E satu.com (Indramayu) - Dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp 2,5 miliar di SMKN 1 Bongas, Kabupaten Indramayu, kian merebak setelah pos anggaran administrasi yang membengkak hingga Rp 927 juta didesak untuk diusut tuntas oleh aparat penegak hukum dan Inspektorat Jawa Barat.

Desakan audit investigatif itu menguat menyusul bocoran bahwa laporan pertanggungjawaban (SPJ) sekolah diduga tidak sinkron dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), meski pihak sekolah bergeming bahwa dana nyaris Rp 1 miliar tersebut diserap untuk kebutuhan praktik siswa.

"Coba diminta tunjukkan peng-SPJ-annya, dan crosscheck dengan RAB kegiatan serta RKAS-nya. Biasanya tidak sinkron," ungkap seorang sumber tepercaya yang minta dirahasiakan indentitasnya.

Berdasarkan data portal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), SMKN 1 Bongas menerima kucuran BOS sebesar Rp 2.532.640.000 untuk 1.439 siswa. Pos Administrasi Kegiatan Sekolah menyedot porsi terbesar mencapai 36,6 persen dari total anggaran atau setara pengeluaran rutin Rp 77 juta per bulan yang awalnya diduga didominasi belanja Alat Tulis Kantor (ATK).

Merespons hal  tersebut, Kepala SMKN 1 Bongas, Leo Bagus Saputra, berkilah bahwa anggaran administrasi itu tidak berfokus pada ATK, melainkan terbagi ke dalam tiga standar belanja untuk menunjang empat jurusan keahlian.

"Pelaksanaan Administrasi Kegiatan Sekolah terdiri dari Standar Proses Rp 38,7 juta, Standar Sarana dan Prasarana Rp 48 juta, serta Standar Pengelolaan untuk bahan praktik program keahlian sebesar Rp 841,3 juta," jelas Leo melalui pesan tertulis.

Selain pos administrasi, rincian penggunaan anggaran BOS di sekolah tersebut yang turut disorot antara lain:
- Pemeliharaan Sarana & Prasarana: Rp 469.874.000 (18,5%)
- BKK, Prakerin/PKL & Magang Guru (Tahap I): Rp 413.167.600 (16,3%)
- Pengembangan Perpustakaan (Tahap II): Rp 253.281.200 (10,0%)
- Penyediaan Alat Multimedia Pembelajaran: Rp 225.714.200 (8,9%).

Penjelasannya kepala SMK Negeri 1 Bongas nampaknya membuka  takbir gelap yang mana adanya indikasi dooble belanja anggaran salah satunya pada Standar Sarana dan Prasarana yang masuk belajar di sektor pembiayaan Administrasi Sekolah senilai Rp48 juta. Sedangkan   untuk  Sarpras telah di alokasi sendiri yakni kurang lebihnya senilai Rp 469,8 juta .   (TKH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top