Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Jakarta) - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) gembira karena bakal menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK.

Namun rencana pengangkatan petugas SPPG jadi ASN PPPK jadi sorotan anggota DPR. Anggota DPR membandingkan nasib ribuan guru honorer.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah memikirkan ulang rencana pengangkatan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK.

Selly menilai, rencana merekrut 2.080 petugas SPPG menjadi PPPK mulai 1 Juli 2025 tersebut kontras dengan nasib ribuan guru honorer madrasah di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Ini bukan soal menolak program pemenuhan gizi. Ini soal keadilan prioritas negara. Ketika anggaran belasan hingga ratusan triliun rupiah digelontorkan untuk program baru, kita tidak boleh menutup mata terhadap guru madrasah yang hidup dengan honor Rp 200.000–Rp 300.000 per bulan, bahkan ada yang lebih rendah,” kata Selly kepada wartawan, Senin (26/1/2026). 

Secara khusus, Selly menyoroti dugaan diskriminasi terhadap guru madrasah swasta Kemenag.

Ia mengungkapkan, banyak guru yang telah lulus nilai ambang batas (passing grade) seleksi PPPK tahun 2023.

Hal ini berbeda dengan perlakuan terhadap guru di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selly memaparkan, dari 191.296 formasi Kemenag yang disetujui KemenPAN-RB, hanya 11.339 guru madrasah yang diprioritaskan karena lulus Uji Kompetensi (UKOM) tahun 2024.

Sementara itu, guru yang lulus passing grade UKOM 2023 justru terabaikan meski secara hukum telah memenuhi standar kompetensi nasional.

(AWW)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Polres Cirebon Kota melaksanakan kegiatan pengecekan kesiapan lahan jagung di wilayah Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan konkret Polri terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Pengecekan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan lahan pertanian jagung yang akan dikelola secara berkelanjutan.


Lokasi lahan yang berada di Kecamatan Pasaleman dinilai memiliki kondisi tanah yang layak untuk pengembangan tanaman jagung dalam skala luas.


Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, total lahan jagung yang telah disiapkan mencapai sekitar 11 hektare. Pengelolaan lahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan satuan fungsi dan Polsek jajaran Polres Cirebon Kota.

Adapun pembagian pengelolaan lahan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota mengelola lahan seluas kurang lebih 2 hektare. Sementara itu, masing-masing Polsek jajaran Polres Cirebon Kota mengelola lahan seluas 1 hektare, dengan total keseluruhan mencapai sekitar 9 hektare.

Kegiatan pengecekan ini bertujuan memastikan kesiapan teknis sebelum memasuki tahap penanaman jagung secara serentak.

Selain itu, pengecekan juga difokuskan pada akses lahan, kondisi tanah, serta potensi pengelolaan agar hasil panen dapat optimal dan berkelanjutan.

Program pemanfaatan lahan jagung ini sejalan dengan komitmen Polres Cirebon Kota dalam mendukung ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional. Program ini juga menjadi wujud sinergi Polri dengan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat sektor pertanian.


Kabag Sumber Daya Manusia Polres Cirebon Kota, Kompol Didi Wahyu Sunansah, S.H., M.H., menegaskan bahwa kesiapan lahan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.


“Polres Cirebon Kota berkomitmen untuk mengawal program ini agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden RI.

“Pengecekan lahan jagung ini menjadi komitmen Polres Cirebon Kota dalam mendukung swasembada pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Keputusan DPR RI yang menetapkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia dan tidak dijadikan sebagai kementerian khusus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik.

Salah satunya datang dari Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, yang menilai keputusan tersebut sudah tepat dan sejalan dengan amanat konstitusi serta kebutuhan menjaga stabilitas keamanan nasional.Kamis (29/1/2026).

Menurut Teguh, posisi Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden justru memperkuat independensi dan profesionalisme institusi kepolisian dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, serta pelindung dan pengayom masyarakat.


“Keputusan dalam rapat DPR RI ini patut kita apresiasi. Polri memang seharusnya tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan menjadi kementerian ,” ujar Teguh, Kamis (29/1/2026).


Ia menegaskan, selama ini Polri telah menjalankan peran strategis dalam menjaga keamanan nasional, termasuk dalam pengamanan agenda demokrasi, penanganan konflik sosial, hingga penegakan hukum secara profesional.

Teguh juga menilai bahwa wacana menjadikan Polri sebagai kementerian justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dan melemahkan sistem ketatanegaraan yang telah berjalan dengan baik.


Lebih lanjut, Teguh berharap Polri terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan profesionalisme, transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik sebagai institusi yang dekat dengan rakyat.


“Dengan tetap berada langsung di bawah Presiden, kami berharap Polri semakin solid, profesional, dan presisi dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Keputusan DPR RI tersebut dinilai menjadi penegasan arah reformasi kelembagaan Polri agar tetap fokus menjalankan tugas konstitusionalnya demi menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Jajaran Polsek Lemahwungkuk Polres Cirebon Kota bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di RT 04 RW 10 Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kapolsek Lemahwungkuk IPTU Usep Winta, S.H. mengatakan, korban dalam peristiwa tersebut adalah Feri Hadi Tama (41), buruh harian lepas, warga Kelurahan Pegambiran. Korban mengalami luka bengkak di bagian belakang kepala akibat benturan benda tumpul.

“Korban dipukul menggunakan kursi kayu dan sempat tidak sadarkan diri,” ujar IPTU Usep Winta, Kamis (29/1/2026).

Peristiwa bermula ketika tiga orang laki-laki datang ke rumah korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol dengan tujuan menemui adik korban. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok mulut yang berujung pada tindak kekerasan.

Terduga pelaku utama berinisial L (28), buruh harian lepas, warga Kelurahan Pegambiran, diduga memukul korban satu kali menggunakan kursi kayu ke arah kepala saat korban berusaha melerai pertikaian.

Sementara dua terduga pelaku lainnya berinisial H dan T turut datang ke lokasi kejadian, namun tidak melakukan pemukulan secara langsung.

Akibat kejadian tersebut, korban segera dilarikan ke RS Gunung Jati untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan informasi terakhir, korban telah sadar namun masih dalam proses pemulihan.

Petugas Polsek Lemahwungkuk yang dipimpin Perwira Pengawas langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan ketiga terduga pelaku guna mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri dari warga sekitar. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah kursi kayu yang digunakan dalam penganiayaan.


“Ketiga terduga pelaku berikut barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, menghindari konsumsi minuman keras, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

“Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditangani secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Suasana khidmat dan penuh syahdu menyelimuti kompleks Musholla Al Ijtihad di Desa Gintung Lor. Di bawah tenda-tenda yang terpasang rapi, ratusan jamaah dari berbagai usia duduk bersila, menyimak dengan khidmat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan wejangan para ulama. Acara ini bukan sekadar pengajian rutin semata, melainkan sebuah perhelatan istimewa dalam rangka memperingati satu abad (100 tahun) berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengakar kuat di kehidupan warga.

Peringatan seabad NU di tingkat akar rumput seperti di Musholla Al Ijtihad ini memiliki makna yang sangat dalam. Acara yang mengusung tema “Merawat Warisan Ulama, Memperkuat Kebhinekaan” ini menjadi refleksi nyata bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang diusung NU telah hidup dan menyatu dalam denyut nadi masyarakat desa.

“Ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT. 100 tahun NU bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang menjaga Islam yang ramah, moderat, dan mencintai tanah air,” ujar KH. Nurul Mubin, salah satu Dewan Kemakmuran Musholla menyampaikan dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah, dalam mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh santri-santri muda setempat, diikuti dengan sholawat Nabi serta dzariah yang menggema menyatukan hati yang di meriahkan oleh Grup Hadroh Jam'iyyah Al-Badriyyah. 

Kemeriahan juga tampak dari kehadiran ibu-ibu yang menyiapkan hidangan untuk seluruh jamaah, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat nahdliyin.

Selain peringatan seabad NU, Musholla Al Ijtihad juga memperingati berbagai haul, yakni : 
1. Haul Sesepuh Masyarakat Blok Cirago Kalimati
2. Haul Jam'iyah Asmaul Husna 
3. Haul Jam'iyah Bani Zuber
4. Haul Jam'iyah Rotibul 'Athos & Waqi'ah

Rangkalian acara ini dimulai pada tanggal 27 - 28 Januari 2026, dari simaan Al-Qur'an pada malam Rabu, dan pada Rabu siang Gema Sholawat dan Pengajian yang di sampaikan oleh KH. Jamaludin Kahfi, dari Bongas, Indramayu.

Dalam pengajiannya banyak poin yanh disampaikan dan poin yang disebutkan salah satunya yakni bahwa ada 4 kunci keberkahan yakni, Dzikir, Membaca Ayat Suci Al-Qur'an, Tawadu', serta Shodaqoh. Dimana poin-poin tersebut hanya terdapat 1 paket dalam Jam'iyyah NU ketika mengadakan rutinan.


Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad ini merupakan gambaran kecil dari ribuan kegiatan serupa yang digelar di seluruh penjuru Nusantara. Ia menjadi bukti bahwa NU tidak hanya ada di tingkat pusat atau kota besar, tetapi justru hidup dan bernafas di musholla-musholla, langgar, dan pesantren-pesantren kecil di desa.

Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan global, pengajian seperti ini berfungsi sebagai peneguh jati diri. Ia mengingatkan bahwa Islam Nusantara yang diajarkan NU adalah Islam yang menghargai budaya, menjaga kedamaian, dan setia pada prinsip hlan nahnu abnaa’u hadzihid diyar (kita adalah anak-anak negeri ini).

Sebagai penutup acara, seluruh jamaah bersama-sama membaca doa untuk keselamatan bangsa dan negara, dipimpin oleh para kiai. Dan di tutup pengajian oleh KH. Marzuki Ahal dari Ponpes Babakan, Ciwaringin.

Suara mereka bersatu dalam harmoni, mendoakan Indonesia yang damai dan sejahtera. Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad Desa Gintung Lor pun ditutup dengan santapan bersama, menguatkan kembali tali silaturahmi dan semangat kebersamaan yang menjadi pondasi utama Nahdlatul Ulama selama seabad berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (MLK)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kabupaten Cirebon) - RSUD Waled menerima bantuan satu unit mobil ambulans yang dilengkapi fasilitas transfusi darah dari bank BJB.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di RSUD Waled, Senin (27/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron.

Bupati Imron mengapresiasi kontribusi bank BJB dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, bantuan ambulans tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan medis masyarakat, khususnya pelayanan kegawatdaruratan.


“Saya menghadiri acara di RSUD Waled dalam rangka pemberian mobil ambulans dari bank BJB untuk RSUD Waled. Saya mengucapkan terima kasih kepada bank BJB yang telah memberikan bantuan mobil ambulans kepada rumah sakit,” ujar Imron.


Ia menjelaskan, ambulans yang diberikan bukan merupakan ambulans standar, melainkan dilengkapi fasilitas khusus untuk transfusi darah.

Dengan kelengkapan tersebut, kendaraan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah secara segera.

“Ini satu unit ambulans, tetapi sudah dilengkapi fasilitas untuk transfusi darah. Jadi bukan sekadar ambulans, melainkan di dalamnya terdapat peralatan medis yang cukup lengkap,” katanya.


Imron berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak rumah sakit demi kepentingan dan keselamatan masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, dan fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

“Mudah-mudahan mobil ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk membantu kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon 
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top