Articles by "Polres Cirebon Kota"
Showing posts with label Polres Cirebon Kota. Show all posts
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Warga Kabupaten Cirebon digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam bangunan terbengkalai bekas Musala Al Hidayah di Jalan Brigjen Dharsono No. 55, Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Kedawung bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, hingga mengevakuasi jenazah.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi penemuan mayat tersebut. Polisi kemudian melakukan serangkaian penanganan sesuai prosedur.

"Kami melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, mulai dari olah TKP hingga membawa jenazah ke rumah sakit guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ahmad Nasori.

Korban diketahui berinisial S (56), warga Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Mayat pertama kali ditemukan oleh Runadi (35), warga Desa Buyut, Kecamatan Gunungjati, saat bersama rekannya, Kurdia, melakukan pengukuran dan pembersihan bangunan bekas musala atas permintaan pihak yayasan yang berencana merenovasi lokasi tersebut.

Saat memasuki area imam salat, Runadi melihat sesosok tubuh yang telah mengering. Ia kemudian segera melaporkan temuannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan.
Ketua Yayasan Rofudah Darojah, H. Sudarjo (56), membenarkan dirinya meminta Runadi dan Kurdia melakukan pengukuran serta pembersihan karena bangunan tersebut akan direnovasi dalam waktu dekat.


Sementara itu, pihak keluarga yang diwakili saksi berinisial K.S. (42) mengaku mengenali korban sebagai pamannya yang telah hilang kabar sejak awal tahun 2026. 

Menurut keluarga, korban memiliki riwayat penyakit diabetes yang telah lama dideritanya.
Usai proses identifikasi di lokasi, jenazah dibawa ke RS Gunung Jati Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak berwenang. Apabila menemukan kejadian serupa atau mengetahui adanya warga yang membutuhkan perhatian khusus karena kondisi kesehatan maupun faktor lainnya, segera informasikan kepada aparat setempat agar dapat dilakukan langkah-langkah yang diperlukan," katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Polres Cirebon Kota menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Catur Prasetya Polres Cirebon Kota, Kamis (11/6/2026), itu berhasil mengumpulkan 75 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi masyarakat.

Donor darah dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti personel kepolisian serta Bhayangkari sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial yang digelar Polres Cirebon Kota dalam menyambut Hari Bhayangkara.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Setetes darah yang disumbangkan memiliki nilai yang sangat besar karena dapat membantu menyelamatkan nyawa sesama," ujar AKBP Eko.

Ia menambahkan, ketersediaan stok darah menjadi kebutuhan penting bagi pelayanan kesehatan, mulai dari pasien operasi, ibu melahirkan, korban kecelakaan hingga penderita penyakit tertentu yang memerlukan transfusi secara berkala.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, Ketua Bhayangkari Cabang Cirebon Kota Ny. Maya Eko Iskandar, personel Polres Cirebon Kota, serta anggota Bhayangkari.

Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan semangat kebersamaan dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Dari pelaksanaan donor darah tersebut, panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 75 kantong darah yang selanjutnya akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga dimanfaatkan sebagai upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.


Selain bermanfaat bagi penerima donor, kegiatan ini juga memberikan manfaat kesehatan bagi para pendonor melalui proses regenerasi sel darah.


Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk rutin mendonorkan darah secara sukarela.

"Donor darah adalah bentuk kepedulian yang sederhana namun sangat berarti bagi keselamatan orang lain. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini kami harapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama, karena satu kantong darah yang didonorkan dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang membutuhkan pertolongan," kata Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota menggelar sosialisasi Operasi Patuh Lodaya 2026 dengan cara unik di pusat Kota Cirebon tepatnya di perempatan Gunung sari Kota Cirebon pada Jumat pagi (5/6/2026). Jajaran Petugas satlantas yang dikomandoi oleh Kasat Lantas AKP Hadi Suryanto beserta jajaranya membagikan coklat kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas sekaligus memberikan edukasi agar lebih disiplin dalam berlalu lintas yang baik dan benar serta lebih disiplin.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Lantas AKP Hadi mengatakan pendekatan humanis dipilih agar pesan tertib berlalu lintas lebih mudah diterima oleh masyarakat. “Operasi Patuh Lodaya 2026 sendiri berlangsung selama 14 hari ke depan yakni sejak tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 dan Kami ingin pengendara sadar tanpa harus ditakuti, Coklat ini simbol manisnya keselamatan, Jadi kami harap setelah dapat coklat, pengendara jadi lebih ingat pakai helm, spion lengkap, surat-surat, dan tidak melawan arus," ujar AKP Hadi usai sosialisasi.


Dalam Sosialisai menjelang Operasi Patuh Lodaya 2026, Salah satu pengendara motor yang mendapat coklat wandi warga Gunungjati, mengaku senang dengan cara sosialisasi ini." Kaget pas diberhentiin sama pak polisi dan buk polwan, kirain mau ditilang, Ternyata dikasih coklat sambil diingetin tertib. Jadi malu sendiri kalau masih bandel di jalan," katanya.


Polres Cirebon Kota berharap dengan sosialisasi yang humanis ini, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya bisa menurun. Petugas akan tetap menindak tegas pengendara yang melanggar aturan selama masa operasi.
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota membongkar jaringan penadah sepeda motor hasil curian yang diduga telah beroperasi selama bertahun-tahun.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan 23 unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana pencurian dari sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang melintas di Jalur Pantura Cirebon, Sabtu (6/6/2026).

Selain menyita puluhan kendaraan, petugas juga menangkap seorang pria berinisial MR (31), warga Kabupaten Cirebon, yang diduga menjadi pengendali jaringan penadahan tersebut.

Kapolresta Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan penangkapan MR menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

"Tersangka MR sudah kami amankan dan saat ini masih dilakukan pendalaman untuk mengungkap anggota jaringan lainnya," ujar Eko Iskandar didampingi Kasat Reskrim AKP Fadillah dan Kasi Humas AKP Aris Hermanto.

Dari hasil penyelidikan sementara, jaringan tersebut diduga telah menjalankan aktivitasnya selama beberapa tahun. Polisi menduga MR mampu mengirim sekitar 100 unit sepeda motor hasil curian dalam satu tahun ke wilayah Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

"Jumlah tersebut sangat besar sehingga menjadi perhatian kami untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Kami akan menelusuri seluruh mata rantai jaringan ini, mulai dari pelaku pencurian hingga penadah dan pihak-pihak yang terlibat," tegasnya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap MR di wilayah Indramayu. Saat diperiksa, MR mengaku tengah melakukan pengiriman sejumlah sepeda motor menggunakan bus ALS.

Berbekal informasi tersebut, tim Satreskrim langsung bergerak dan menghentikan bus ALS bernomor polisi BK 7019 UD yang sedang melintas di Jalur Pantura Cirebon.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 23 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.
Seluruh kendaraan kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Polisi kini masih melakukan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin guna mengetahui asal-usul kendaraan serta mencocokkannya dengan laporan kehilangan dari berbagai daerah.

AKBP Eko Iskandar mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk segera mendatangi Polresta Cirebon Kota dengan membawa dokumen kepemilikan kendaraan yang sah.

"Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan kendaraan bermotor untuk datang ke Polres Cirebon Kota dengan membawa surat-surat kendaraan. Nantinya akan dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah kendaraan tersebut termasuk barang bukti yang berhasil diamankan," katanya.

Saat ini, Satreskrim Polres Cirebon Kota masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pencurian dan penadahan kendaraan bermotor lintas daerah yang lebih luas. Polisi juga memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam rantai distribusi kendaraan hasil curian tersebut. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Polres Cirebon Kota menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Binmas dan Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian di Lapangan Mapolres Cirebon Kota, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan organisasi dan pengembangan karier personel Polri guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 08.45 WIB itu dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, personel Polri, serta ASN Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kinerja satuan kerja agar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Iptu Erni Suhaeni resmi dilantik sebagai Kasat Binmas Polres Cirebon Kota.

Ia dipercaya mengemban tugas baru untuk memperkuat fungsi pembinaan masyarakat dan kemitraan antara kepolisian dengan warga.

Kapolres berharap Iptu Erni dapat mengoptimalkan pengalaman, kemampuan, serta integritas yang dimiliki guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

Selain sertijab, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian kepada Ipda Sanusi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, disiplin, dan pengabdian yang ditunjukkan selama menjalankan tugas kepolisian.

Kenaikan pangkat pengabdian itu menjadi simbol penghargaan institusi kepada personel yang mampu menjaga rekam jejak pengabdian dengan baik serta menunjukkan komitmen tinggi hingga akhir masa dinasnya.


Rangkaian acara berlangsung khidmat melalui prosesi upacara, laporan resmi Korps Raport, amanat inspektur upacara, pembacaan doa, pemberian ucapan selamat, hingga sesi foto bersama.


Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengucapkan selamat kepada personel yang menerima amanah dan penghargaan tersebut.

"Kami mengucapkan selamat kepada Iptu Erni Suhaeni atas amanah sebagai Kasat Binmas Polres Cirebon Kota dan kepada Ipda Sanusi atas kenaikan pangkat pengabdian yang diterimanya. Semoga penghargaan dan kepercayaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan dedikasi terbaik, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Aris.

Menurutnya, pembinaan karier melalui serah terima jabatan maupun kenaikan pangkat penghargaan merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya pelayanan kepolisian yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon)  - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku dan menyita dua unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Kasus ini terungkap setelah korban bernama Billian Azim (28), warga Kelurahan Drajat, melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Spacy miliknya yang diparkir di lahan kosong di samping tempat pencucian motor di Jalan Jagasatru Gang Langgar II.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Dr. M. Fadlillah mengatakan, peristiwa pencurian itu terjadi pada 8 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB. Saat hendak mengambil kembali kendaraannya, korban mendapati sepeda motor tersebut sudah hilang dari lokasi parkir.

"Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp6 juta," ujar Fadlillah, Sabtu (30/5/2026).

Motor yang hilang diketahui merupakan Honda Spacy tahun 2011 berwarna putih hitam bernomor polisi E-5071-BA. Setelah menerima laporan, Unit Resmob Satreskrim Polres Cirebon Kota melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku.

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MZS (20) di kawasan Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 13.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan terhadap MZS, petugas kemudian mengembangkan kasus dan menangkap dua pelaku lainnya, yakni AP alias U (25) dan AM alias T (25), di wilayah Pasar Lemahabang sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam pemeriksaan, MZS mengaku melakukan pencurian bersama AP alias U. Sepeda motor hasil curian kemudian dijual kepada seorang pria berinisial O yang kini masih dalam pengejaran polisi.

"Motor hasil curian dijual seharga Rp400 ribu. Uang hasil penjualan dibagi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membeli makanan bersama," kata Fadlillah.

Tidak hanya itu, penyidik juga menemukan dugaan keterlibatan AP alias U dan AM alias T dalam kasus pencurian sepeda motor lain yang terjadi di kawasan Perumahan Tangkuban Perahu, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada bulan Ramadan 2026.

Menurut polisi, kendaraan hasil curian dalam kasus tersebut diduga dijual melalui sistem cash on delivery (COD) dengan memanfaatkan media sosial Facebook. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman guna mengidentifikasi korban dan memastikan adanya laporan polisi terkait kasus tersebut.


Dari tangan para pelaku, petugas mengamankan dua unit sepeda motor, yakni Honda Mio M3 warna hitam tanpa nomor polisi dan Honda Beat warna merah hitam tanpa nomor polisi. Polisi juga masih memburu pria berinisial O yang diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.


Ketiga pelaku kini telah diamankan di Polres Cirebon Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan.

"Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan kunci pengaman tambahan dan memilih lokasi parkir yang aman serta mudah diawasi. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Polisi 110," ujar Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan terapung di Perairan Laut Cirebon, wilayah Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Polisi bergerak cepat melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke RSUD Gunung Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di titik koordinat 06°41’39.57” S - 108°35’37.986” E. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.

Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo S., S.H. mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari personel patroli laut. Polisi bersama unsur terkait kemudian melakukan pengamanan area, pemeriksaan saksi, hingga proses evakuasi korban dari tengah laut menuju Dermaga Kade Parit Pelabuhan Cirebon.


“Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Gunung Jati untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lanjutan,” ujar Asep.


Penemuan mayat tersebut bermula saat Crew Kapal Polisi VIII-1022 Ditpolairud Polda Jabar melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Cirebon sejak pagi hari.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap kapal pengangkut batu bara, kapten kapal melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan laut.

Petugas patroli kemudian mendekati lokasi dan memastikan benda tersebut merupakan tubuh manusia dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah itu, personel patroli laut segera menghubungi piket siaga Ditpolairud Polda Jabar untuk meminta bantuan proses evakuasi.

Beberapa personel diterjunkan dengan membawa perlengkapan kantung jenazah dan sarung tangan evakuasi agar proses penanganan berjalan cepat dan sesuai prosedur.

Setibanya di Dermaga Kade Parit Pelabuhan Cirebon, petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap barang-barang yang ditemukan bersama korban guna membantu proses identifikasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui mengenakan jaket hitam merek ZARA dan membawa tas punggung warna coklat merek Summer. Pada bagian resleting tas terdapat gantungan kunci boneka berbentuk hati warna putih, gantungan berbentuk bunga, serta akrilik huruf “M”.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang lain berupa satu unit handphone Infinix Note 50 Pro warna titanium, satu unit Samsung Galaxy Tab S-10 FE warna hitam, satu bungkus paket Shopee atas nama Rena Sihombing beralamat di Junjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, serta satu lembar pas foto laki-laki berseragam SMA dengan perkiraan usia 16 hingga 18 tahun.

Seluruh barang tersebut kini diamankan sebagai bahan penyelidikan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan asal-usul korban maupun keberadaan keluarganya.


Proses penanganan melibatkan personel Satreskrim, Satpolairud, Intelkam, Inafis hingga Polsek KPC yang bersama-sama melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, dokumentasi, serta pengumpulan informasi untuk mempercepat pengungkapan identitas korban.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau datang ke RSUD Gunung Jati guna membantu proses identifikasi. Apabila masyarakat menemukan informasi penting terkait korban, segera sampaikan melalui kantor polisi terdekat atau Layanan Polisi 110,” ujarnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Masyarakat Kota Cirebon, Tryas, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas pengamanan selama berlangsungnya konvoi kemenangan suporter Persib Bandung usai menjuarai Liga 1 musim 2025-2026 di wilayah Kota Cirebon.

Menurut Tryas, pengamanan yang dilakukan jajaran kepolisian dinilai sigap, profesional, dan humanis sehingga seluruh rangkaian konvoi berjalan aman serta tertib tanpa gangguan berarti.

“Kami masyarakat Kota Cirebon mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar beserta jajaran yang telah menjaga kondusivitas Kota Cirebon selama berlangsungnya konvoi suporter Persib Bandung,” ujar Tryas, Minggu (24/5/2026).

Ia mengatakan, euforia kemenangan Persib Bandung mampu dikendalikan dengan baik berkat kesiapsiagaan personel di lapangan.

Pendekatan humanis yang diterapkan aparat kepolisian juga dinilai membuat masyarakat dan para suporter merasa nyaman saat merayakan kemenangan tim kebanggaannya.

“Berkat kesigapan, profesionalisme, dan pendekatan humanis dari jajaran Polres Cirebon Kota, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” katanya.

Triyas pun menyampaikan salam hormat dan penghargaan atas dedikasi Kapolres Cirebon Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di tengah tingginya antusiasme suporter Persib di Kota Cirebon.

Ia berharap situasi aman dan kondusif di Kota Cirebon terus terjaga melalui sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cirebon bersama komunitas Bobotoh Persib Kota Cirebon menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Cirebon Kota atas suksesnya pengamanan konvoi kemenangan Persib Bandung usai memastikan gelar juara Liga 1 musim 2025-2026.

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan langsung kepada AKBP Eko Iskandar beserta seluruh personel yang dinilai berhasil menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama euforia perayaan berlangsung di sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon, Sabtu (23/5/2026).

Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana mengatakan, pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian patut diapresiasi karena mengedepankan pendekatan humanis di tengah tingginya antusiasme masyarakat dan para Bobotoh.

“Kami atas nama DPD KNPI Kota Cirebon dan Bobotoh Persib Kota Cirebon mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Cirebon Kota beserta seluruh jajaran. Berkat kesigapan, profesionalisme, dan pendekatan humanis dari personel kepolisian, kegiatan konvoi juara Persib di Kota Cirebon dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Jaka saat ditemui di lokasi, Sabtu (23/5/2026) malam.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan tersebut menjadi bukti sinergi positif antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di tengah perayaan besar suporter sepak bola.

Ia berharap hubungan baik antara kepolisian dengan elemen kepemudaan maupun komunitas suporter terus terjalin demi menjaga kondusivitas di Kota Cirebon.


“Semoga Bapak Kapolres beserta seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas melindungi serta melayani masyarakat. Polri Presisi,” tambahnya.


Sebelumnya, ribuan Bobotoh turun ke jalan merayakan keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia musim ini.

Konvoi dipusatkan di sejumlah titik strategis di Kota Cirebon dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna memastikan arus lalu lintas serta keamanan masyarakat tetap terjaga. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Polres Cirebon Kota mendadak dipenuhi suara riang anak-anak pada Rabu (20/5/2026) pagi. 

Puluhan siswa TKIT Imam Bondjol Kota Cirebon tampak antusias mengikuti kegiatan Pembinaan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang digelar Satlantas Polres Cirebon Kota.

Kegiatan edukasi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dikemas santai dan interaktif. Anak-anak diajak mengenal profesi polisi sekaligus belajar keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dengan cara menyenangkan.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, Hadi Suryanto mengatakan program Polisi Sahabat Anak bertujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak kecil.


“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan profesi kepolisian kepada anak-anak sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan berlalu lintas dengan metode yang mudah dipahami anak usia dini,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan berbagai materi dasar keselamatan di jalan raya. Mulai dari cara aman berangkat ke sekolah, pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, hingga mengenal rambu-rambu yang sering ditemui di jalan.
Suasana semakin meriah ketika para siswa diajak berinteraksi langsung dengan anggota polisi.

Mereka terlihat aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti simulasi sederhana tentang tata cara menyeberang jalan dengan aman.

Selain edukasi lalu lintas, polisi juga mengenalkan tugas-tugas kepolisian kepada anak-anak. Mulai dari fungsi pelayanan masyarakat hingga pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari.


Program Polisi Sahabat Anak ini juga menjadi upaya membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak. Dengan pendekatan humanis, diharapkan anak-anak tidak merasa takut kepada polisi, melainkan menganggap polisi sebagai sahabat yang menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka terlihat ceria saat diperlihatkan berbagai simbol rambu lalu lintas sambil mendengarkan penjelasan dari anggota Satlantas.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, M. Aris Hermanto menambahkan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan bagian dari edukasi humanis kepolisian kepada generasi muda.

“Kami mengimbau para orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan contoh tertib berlalu lintas kepada anak-anak serta segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun informasi terkait keamanan dan keselamatan masyarakat,” katanya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Cirebon) - Kepanikan pecah di kawasan Gang Lapang Bola, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran bersenjata tajam kocar-kacir saat patroli Sat Samapta Polres Cirebon Kota tiba di lokasi.

Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Polisi memburu para pemuda yang berusaha melarikan diri dan berpencar ke sejumlah titik di wilayah Kota Cirebon.

Kasat Samapta Polres Cirebon Kota, AKP Joni, mengatakan patroli dini hari tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi gangguan kamtibmas, khususnya tawuran remaja dan kejahatan jalanan yang kerap meresahkan warga.

“Petugas menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kelompok pemuda yang membawa senjata tajam dan diduga hendak melakukan tawuran,” ujar AKP Joni.

Saat petugas tiba di lokasi, para pemuda langsung melarikan diri untuk menghindari pemeriksaan.

Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga beberapa terduga pelaku berhasil diamankan.

Dalam proses pengejaran, salah satu pemuda yang kabur menggunakan sepeda motor terjatuh setelah kehilangan keseimbangan.

Dari situ, petugas berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rencana tawuran tersebut.

Kelima terduga yang diamankan masing-masing berinisial MAP (19), warga Kota Cirebon, FH (17), TF (17), dan AA (17), warga Kabupaten Cirebon, serta IF (21), warga Kota Cirebon.

Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Cirebon Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mendapatkan informasi mengenai lokasi penyimpanan senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Petugas lalu melakukan pengembangan ke wilayah Pekiringan dan menemukan sejumlah barang bukti.


Polisi menyita dua unit sepeda motor, dua celurit panjang, satu senjata tajam jenis corbek, dua celurit, serta satu stik golf yang diduga akan dipakai dalam aksi kekerasan tersebut.

AKP Joni menegaskan aksi tawuran bersenjata sangat membahayakan keselamatan masyarakat maupun para pelaku sendiri. Karena itu, patroli rutin terutama pada jam-jam rawan dini hari akan terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M Aris Hermanto mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat tawuran maupun membawa senjata tajam. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera hubungi layanan Polisi 110,” ujar Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemandangan berbeda terlihat di sebuah warung kecil di Gang Lawang Gede, Jalan Pekiringan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Jajaran Polres Cirebon Kota berseragam lengkap mendatangi warung milik Setiawan alias Wawan, korban pengerusakan oleh sekelompok motor tak bertanggung jawab.

Kedatangan Kapolres Cirebon kota itu bukan untuk penindakan, melainkan membawa dukungan moril dan bantuan materil bagi Wawan dan ibunya yang hingga kini masih trauma pascakejadian.

Diketahui, peristiwa pengerusakan terjadi pada 3 Mei 2026 di sekitar Bill Gym, Gang Lawang Gede. Akibat aksi brutal tersebut, warung sederhana tempat Wawan mencari nafkah rusak dan membuat aktivitas jualannya terhenti.

Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, mengatakan pihaknya sengaja datang langsung untuk memastikan korban tidak merasa sendirian menghadapi musibah tersebut.

“Setiawan ini sehari-hari bersama ibunya berjualan di depan gang. Namun pada 3 Mei kemarin mengalami musibah, dagangannya dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Eko.

Menurutnya, kondisi keluarga korban semakin memprihatinkan karena mereka baru saja kehilangan sosok ayah yang meninggal dunia belum genap 40 hari sebelum insiden terjadi.

“Tujuan kami datang ke sini untuk mensupport moril maupun materil. Kami menjamin keamanan seluruh masyarakat Cirebon, khususnya kepada korban,” ujarnya.

Eko menegaskan, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan warga. 

Ia juga meminta para orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, terutama remaja yang kerap terlibat aksi konvoi hingga tindak kriminal.

“Kami siap memberikan sanksi hukum. Tidak akan membiarkan ruang gerak bagi pelaku-pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan dua orang dewasa yang terbukti terlibat dalam aksi pengerusakan.

Selain itu, polisi juga mendapati adanya sejumlah remaja di bawah umur yang ikut dalam kelompok motor tersebut.

“Kami sayangkan pelakunya dewasa, seharusnya sudah memiliki pemikiran matang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” katanya.

Kapolres berharap Wawan dapat segera bangkit dan kembali membuka warungnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kami hadir sebagai representasi negara untuk masyarakat. Polri menjamin keamanan masyarakat Cirebon dan mendorong korban agar kembali berjualan,” pungkasnya.

Sementara itu, Setiawan (31) menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Kapolres Cirebon Kota, yang dinilai cepat menangani kasus hingga berhasil menangkap pelaku.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kapolres Cirebon Kota karena sudah memperhatikan kasus ini, mendalami, dan menangkap pelaku,” ujarnya.

Meski demikian, trauma masih dirasakan keluarga korban. Hingga kini sang ibu masih takut dan belum mengizinkan warung kembali dibuka.

“Sampai sekarang ibu masih trauma, jadi belum berjualan lagi,” tuturnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Aksi pencurian kendaraan bermotor di area parkir RSPAD Jalan Pulasaren No.7, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, berhasil digagalkan warga bersama personel Polsek Lemahwungkuk, Selasa (12/5/2026) dini hari.

Tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti sepeda motor milik korban.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.11 WIB. Korban diketahui bernama Silvi Nurcahaya (23), warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Sepeda motor Yamaha Xeon warna hitam bernopol E 4200 BG miliknya sempat hilang saat diparkir di lingkungan rumah sakit.

Kapolsek Lemahwungkuk, Usep Winta mengatakan, kejadian bermula ketika saksi bernama Renaldi (27) datang ke RSPAD untuk menjemput istrinya yang takut pulang sendirian karena sudah larut malam. Namun saat tiba di lokasi, kendaraan korban sudah tidak berada di tempat parkir semula.

“Korban bersama saksi kemudian mencari kendaraan tersebut di sekitar rumah sakit dan jalan sekitar lokasi. Tidak lama kemudian mereka melihat sepeda motor korban sedang didorong oleh dua orang tidak dikenal,” kata Usep Winta.

Melihat hal itu, saksi langsung berupaya menghentikan para terduga pelaku sambil menghubungi Polsek Lemahwungkuk untuk meminta bantuan.

Personel kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berhasil mengamankan para terduga pelaku beserta kendaraan milik korban.

Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial D.K. (24), perempuan asal Kabupaten Cirebon, B.S. (26), laki-laki asal Kabupaten Cirebon, serta M.A. alias M. (24), warga Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban dan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Menurut Usep Winta, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui ada satu orang yang diduga berperan sebagai eksekutor utama pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai menunjukkan cepatnya respons kepolisian dalam menangani laporan warga terkait kasus pencurian kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, M. Aris Hermanto mengapresiasi warga yang membantu memberikan informasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap para terduga pelaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor dan tetap menahan diri untuk tidak menghakimi pelaku. Peran aktif warga sangat membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus kejahatan,” ujar Aris Hermanto.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci ganda, memilih lokasi parkir yang aman, serta segera memanfaatkan layanan Polisi 110 apabila menemukan tindak kriminal maupun gangguan kamtibmas lainnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Warga Kampung Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung merah.
Korban diketahui berinisial D.R. (34), seorang karyawan swasta warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak keluarga dan warga sekitar mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah.

Plt Kapolsek Kesambi IPTU Iman Hendro Santoso mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Personel melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengamankan area sekitar, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban di lokasi kejadian,” ujar Iman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di kamar mandi rumahnya menggunakan kain sarung merah.

“Ditemukan luka berbentuk huruf V pada bagian leher yang diduga akibat jeratan kain sarung. Sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul,” katanya.

Salah satu saksi berinisial L.L. (29) mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB korban sempat berpamitan untuk berolahraga.

Namun saat kembali ke rumah sekitar pukul 09.30 WIB, korban terlihat hanya melamun di ruang tengah dan tidak banyak berbicara.

“Setelah saya selesai mandi dan masuk kamar, terdengar suara benturan dan suara seperti orang mengorok dari arah belakang rumah. Saya ketakutan lalu meminta bantuan warga untuk mengecek,” ujar L.L.

Saksi lainnya, D.S. (29), mengaku datang ke rumah korban setelah menerima telepon dari L.L. Saat melakukan pengecekan bersama warga lain, mereka menemukan bercak darah di depan kamar mandi dan melihat kaki korban dalam kondisi tergantung.

Keterangan serupa juga disampaikan saksi lainnya yang ikut melakukan pengecekan sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, tindakan cepat kepolisian dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.


“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di bagian leher. Pihak keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi,” kata Aris.


Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujarnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Gunung Jati Kota Cirebon untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan disertai surat pernyataan resmi di hadapan pihak kepolisian. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota melakukan monitoring dan evaluasi terhadap titik troublespot, blackspot, serta lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto, bersama jajaran personel Satlantas.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya KBO Lantas, Kanit Turjagwali, serta anggota Satlantas Polres Cirebon Kota.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto mengatakan, monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan.

“Monitoring ini dilakukan untuk mengevaluasi titik troublespot, blackspot, serta lokasi rawan laka guna menentukan langkah penanganan dan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan,” ujarnya.


Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya preventif Satlantas Polres Cirebon Kota dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Ir H Juanda Tengah Tani, Jalan Brigjen Darsono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ki Jaga, Jalan Kesunean, Jalan Yos Sudarso, Jalan Samadikun, hingga Jalan Raya Sunan Gunungjati.

Petugas juga melakukan evaluasi terhadap kondisi arus lalu lintas, potensi hambatan kendaraan, hingga titik-titik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan panjang.

Satlantas Polres Cirebon Kota memastikan kegiatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota mengungkap kasus tindak pidana perusakan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan sekelompok bermotor di kawasan Pekiringan, Kota Cirebon. Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar resah.

Aksi brutal itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Sekelompok orang yang diduga terafiliasi salah satu kelompok motor melakukan konvoi dan menyerang sebuah warung milik warga karena diduga salah sasaran.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar  mengatakan, korban saat itu tengah berjualan ketika rombongan pelaku datang.

“Korban saat itu sedang berjualan. Tiba-tiba didatangi sekelompok orang yang kemudian melakukan pengejaran, masuk ke warung, melakukan perusakan, dan setelah itu melakukan pencurian terhadap beberapa barang milik korban,” ujar AKBP Eko Iskandar
didampingi Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Dr. M. Fadlillah serta Kasie Humas Polres Cirebon Kota AKP Aris Hermanto, saat doorstop di Mako Polres Cirebon Kota, Senin (11/5/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan enam orang untuk dimintai keterangan. Dua orang di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka berinisial RS (44) dan PS.

Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jumlah massa yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 60 orang.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tongkat baseball, sebilah sangkur, dua jaket kelompok bermotor, serta rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
Beruntung tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Namun, warung milik korban mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi perusakan para pelaku.

AKBP Eko Iskandar menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap aksi kelompok bermotor yang meresahkan masyarakat.

“Hal-hal seperti ini menjadi atensi kami. Kami tidak akan membiarkan aksi kekerasan dan perusakan terus terjadi di wilayah Cirebon,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum serta tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota membongkar sindikat ganjal ATM lintas daerah yang beroperasi di wilayah Ciayumajakuning.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua pelaku, termasuk seorang perempuan yang diduga menjadi penadah hasil kejahatan.

Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan korban yang kehilangan uang hingga Rp69 juta akibat aksi ganjal ATM.

“Pengungkapan kasus ganjal ATM dan penadahan. Kami mengamankan dua pelaku yang beroperasi di wilayah Ciayumajakuning, kemudian satu orang lagi sebagai penadah diamankan di Jakarta,” ujar Eko saat konferensi pers, Senin (11/5/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres didampingi Kasat Reskrim Fadlillah dan Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto

Dari hasil pengembangan, polisi menangkap seorang pria berinisial M (43) di wilayah Jakarta Utara.

Polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial E (53) yang diduga bertugas menerima dan menarik uang hasil kejahatan dari rekening korban.

Eko menjelaskan, para pelaku menggunakan modus menukar kartu ATM asli milik korban dengan kartu ATM yang telah dimodifikasi. Aksi dilakukan saat korban mengalami kesulitan memasukkan kartu ke mesin ATM.

“Pelaku lain berpura-pura membantu korban memasukkan kartu ATM. Saat itulah kartu asli korban ditukar dengan kartu yang sudah dimodifikasi,” katanya.

Selain itu, salah satu pelaku bertugas mengintip nomor PIN korban dari belakang antrean ATM. Setelah berhasil menguasai kartu asli dan PIN korban, pelaku langsung menguras isi rekening korban.

“Korban mengalami kerugian sekitar Rp69 juta. Alhamdulillah pelaku dan jaringan sindikatnya serta barang bukti berupa ATM, tusuk gigi, handphone berhasil kami amankan,” ujarnya.

Menurut Eko, sindikat tersebut diduga sudah dua kali beraksi di wilayah Cirebon. Polisi juga masih memburu pelaku lain yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).


“Ini memang sindikat antar pulau. Pelaku bukan berasal dari wilayah sini. Setelah uang berhasil diambil, hasil kejahatan langsung ditransfer kepada pelaku perempuan yang berperan sebagai penadah, lalu ditarik kembali,” ungkapnya.


Polisi pun mengimbau masyarakat lebih waspada saat bertransaksi di ATM, terutama ketika mengalami kendala saat memasukkan kartu.

“Kalau ada yang menawarkan bantuan saat mengalami kesulitan di ATM, masyarakat harus berhati-hati. Itu sering menjadi modus pelaku untuk menukar kartu ATM korban,” tegasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sementara pelaku penadahan dikenakan Pasal 591 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Seorang pria ditemukan meninggal dunia di trotoar depan bengkel mesin PD Setia Budhi, Jalan Tuparev No. 20, Desa Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 14.58 WIB. Penemuan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar setelah korban terlihat tidak bergerak dalam waktu cukup lama.

Korban diketahui berinisial M.H (53), seorang buruh harian lepas asal Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. 

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam bertuliskan kopi puncak bogor, celana panjang loreng abu-abu, serta membawa tas pinggang kecil berisi uang dan kartu identitas pribadi.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang pria yang terbaring di trotoar dan diduga telah meninggal dunia.


"Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Cirebon Kota," ujar Ahmad Nasori.

Salah satu saksi berinisial A (42), seorang buruh asal Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, mengaku sempat melihat korban duduk sambil merokok di sekitar lokasi. Namun beberapa saat kemudian korban terlihat terbaring dan tidak bergerak.

"Saksi merasa curiga karena korban tidak bangun maupun memberikan respons, sehingga kemudian memperhatikan kondisi korban lebih dekat," katanya.

Sementara itu, saksi lainnya berinisial H (34), warga Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, mengatakan dirinya mendapat informasi dari saksi pertama mengenai adanya seorang pria yang terbaring di sekitar Alfamart Tuparev tanpa respons.

"Warga kemudian sepakat menghubungi pihak kepolisian untuk meminta penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Cirebon Kota kemudian melakukan identifikasi awal, memeriksa kondisi tubuh korban, serta mengamankan area sekitar lokasi kejadian untuk menghindari kerumunan warga.


Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, jenazah korban tetap dibawa ke RSUD Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab kematian.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab meninggalnya korban.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera menghubungi layanan Polisi 110 apabila menemukan peristiwa darurat, orang terlantar, maupun kejadian mencurigakan lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti petugas," kata Aris. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas dalam rangka pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Cirebon.

Masyarakat diimbau menghindari sejumlah ruas jalan yang akan dilintasi rombongan kirab.

Kegiatan tersebut rencananya akan dimulai oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan titik start dari Gedung BAT, Kota Cirebon.

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto mengatakan, rute kirab akan melintasi sejumlah jalan utama di pusat kota. Rombongan akan bergerak dari Jalan Pasuketan, Perkiringan, Pertratean, Pulasaren, Aryodinoto hingga finis di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan Cirebon.

"Jadi saya imbau untuk masyarakat nanti menghindari jalan-jalan tersebut. Tentu kami dari pihak Satlantas Polres Cirebon Kota sudah menyiapkan alternatif-alternatif jalan yang bisa dilewati," kata AKP Hadi Suryanto saat ditemui di Mako Polres Cirebon Kota, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah jalur alternatif telah disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Dari simpang Karanggetas menuju Perkiringan, masyarakat bisa melalui Jalan Pandesan, Jalan Kebon Cai, Jalan Parujakan, dan Jalan Pekalipan.

Sementara untuk akses Jalan Bahagia, pengendara diarahkan melalui Jalan Kolektoran dan Jalan Kenduruan. Sedangkan jalur Pasuketan menuju BAT dapat melewati Jalan Benteng dan Jalan Kenduruan.

Kemudian, pengalihan arus di simpang Pertratean dapat melalui Jalan Pekalipan Kutagara. Untuk akses Aryodinoto diarahkan lewat Jalan Pekawatan, sedangkan Jalan Merdeka dapat dialihkan melalui Jalan Talang.

"Untuk Jalan Lemahwungkuk bisa melalui Jalan Pekawatan. Begitu juga Jalan Pegajahan dapat melalui Jalan Pekawatan untuk pengalihan arus," ujarnya.

Hadi menambahkan, sterilisasi jalur akan dimulai sejak pukul 16.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum acara dimulai. Kegiatan kirab diperkirakan berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB setelah waktu Magrib.

"Untuk lokasi start, finish, dan jalur yang akan dilintasi nanti akan dilakukan sterilisasi. Kami imbau masyarakat mematuhi setiap rambu lalu lintas dan rekayasa arus yang diterapkan petugas," katanya.

Satlantas Polres Cirebon Kota juga menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pawai budaya tersebut. 

Untuk lokasi start, area parkir tersedia di pintu masuk Pelabuhan Cirebon, kawasan Cirebon Waterland Ade Irma, Jalan Kantor depan Bank Mandiri, serta Jalan Bahagia depan Asko Pasuketan.

Sedangkan untuk lokasi finish, kantong parkir disediakan di kawasan Lemahwungkuk dan Aryodinoto.

Dalam pengamanan kegiatan, Satlantas Polres Cirebon Kota menerjunkan sebanyak 80 personel. Sebanyak 50 personel difokuskan untuk pengamanan jalur pawai, sementara 30 personel lainnya melakukan patroli mobile mengantisipasi konvoi kendaraan usai pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

"Kami antisipasi adanya konvoi yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -
Tim Maung Samapta Polres Cirebon Kota menggagalkan dugaan aksi tawuran sekelompok pemuda bersenjata tajam di kawasan Jalan Angkasa Raya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dalam patroli dini hari tersebut, petugas mencurigai gerak-gerik sejumlah pengendara motor yang melintas secara berboncengan sambil membawa senjata tajam. Saat hendak dihentikan, para pemuda itu berusaha melarikan diri sehingga anggota melakukan pengejaran hingga akhirnya mereka terjebak di jalan buntu.

Kasat Samapta Polres Cirebon Kota AKP Joni mengatakan, patroli rutin yang dilakukan jajarannya berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku yang seluruhnya laki-laki.

Mereka masing-masing berinisial M.A (18), warga Kota Cirebon, B.P (18), warga Kota Cirebon, I.M (16), pelajar asal Kota Cirebon, R.M (18), warga Kabupaten Cirebon, serta O.A.B.P (23), pekerja swasta asal Kota Cirebon.

"Ketika dihentikan, mereka berusaha kabur sehingga dilakukan pengejaran oleh anggota hingga akhirnya berhasil diamankan," kata AKP Joni.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor serta empat senjata tajam yang terdiri dari dua bilah celurit panjang dan dua corbek. Senjata tersebut diduga akan digunakan untuk aksi tawuran konten maupun tindak kejahatan jalanan lainnya.

AKP Joni menjelaskan, patroli dini hari merupakan langkah preventif untuk menekan aksi kriminalitas jalanan, khususnya tawuran remaja yang belakangan marak dan meresahkan masyarakat.

Menurutnya, aksi tawuran saat ini kerap dipicu ajakan di media sosial demi konten tanpa mempertimbangkan risiko hukum maupun keselamatan jiwa.

"Keberadaan petugas di lapangan sangat penting untuk mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa," ujarnya.


Seluruh terduga pelaku berikut barang bukti kini diamankan di Mako Polres Cirebon Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami asal senjata tajam, motif berkumpul pada dini hari, hingga kemungkinan adanya keterlibatan kelompok lain.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto membenarkan adanya pengamanan terhadap sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Harjamukti.

Ia menegaskan, kepolisian akan terus meningkatkan patroli pada jam-jam rawan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menindak tegas aksi kriminalitas jalanan.

AKP M. Aris Hermanto juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, konvoi remaja, maupun indikasi tawuran melalui layanan Polisi 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas di lapangan. (Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top