapat diukur melalui pembangunan fisik, berbagai program, penghargaan, maupun angka-angka capaian pemerintahan.
Di balik berbagai capaian tersebut, masih terdapat masyarakat yang berharap persoalan mereka dapat didengar dan mendapatkan perhatian.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit dan membutuhkan perhatian.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan pemerintah yang mampu menyampaikan keberhasilan pembangunan. Mereka juga membutuhkan pemerintah yang terbuka mengakui bahwa masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan dan masih ada warga yang membutuhkan kehadiran serta perhatian pemerintah.
Dalam konteks tersebut, Silaturahmi Kebangsaan dapat memiliki makna yang lebih luas apabila tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi turut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dengan berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Sebab, persatuan bukan hanya ketika masyarakat berkumpul dalam satu tempat, mengikuti rangkaian kegiatan, dan menyampaikan deklarasi bersama.
Persatuan juga dapat tumbuh ketika masyarakat merasa didengar, dihargai, diperhatikan, dan mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Dengan demikian, semangat kebangsaan tidak hanya hadir di atas panggung, tetapi juga dirasakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
(AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: