Articles by "Kuningan"
Showing posts with label Kuningan. Show all posts
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Mengisi masa libur sekolah, Yayasan Mutiara Bunda melalui SLB Mutiara Bunda Losari, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan outing class di salah satu objek wisata air di Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus, mulai dari tuna grahita, tuna rungu, hingga anak down syndrome. Tidak hanya didampingi para guru, kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sehingga suasana kebersamaan terasa semakin hangat.

Selama berada di lokasi wisata, para siswa tampak ceria menikmati suasana alam terbuka. Mereka tidak hanya berinteraksi dengan teman satu sekolah, tetapi juga membaur dengan para pengunjung lainnya. 

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar bersosialisasi di lingkungan yang lebih luas.
Vivin, salah satu siswi SMPLB Mutiara Bunda Losari, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. 
Menurutnya, suasana alam yang asri dan kolam yang bagus membuat dirinya betah bermain bersama teman-teman dan para guru.

"Saya senang bisa bermain di alam terbuka. Kolamnya bagus dan saya senang berkumpul dengan teman-teman sekolah serta guru-guru," ujar Vivin.


Kepala SLB Mutiara Bunda Losari, Wardini, S.Pd., mengatakan kegiatan outing class ini sengaja dilaksanakan untuk mengisi waktu libur panjang sekolah dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.

"Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak merasa senang selama masa liburan. Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara siswa, guru, dan orang tua. Kami juga ingin mengenalkan anak-anak pada lingkungan alam sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan edukasi di luar kelas," kata Wardini.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap peserta didik dapat memperoleh pengalaman baru, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Reporter.   : Woelan
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kungingan) - Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum.” Melalui operasi tersebut, Polri mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum dengan memaksimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang didukung kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan operasi.

“Sejak jauh hari kami telah melaksanakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk, penyebaran brosur dan leaflet, media sosial, hingga penyuluhan kepada komunitas kendaraan bermotor, pelajar, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna jalan. Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mengetahui sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Lodaya 2026,” kata AKP Aktuin Moniharapon dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat 11 jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan selama operasi berlangsung, yakni tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan telepon genggam saat berkendara, melanggar marka dan rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan melebihi ketentuan, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai aturan, penggunaan knalpot bising atau knalpot brong, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan kelengkapan kendaraan.

Pelaksanaan operasi akan difokuskan pada sejumlah ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, di antaranya Jalan Siliwangi dan Jalan Ir. H. Juanda. Selain itu, pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas juga akan ditingkatkan di Jalan Siliwangi, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ir. Dr. Soekarno, Jalan Moh. Toha, dan Jalan Ir. H. Juanda.

Sementara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, petugas akan memprioritaskan kegiatan operasi di kawasan rawan kecelakaan seperti Jalan Kuningan–Ciamis, Jalan Kuningan–Cirebon, Jalan Eyang Hasan Maolani, dan Jalan R.E. Martadinata.

AKP Aktuin menegaskan bahwa selain penindakan melalui sistem ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara langsung di lapangan.

“Selain penegakan hukum melalui ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui teguran simpatik dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap melalui Operasi Patuh Lodaya 2026 kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan di jalan. Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi semua pengguna jalan,” harapnya. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Kuningan) -
Bagi masyarakat yang ingin melepas penat dari rutinitas harian, Villa Lingga Warung Linggih bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam yang menenangkan.

Tempat ini berlokasi di Blok Legok, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dengan suasana alam yang sejuk dan asri khas kaki Gunung Ciremai.

Pengelola Villa Lingga Warung Linggih, Ibu Yani mengatakan, tempat tersebut hadir sebagai ruang bagi pengunjung untuk beristirahat sekaligus menikmati keindahan alam.


“Villa Lingga Warung Linggih ini kami hadirkan untuk masyarakat yang ingin refreshing, menikmati udara segar dan suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan,” ujar Yani saat di hubungi melalui nomor WhatsApp (08156406188), Senin (6/4/2026).

Menurutnya, selain menawarkan panorama alam, pihak pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas sederhana yang menunjang kenyamanan pengunjung.

“Di sini pengunjung bisa bersantai, menikmati kuliner, serta berkumpul bersama keluarga atau teman,” katanya.


Sementara itu, Helend, salah seorang pengunjung asal Indramayu mengaku senang bisa berkunjung ke tempat tersebut.

“Tempatnya enak, adem banget. Cocok buat healing bareng keluarga, apalagi pemandangannya masih alami,” ujarnya.

Ia berharap, destinasi wisata seperti ini terus berkembang dan tetap menjaga kelestarian alam agar tetap nyaman dikunjungi. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Kuningan menghadirkan terobosan unik untuk melayani masyarakat. Tak sekadar tempat singgah, Pos Terpadu yang berlokasi di Taman Kota Kuningan disulap dengan konsep ramah anak yang menarik perhatian, lengkap dengan dekorasi ikonik gim video Mario Bros.

Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku pada pos polisi, sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik yang membawa anak kecil.

Kehadiran karakter Mario Bros, Luigi, dan elemen-elemen khas "Mushroom Kingdom" di dinding pos diharapkan dapat mereduksi stres dan rasa lelah husunya bagi anak-anak selama perjalanan jauh.


Selain visual yang ceria, pos ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan antara lain disediakan minuman serta snack bagi anakn-anak, ada fasilitas pemeriksaan Kesehatan yang siap mengecek tensi darah, menyediakan obat-obatan ringan hingga vitamin bagi pemudik dan tersedia tempat istirahat yang nyaman.

Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menyampaikan bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama, dan faktor kelelahan seringkali menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya.

"Kami menyadari bahwa perjalanan jauh sangat menguras energi, terutama bagi anak-anak. Dengan konsep Mario Bros ini, kami ingin anak-anak merasa senang dan orang tua bisa beristirahat sejenak dengan tenang. Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan fisik pemudik tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan," ujar AKBP M. Ali Akbar dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026).

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Kuningan agar tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk.

"Silakan mampir ke Pos Terpadu Taman Kota. Kami siapkan semuanya untuk kenyamanan masyarakat," tambah Kapolres.


Keunikan pos terpadu ini rupanya menarik perhatian penyanyi dangdut kenamaan asal Kuningan, Ega Noviantika atau yang akrab disapa Ega DA. Saat berada di Pos tersebut, pelantun tembang "Peluk Kasih" ini memberikan apresiasi langsung atas kreativitas Polres Kuningan.

Ega menilai langkah ini sangat membantu para orang tua, terutama sesama ibu muda yang seringkali khawatir akan kenyamanan anak saat diperjalanan.

"Luar biasa sekali inovasi dari Polres Kuningan. Sebagai warga Kuningan, Ega bangga banget! Posnya sangat kreatif, ada gambar Mario Bros yang bikin anak-anak nggak takut lagi sama polisi. Fasilitas kesehatannya juga lengkap, jadi pemudik bisa cek kesehatan dulu supaya tetap fit sampai tujuan," ungkap Ega DA dengan antusias.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Pos Terpadu Taman Kota Kuningan diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman sekaligus membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh agar tetap fit hingga sampai di tujuan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - 
Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Cirebon (FJC) dan Pokja Polres Kuningan menggelar acara bersama bertajuk Gebyar Ramadan Penuh Hikmah, Sabtu 14 Maret 2026. Berlangsung di salah satu rumah makan di Kuningan, acara diisi dengan buka bersama (Bukber) dengan diawali tausiyah dan ngnrol bareng penuh kekeluargaan.

Acara religi para wartawan FJC dan Pokja Polres Kuningan ini mendapat dukung dari bank bjb Bandung. Berbagai ide dan gagasan terkait peran wartawan dalam menyiarkan dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 H tercetus dalam kegiatan tersebut.

Begitupun terkait masa arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri tahun ini, menjadi salah satu mata diskusi saat itu. Teeutama bagaimana sesuai kapasitasnya, para jurnalis bisa memberikan informasi seputar serba-serbi musim mudik/lebaran nanti.


Ketua FJC, Andik Arsawijaya, menyebutkan, momentum bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk insan pers merenungkan propesinya sejauhmana telah bermanfaat untuk umat. Karena pada hakekatnya profesi jurnalis itu merupakan profesi yang sangat luhur jika dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas.

Karenanya melalui Gebyar Ramadan Penuh Hikmah tersebut, pihaknya berharap bisa menjadi momentum para jurnalis, untuk introspeksi menuju arah kebaikan. Apalagi tidak lama lagi bagi yang beragama muslim bersama-sama akan mwrayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Harus kita ingat, hidup di dunia ini tugas dan tujuan kita yang utama adalah untuk beribadah. Sisanya, urusan duniawi hanya untuk agar ibadah kita kepada yang maha kuasa lancar. Termasuk tentunya ibadah puasa di bulan Ramadan. Karenanya kamj sangat berterimkasih kepada teman-teman jurnalis semuanya. Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada bank bjb yang telah mensuport sehingga bisa terselenggaranya acara ini," papar Andik.

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan dukungan terhadap upaya pemerataan dan peningkatan inklusi keuangan, khususnya di wilayah Ciayumajakuning, melalui partisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan diselenggarakan di Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan, pada Kamis, 26 Februari 2026.

FGD ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perkembangan sekaligus penguatan strategi implementasi Program PINTAR sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan agar manfaat dari pelaksanaan Program PINTAR semakin dirasakan oleh masyarakat Desa Paninggaran. Kegiatan turut dihadiri Dr. Erdiriyo, SE., MM. selaku Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RISE selaku mitra riset Program PINTAR, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Turut hadir pula Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Asisten Daerah 1 dan 2 Kabupaten Kuningan serta perangkat Desa Paninggaran dalam kegiatan FGD tersebut.


Dalam forum tersebut, OJK menekankan bahwa peningkatan inklusi keuangan merupakan instrumen strategis sekaligus pondasi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa dengan keterbatasan akses, kapasitas ekonomi, dan latar belakang pendidikan. Program PINTAR dipandang sebagai langkah nyata untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, terjangkau, serta sesuai kebutuhan masyarakat. OJK menilai bahwa keberhasilan Program PINTAR tidak hanya diukur dari penyaluran akses keuangan, tetapi juga dari peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.


Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"OJK mendukung pelaksanaan Program PINTAR sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses keuangan yang berkualitas. Perluasan akses keuangan tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi harus diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap upaya peningkatan inklusi keuangan perlu diimbangi dengan literasi yang memadai serta pelindungan konsumen yang optimal", tegas Agus.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, Dr. Erdiriyo, SE., MM., menjelaskan bahwa Program PINTAR merupakan bagian dari agenda dan strategi nasional percepatan inklusi keuangan yang menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," ujar Erdiriyo.


Berdasarkan laporan RISE, saat ini masih terdapat 161 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Paninggaran. Target tahun 2026 adalah penurunan minimal 10 persen melalui penguatan akses simpanan, pembiayaan produktif, dan kepemilikan asuransi. Hasil survei RISE juga menunjukkan bahwa masyarakat Desa Paninggaran memiliki tingkat kesadaran yang cukup baik terkait pentingnya menabung dan memiliki asuransi. OJK memandang hal ini sebagai modal sosial yang kuat untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan di Desa Paninggaran.


Melalui FGD ini, OJK menegaskan dukungan dan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal dan mendampingi implementasi Program PINTAR agar mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara finansial dan berkontribusi pada pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Suasana menjelang berbuka puasa di kawasan Jalan Siliwangi, Kuningan, mendadak ramai pada Selasa sore (24/2/2026). Puluhan personel Satlantas Polres Kuningan turun ke jalan bukan untuk menggelar razia, melainkan untuk membagikan ratusan paket takjil gratis kepada para pengguna jalan.

Aksi sosial yang dimulai sekira pukul 17.00 WIB ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terpantau, ratusan paket takjil yang disiapkan ludes terjual atau tepatnya habis dibagikan hanya dalam hitungan menit. Pengendara motor, sopir angkutan umum, hingga pejalan kaki tampak antusias menerima bingkisan untuk membatalkan puasa tersebut.

Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program "Polantas Berbagi" di bulan suci Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta membantu para pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.


"Hari ini kami membagikan ratusan paket takjil sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Jalan Siliwangi. Luar biasa sekali antusiasmenya, ratusan paket habis dalam hitungan menit saja," ujar AKP Aktuin Moniharapon di lokasi kegiatan.


Meski fokus pada kegiatan sosial, personel Satlantas tetap menyelipkan pesan-pesan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas (Safety Riding). Petugas dengan ramah mengingatkan pengendara untuk tetap tertib, menggunakan helm, dan tidak terburu-buru saat mengejar waktu berbuka di rumah.

"Sambil membagikan takjil, kami juga terus mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya. Jangan sampai karena ingin cepat sampai rumah untuk berbuka, mengabaikan aturan lalu lintas yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain," imbuh Kasat.


Salah seorang pengendara ojek online yang melintas, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian takjil ini. "Sangat terbantu, apalagi kalau masih ada orderan pas jam buka. Terima kasih buat Satlantas Polres Kuningan, semoga jadi berkah buat semua," tuturnya.


Kegiatan rutin tahunan ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polres Kuningan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Tugas polisi lalu lintas (Polantas) tidak melulu soal mengatur arus kendaraan di jalan raya. Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membuktikan peran sosialnya dengan terjun langsung ke sawah, menanam jagung di lahan seluas 2 hektare di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kamis (29/1/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polres Kuningan terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus wujud kepedulian Polri terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Pandu Renata Surya, mengatakan bahwa kehadiran polantas di tengah petani menjadi simbol bahwa Polri siap berkontribusi dalam berbagai bidang, tidak hanya penegakan hukum lalu lintas.

"Polantas tidak hanya bertugas di jalan. Melalui kegiatan penanaman jagung ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri juga hadir mendukung ketahanan pangan dan membantu masyarakat, khususnya para petani," kata AKP Pandu Renata Surya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian seluas 2 hektare tersebut diharapkan mampu memberikan hasil yang produktif serta mendorong semangat petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.


"Ini bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya, baik dalam aspek keamanan maupun ekonomi," tambahnya.


Kegiatan penanaman jagung ini juga disambut positif oleh warga setempat. Selain mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, kegiatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan turun langsung ke sawah, Satlantas Polres Kuningan menegaskan bahwa peran Polri semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Polres Kuningan melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar serempak di 27 titik lokasi lahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat Polda Jawa Barat.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar. turut mengikuti penanaman jagung di Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan dengan luasan lahan mencapai 0,42 hektare. Kegiatan tersebut juga terhubung secara serentak dengan jajaran Polda Jabar.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan Perum Perhutani KPH Kuningan, jajaran Bulog Bandorasa dan Sidaraja, unsur TNI, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok tani, serta personel Polres Kuningan.


Penanaman jagung serentak ini dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polsek dan satuan fungsi Polres Kuningan di berbagai kecamatan, dengan luasan lahan yang bervariasi. Total luas lahan yang ditanami jagung pada kegiatan ini mencapai 22,51 hektare.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu bahan pangan strategis nasional.

“Melalui penanaman jagung serentak ini, kami ingin mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan. Kegiatan  ini adalah bentuk nyata keterlibatan Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berharap hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kabupaten Kuningan,” ujar AKBP Muhammad Ali Akbar.


Kapolres berharap masyarakat Kabupaten Kuningan untuk bersama-sama mendukung program Bapak Presiden dalam swasembada pangan. Jangan biarkan lahan-lahan kosong terbengkalai karena negara Indonsia merupakan negara agraris.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah mengapresiasi keterlibatan Polres Kuningan yang aktif mendukung program pertanian dan pemberdayaan petani di daerah.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi jagung di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan)
- Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Long March dalam rangka Penyematan Brevet Pelopor yang dipusatkan di Monumen Tugu Trijaya, Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan long march tersebut menjadi bagian dari tradisi pembinaan dan pembentukan karakter personel Brimob, sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengabdian Korps Brimob Polri.

Dalam kegiatan ini, para peserta menempuh rute panjang sejauh kurang lebih 25 kilometer, dimulai dari Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, melintasi wilayah Cirebon Girang, Wanasaba Kidul, Kubang, Mandirancan, Seda Cibuntu, Lambosir, hingga berakhir di Desa Trijaya.


Monumen Tugu Trijaya sendiri memiliki nilai historis tinggi bagi Korps Brimob. Monumen tersebut dibangun untuk mengenang delapan anggota pasukan Mobbrig—cikal bakal satuan Brimob Polri—yang gugur dalam pertempuran melawan DI/TII pada tahun 1957.

Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Apt. Bagus Amrulloh Nurul Imamawan, S.Farm., S.IK, mengatakan bahwa kegiatan long march ini bukan sekadar ujian fisik, melainkan juga sarana menanamkan nilai perjuangan, disiplin, dan loyalitas kepada institusi.

“Long march dan penyematan Brevet Pelopor ini merupakan simbol kehormatan dan kebanggaan bagi setiap personel Brimob. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan kita pada sejarah perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa raganya demi bangsa dan negara,” ujar Kompol Bagus.


Ia menambahkan, penyematan brevet di lokasi bersejarah seperti Monumen Trijaya diharapkan mampu memperkuat semangat juang serta meningkatkan rasa tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat, serta menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur Korps Brimob Polri. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kantor OJK Cirebon memperkuat peran pembiayaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dengan menyatukan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan seluruh pelaku industri jasa keuangan dalam upaya memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib dan dihadiri Bupati Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar, didampingi Sekertaris Daerah dan Asisten Daerah (Asda) serta jajaran perangkat daerah terkait, serta seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang beroperasi di wilayah Kuningan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog kebijakan antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk memastikan pembiayaan UMKM tidak hanya meningkat dari sisi penyaluran, tetapi juga benar-benar menjangkau pelaku usaha kecil dan mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. OJK Cirebon menilai, penguatan akses pembiayaan UMKM merupakan prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Kuningan, 27 Januari 2026 


Kepala Kantor OJK Cirebon Agus Muntholib menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah merupakan bentuk konkret pendekatan kolaboratif yang diinisiasi OJK. “OJK mendorong KUR sebagai kebijakan afirmatif yang berpihak pada UMKM dan ekonomi rakyat. Dengan menyatukan pemerintah daerah dan seluruh PUJK, pembiayaan UMKM diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terkoordinasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Agus Muntholib.

Menurut OJK Cirebon, keterlibatan seluruh PUJK dalam satu forum bersama pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan, sekaligus menjaga kualitas kredit agar UMKM tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan akses permodalan yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha kecil di daerah.


Bupati Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut baik langkah OJK Cirebon   yang   mendorong   sinergi   lintas   sektor   tersebut. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat Kuningan. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan data UMKM, pendampingan usaha, dan kolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan agar pembiayaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Dian.

Ke depan, OJK Cirebon akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh PUJK melalui monitoring dan evaluasi penyaluran KUR. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan pembiayaan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kuningan. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Dalam rangka memperkuat kolaborasi, sinergitas, sekaligus menghilangkan kepenatan dari rutinitas tugas sehari-hari, LKK Kelurahan Jagasatru menggelar kegiatan touring ke Curug Putri, Kabupaten Kuningan.


Giat kebersamaan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong demi mewujudkan Jagasatru yang maju, mandiri, sejahtera, dan unggul.

Kegiatan dimulai dengan apel dan kumpul bersama di halaman Kelurahan Jagasatru. Setelah itu, rombongan bertolak menuju lokasi wisata menggunakan sepeda motor.


Touring ini dipimpin langsung oleh Kepala kelurahan Jagasatru  Jagasatru, Agus Gumelar, SE.


Dalam kesempatan tersebut, Lurah Jagasatru  Agus  Gumelar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat kekompakan antar unsur LKK agar semakin solid dalam menjalankan tugas.

"Dalam rangka kolaborasi sinergitas serta menghilangkan kepenatan tugas-tugas LKK Kelurahan Jagasatru, kegiatan ini digelar untuk mewujudkan semangat kegotongroyongan menuju Jagasatru maju, mandiri, sejahtera, dan unggul," ujarnya.


Ketua RW 09 Karang Anyar Jagasatru Barat, Toto Satori, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Lurah yang telah mengajak LKK Kelurahan Jagasatru dalam membangun sinergitas dan kolaborasi, serta menjaga keutuhan dan kekompakan," tuturnya.

Toto juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkelanjutan dan bukan hanya sekadar touring, tetapi mampu memberikan manfaat positif bagi seluruh peserta.

Kegiatan touring ini berlangsung lancar dan penuh keakraban, menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyegarkan semangat seluruh anggota LKK Jagasatru. Semoga ke depan, program-program kolaboratif semacam ini dapat terus dihadirkan demi kemajuan bersama.

( Als )
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon bersama Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Barat meresmikan Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Provinsi Jawa Barat sebagai Desa Binaan Imigrasi dalam kegiatan Penguatan Desa Binaan Imigrasi dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), yang dilaksanakan pada Kamis 27 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, jajaran Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Barat, Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Ketua BP4MI, Disnakertrans, dan perangkat desa. 

Studi kasus warga Kuningan yang diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri hingga mengalami eksploitasi menjadi pengingat pentingnya keberangkatan prosedural dan pemahaman kontrak kerja sebelum bekerja ke luar negeri. Kuwu Desa (Kepala Desa) Ancaran menyampaikan komitmen untuk aktif menjalankan program dan memastikan masyarakat memahami prosedur paspor, pelaporan orang asing, serta kewaspadaan terhadap modus TPPO. “Kami siap menjadi desa percontohan,” ujarnya.

Sekretaris Ditjen Imigrasi, Sandi Andaryadi menyampaikan bahwa Desa Ancaran dipilih dikarenakan tingginya mobilitas penduduk dan keterkaitan dengan penempatan PMI. Beliau menyoroti capaian Desa Binaan yang telah menghasilkan laporan intelijen terkait pencari suaka dan perkawinan WNA di wilayah Indramayu dan Majalengka. Ia mengapresiasi seluruh pihak atas dukungan terhadap program desa binaan.

Plt. Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Barat , Iman Teguh Adianto menegaskan bahwa Desa merupakan lapisan terdepan dalam isu migrasi, pergerakan penduduk, serta kerawanan eksploitasi. Program Desa Binaan Imigrasi serta peran PIMPASA dapat menjadi sistem peringatan dini dalam mendeteksi potensi pelanggaran keimigrasian yaitu terjadinya TPPO dan TPPM. Program ini difokuskan pada edukasi, pelayanan dasar, dan pengawasan berbasis masyarakat. Hingga saat ini pertanggal 25 November 2025, tercatat sebanyak 503 desa binaan Imigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia, 18 di antaranya berada di wilayah kerja Kantor Wilayah Jawa Barat. Saat ini terdapat 37 desa yang telah dikukuhkan sebagai desa binaan imigrasi di wilayah kerja kantor imigrasi cirebon. 

Sementara itu, Budiman Muhammad dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat menyampaikan mengenai peran POS Bantuan Hukum (POSBAKUM) sebagai layanan konsultasi dan penyusunan dokumen hukum bagi masyarakat yang kurang mampu. Kemudian pihak BP4MI berpendapat bahwa kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat, tantangan penempatan, serta tingginya kasus pengaduan. Ia menekankan pentingnya edukasi pencegahan TPPO dan TPPM serta sinergi lintas instansi untuk memastikan perlindungan bagi calon PMI dan mendorong keberangkatan yang legal dan aman. 

Budiman Muhammad juga menegaskan terkait kriteria penerima layanan POSBAKUM agar masyarakat paham betul terkait informasi perbantuan pelayanan hukum ini.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada saat sesi ini berlangsung terdapat warga desa ancaran yang berbagi pengalaman bekerja selama di luar negeri, yang kemudian ditanggapi oleh Iman Teguh Adianto dengan penuh apresiasi. Beliau juga menyampaikan penegasan bahwa pentingnya prosedur resmi dalam permohonan PMI dan pemanfaatan layanan pemerintah desa binaan. Peresmian Desa Ancaran diharapkan dapat memperkuat perlindungan masyarakat dan meningkatkan kesadaran terkait TPPO dan TPPM. Imigrasi menegaskan komitmennya memberikan pelayanan publik yang transparan, humanis, dan berintegritas bagi seluruh warga. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Polisi bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan berat bermotif asmara yang terjadi di Jalan Raya Ciawigebang–Cidahu, Blok Kojengkang, Desa Cihideunggirang, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Senin (24/11/2025) malam. Seorang pemuda berinisial MM (20) berhasil diamankan setelah melukai SS (22) Warga desa Cipakem Kecamatan Maleber dengan senjata tajam jenis celurit.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan IPTU Abdul Azis membenarkan penanganan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku ditangkap hanya beberapa jam setelah kejadian.

Menurut Kasat, insiden bermula ketika pelaku menelepon korban dan berpura-pura meminta pertolongan karena kehabisan bensin.


“Korban saat itu sedang berada di Ciawigebang. Karena niat membantu, korban mendatangi lokasi yang disebutkan oleh pelaku. Namun setibanya di sana, pelaku langsung melakukan serangan menggunakan celurit hingga mengenai punggung kiri korban,” jelas Kasat Reskrim.

Korban mengalami luka sayatan cukup serius dan harus menjalani operasi di RS Mitra Husada Ciawigebang. Hingga saat ini penyidik masih mendalami dugaan motif pelaku, namun indikasi mengarah kepada persoalan asmara.

“Ada dugaan kuat motifnya terkait masalah hubungan asmara. Namun hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut.  Dari pengakuan pelaku, korban melakukan pelecehan kepada pacarnya dengan cara mencium pacar pelaku secara paksa. Kemudian, pacar korban menceritakannya kepada pelaku hingga pelaku tersulut emosi,” ujar Kasat


Setelah melukai korban, pelaku melarikan diri. Tim Unit Resmob Polres Kuningan kemudian melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan pelaku pada Selasa (25/11/2025) pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Cikeusik, Kecamatan Cidahu.

“Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan dengan sejumlah barang bukti yang masih dikuasainya,” tambah Kasat.

Barang Bukti yang berhasil diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat hitam E-2778-YBJ.  1 unit handphone Samsung Galaxy A04e, 1 potong hoodie hitam, 1 pasang sandal Nikko hitam, 1 bilah celurit bergagang kayu warna hitam.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Korban sudah mendapatkan perawatan medis dan kami terus mendalami keterangan dari saksi-saksi,” tegas IPTU Abdul Azis.

Sumber : Pokja Polres Kuningan
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Acara Jambore wartawan 2025 di Kawasan Wisata D’ Orchid berjalan lancar. Kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis dari Cirebon dan Kuningan itu dibuka Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Rabu (19/11).
Ketua Panita Andik Kurniadi mengatakan acara jambore ini terselenggara atas kolaborasi Forum Jurnalis Cirebon (FJC) dengan Pokja Wartawan Polres Kuningan. Acara yang didukung BJB itu diharapkan menginsparasi insan pers untuk selalu meningkatkan keterampilan dan profesionalisme.

”Dengan tukar pikiran menghadirkan Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K. dan Dandim Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si, diharapkan tumbuh sinergitas dalam membangun daerah,” papar Andik.

Menurut dia, perkembangan zaman dan teknologi mengharus semua bergerak bekerja sama untuk memajukan daerah dengan profesionalisme sebagai jurnalis,” ucap Andik.


Sementara itu, Pimpinan BJB Kuningan ….. mengatakan, insan pers memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan menyampaikan informasi. Dengan kekuatan penanya, jurnalis menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk kemajuan Masyarakat.


”Kami, BJB tentu saja akan mendukung langkah gerak rekan-rekan jurnalis dalam menyampaikan informasi sesuai fakta. Kami yakin semua insan pers di Cirebon dan Kuningan Adalah agen-agen penyebar informasi. Baik program-program BJB untuk masyarakat juga kemajuan pembangunan wilayah dan warga,” papar Direktur Utama Bank BJB Kuningan, Jonathan

Dia mengatakan, BJB selalu terbuka untuk sinergi yang baik dan membangun. ”Situasi ekonomi saat ini sedang berat. Namun ke depan selalu ada harapan. Dengan kolaborasi kita semua bisa menghadapi dan melewati tantangan itu,” tandas Jonathan


Dia yakin insan jurnalis di Cirebon dan kuningan memiliki integritas tinggi, profesional, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat dan keadilan.


Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar mengatakan, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan para jurnalis. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan BJB terhadap pembangunan wilayah dan masyarakat Kuningan.

”BJB sangat membantu kami. Baik lewat CSR dan dukungan lain. Termasuk juga dalam kegiatan Jambore wartawan ini,” beber Dian.
Dia juga mengapresiasi kerja-kerja jurnalis dalam menyampaikan informasi yang berguna untuk masyarakat. Jurnalis memiliki pena sebagai instrumen atau senjata ampuh yang bisa menggerakan masyarakat ke arah yang lebih baik. Jurnalis yang baik mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan warga.


”Tanpa pers program-program yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat akan tersampaikan dengan baik tanpa bias. Sehingga pembangunan dapat dilaksanakan dan diterima,” beber Dian.


Dia menambahkan, banyak potensi di wilayah Kuningan dan Cirebon termasuk Majalengka dan Indramayu. Ada potensi wisata alam, gunung, Pantai, dan lainnya. Juga kawasan industri, jaringan transportasi darat laut dan udara.
”Pokoknya kit aini ibarat singa yang masih tertidur. Tugas kita semua membangun dan memanfaatkan potensi yang kita miliki untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tandas Dian.

(uki)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Kabupaten Kuningan kembali menambah destinasi wisata alam menarik dengan hadirnya Villa Lingga Warung Linggih yang terletak di Blok Legok, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus. Lokasi wisata ini mudah diakses melalui jalur utama Linggarjati, dengan papan petunjuk arah yang memandu pengunjung menuju area villa yang berada di kawasan sejuk tersebut.

Menurut pengelola, Ibu Yani, Villa Lingga Warung Linggih menawarkan perpaduan antara suasana alami dan fasilitas modern, cocok bagi wisatawan keluarga maupun komunitas.


“Di sini sudah tersedia warung linggih, kulkas, AC, water heater, dan halaman luas untuk camping. Kami juga menyediakan villa dengan kapasitas 8 orang serta tenda untuk 3 hingga 5 orang bagi pengunjung yang ingin bermalam di alam terbuka,” ujar Yani didampingi Ibu Iyan kepada media, Rabu (5/11/2025).


Menariknya, di halaman depan villa terdapat Warung Linggih yang menyediakan aneka menu khas Kuningan seperti sate dan kopi hangat. Hanya sekitar 150 meter dari lokasi, wisatawan dapat menikmati keindahan Air Terjun Air Ceret, yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan Linggarjati.


Suasana sejuk khas pegunungan dan panorama alam yang menenangkan menjadikan Villa Lingga Warung Linggih tempat ideal untuk melepas penat, berkemah, atau sekadar bersantai bersama keluarga.


“Banyak pengunjung datang untuk healing atau menikmati suasana pagi di kaki Gunung Ciremai,” ucap Yani.


Dengan kombinasi kenyamanan fasilitas dan keindahan alam yang masih asri, Villa Lingga Warung Linggih kini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang patut dikunjungi saat berada di wilayah Kuningan dan sekitarnya.


(Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning melalui kolaborasi strategis bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Roadshow Multifinance Syariah dengan tema “Berdaya bersama Keuangan Syariah” yang diikuti oleh 200 peserta pelaku UMKM, organisasi masyarakat keagamaan, serta komunitas lokal Kabupaten Kuningan bertempat di Grand Hotel Cordela AS Putra Kuningan. Kuningan, 16 Oktober 2025

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,42% dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41%, masih berada di bawah tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional yang masing-masing mencapai 66,46% dan 80,51%. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah di masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku industri, dan organisasi masyarakat dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan keuangan berbasis syariah. Melalui kegiatan ini, OJK Cirebon berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah secara lebih merata.


“Dengan meningkatnya literasi keuangan syariah, masyarakat diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan produk keuangan syariah secara bijak untuk menunjang kegiatan ekonomi yang lebih inklusif” ujar Agus Muntholib.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih relatif rendah dibandingkan sektor konvensional, diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan syariah.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andirani. Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi terhadap langkah kolaboratif OJK dan MES yang terus berperan aktif dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Lebih lanjut, Tuti menjelaskan bahwa ekonomi syariah bukan hanya berbicara tentang larangan riba, tetapi juga mengenai nilai keadilan dan keseimbangan yang menjadi fondasi dalam setiap aktivitas ekonomi. 


“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat, kita dapat menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang menjadi lokomotif penggerak pembangunan daerah,” ujar Tuti.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kuningan Wawan Setiawan, Ketua I PW MES Jawa Barat Asep Dian Suryaman, dan Ketua Umum PD MES Kuningan Ade Kurniawan. 

Bertindak sebagai narasumber Manajer Madya Kantor OJK Cirebon Panny Malangsari Mulyadi, Pengurus Pusat MES Nurul Huda, serta lembaga dan industri keuangan syariah yang memaparkan terkait pelindungan konsumen, akad, landasan, skema, mekanisme industri multifinance dan asuransi syariah di Indonesia. 

Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk keuangan syariah, sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning.


OJK Cirebon akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk MES, lembaga keuangan syariah, dan pemerintah daerah, untuk mendorong pengembangan ekosistem keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam mewujudkan sistem keuangan yang inklusif dan berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta terus tumbuh stabil berkelanjutan, Kantor OJK Cirebon juga berkomitmen untuk menjaga prinsip tata kelola yang baik dan menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi. OJK Cirebon melarang seluruh stakeholders/rekanan/mitra kerja OJK Cirebon untuk memberikan hampers/hadiah/parsel dalam bentuk apapun kepada seluruh jajaran OJK Cirebon. Dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas. (wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Jurnalis Cirebon (FJC) menggelar acara syukuran dan silaturahmi di kawasan wisata Glamping The Orchid, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu, (17/8/25).


Kegiatan bertajuk "Semangat Kemerdekaan, Perkuat Solidaritas Sesama Pewarta" tersebut diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik hingga media online, yang bertugas di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).

Ketua Forum Jurnalis Cirebon, Andik Kurniadi, mengatakan perayaan kemerdekaan ini bukan hanya sebagai momen bersuka cita, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antarjurnalis. "Di tengah tantangan dunia pers saat ini, kita para jurnalis harus tetap kompak, menjunjung tinggi profesionalitas, dan mengedepankan semangat kemerdekaan dalam menyampaikan informasi kepada publik," ungkapnya.


Acara diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, pemotongan tumpeng, diskusi ringan soal perkembangan media, serta berbagai permainan tradisional yang menambah keakraban suasana.


Sementara itu, pengelola Glamping The Orchid, Kang Deri, menyambut baik dipilihnya tempat wisata alam tersebut sebagai lokasi perayaan. "Kami bangga menjadi bagian dari kegiatan positif ini. Semoga semangat kemerdekaan membawa keberkahan dan kemajuan bagi dunia jurnalistik Indonesia," ujarnya.

Suasana Sejuk di Kaki Gunung



Pemilihan Glamping The Orchid sebagai lokasi perayaan, menurut Andik, bukan tanpa alasan. Kawasan wisata ini berada di dataran tinggi dengan pemandangan alam yang masih asri, dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas Kuningan.


"Tempat ini memberikan suasana kebersamaan yang hangat. Dari sini kita juga bisa melihat indahnya lanskap Kota Kuningan dari ketinggian," tambah Andik.




Rangkaian Acara


Selama dua hari, peserta mengikuti sejumlah agenda mulai dari upacara pengibaran bendera, diskusi kebangsaan, hingga kegiatan kebersamaan seperti api unggun dan panggung hiburan.


Wartawan Jawa Pos, Mubi, yang turut hadir, menilai kegiatan ini penting sebagai wadah menjaga semangat nasionalisme di kalangan pekerja media.

> "Jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga persatuan dan semangat kebangsaan. Kegiatan seperti ini mengingatkan kita kembali pada nilai-nilai perjuangan," kata Mubi.

Selain itu, peserta juga diajak mengenal potensi wisata dan kearifan lokal Kuningan. Beberapa agenda wisata singkat dilakukan, seperti trekking ringan dan kunjungan ke sentra UMKM setempat.


Menjaga Semangat Kemerdekaan


Andik menegaskan, semangat kebersamaan yang dibangun lewat kegiatan ini diharapkan terus tumbuh di kalangan jurnalis.


"Bagi kami, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momentum untuk merefleksikan peran jurnalis sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga persatuan bangsa," ujarnya.

Perayaan HUT ke-80 RI ala FJC rencananya akan ditutup pada Minggu (17/8/2025) dengan upacara bendera di halaman Glamping The Orchid yang berlangsung khidmat.
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top