E satu.com (Cirebon) - Warga Kampung Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon digegerkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan kain sarung merah.
Korban diketahui berinisial D.R. (34), seorang karyawan swasta warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah pihak keluarga dan warga sekitar mendengar suara mencurigakan dari dalam rumah.
Plt Kapolsek Kesambi IPTU Iman Hendro Santoso mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Personel melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, mengamankan area sekitar, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban di lokasi kejadian,” ujar Iman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di kamar mandi rumahnya menggunakan kain sarung merah.
“Ditemukan luka berbentuk huruf V pada bagian leher yang diduga akibat jeratan kain sarung. Sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul,” katanya.
Salah satu saksi berinisial L.L. (29) mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB korban sempat berpamitan untuk berolahraga.
Namun saat kembali ke rumah sekitar pukul 09.30 WIB, korban terlihat hanya melamun di ruang tengah dan tidak banyak berbicara.
“Setelah saya selesai mandi dan masuk kamar, terdengar suara benturan dan suara seperti orang mengorok dari arah belakang rumah. Saya ketakutan lalu meminta bantuan warga untuk mengecek,” ujar L.L.
Saksi lainnya, D.S. (29), mengaku datang ke rumah korban setelah menerima telepon dari L.L. Saat melakukan pengecekan bersama warga lain, mereka menemukan bercak darah di depan kamar mandi dan melihat kaki korban dalam kondisi tergantung.
Keterangan serupa juga disampaikan saksi lainnya yang ikut melakukan pengecekan sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT dan pihak kepolisian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, tindakan cepat kepolisian dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain bekas jeratan di bagian leher. Pihak keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi,” kata Aris.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Gunung Jati Kota Cirebon untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dengan disertai surat pernyataan resmi di hadapan pihak kepolisian. (Wandi)









.webp)













Post A Comment:
0 comments: