E satu.com (Cirebon) -
Setelah empat hari menghadirkan berbagai kegiatan ekonomi, budaya, kompetisi, edukasi, dan kolaborasi, Trikarsa Fest 2026 resmi ditutup pada 17 Agustus 2026.

Penutupan festival yang digelar Bank Indonesia Cirebon bersama berbagai mitra tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum itu sekaligus menjadi penegasan semangat kemandirian, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan Trikarsa Fest yang berlangsung pada 14-17 Agustus 2026 mencatat sejumlah capaian.

Selama empat hari, sebanyak 37 kegiatan digelar dengan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 115.538 orang. Festival tersebut juga melibatkan 103 tenant UMKM dan sembilan mitra strategis.

Dari sisi ekonomi, seluruh rangkaian Trikarsa Fest membukukan transaksi sekitar Rp1,14 miliar. Sementara kegiatan Business Matching menghasilkan 49 Letter of Intent (LoI) dengan nilai komitmen sekitar Rp14,32 miliar.

Selain itu, kegiatan tersebut turut mendorong penyaluran pembiayaan perbankan di wilayah Ciayumajakuning dengan nilai sekitar Rp2,12 miliar.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa Trikarsa Fest tidak berhenti sebagai ruang pamer dan perayaan, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, mitra usaha, dan sumber pembiayaan untuk membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas," ujar Wihujeng, Senin (17/8/2026).


Transaksi QRIS Capai 9.282

Semangat transformasi digital juga terlihat selama pelaksanaan Trikarsa Fest 2026. Tercatat sebanyak 9.282 transaksi menggunakan QRIS sepanjang festival.

Menurut Wihujeng, capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau CEMUMUAH.

Melalui berbagai aktivitas berbasis QRIS, digitalisasi pembayaran tidak hanya diperkenalkan sebagai teknologi, tetapi juga semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM.

4.550 Peserta Ikuti Kompetisi dan Edukasi

Trikarsa Fest juga menjadi ruang pengembangan kreativitas dan talenta masyarakat. Sebanyak 4.550 peserta terlibat dalam berbagai kompetisi dan talkshow selama rangkaian kegiatan.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia di wilayah Ciayumajakuning. Sejumlah kompetisi bahkan menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berkembang menjadi kegiatan berskala nasional.

Berbagai agenda tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, meningkatkan keterampilan, serta menciptakan peluang baru bagi generasi muda.

Salah satunya melalui bootcamp Artificial Intelligence (AI) dan program barista nonprofesional yang diperkirakan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 60 orang.

Inisiatif tersebut menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dapat membuka peluang ekonomi baru melalui sinergi lintas pihak dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi.


Lima Denyut, Ribuan Cerita, Satu Ciayumajakuning

Berbagai capaian Trikarsa Fest 2026 menjadi representasi semangat "Lima Denyut, Ribuan Cerita, Satu Ciayumajakuning."

Setiap transaksi yang tercipta, UMKM yang mendapatkan pasar baru, kolaborasi yang terbangun, talenta yang memperoleh keterampilan, hingga peluang usaha yang terbuka menjadi bagian dari denyut kemajuan ekonomi Ciayumajakuning.

Wihujeng menegaskan, capaian Trikarsa Fest merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan bukan semata-mata hasil kerja Bank Indonesia.

Festival tersebut didukung pemerintah daerah se-Ciayumajakuning, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, pelaku UMKM, serta berbagai mitra strategis sejak tahap persiapan hingga penutupan.

"Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa potensi ekonomi daerah dapat menghasilkan dampak yang lebih besar ketika berbagai pihak mampu bergerak dengan tujuan yang sama," katanya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top