E satu.com (Kota Cirebon) - Pemandangan berbeda terlihat di sebuah warung kecil di Gang Lawang Gede, Jalan Pekiringan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Jajaran Polres Cirebon Kota berseragam lengkap mendatangi warung milik Setiawan alias Wawan, korban pengerusakan oleh sekelompok motor tak bertanggung jawab.
Kedatangan Kapolres Cirebon kota itu bukan untuk penindakan, melainkan membawa dukungan moril dan bantuan materil bagi Wawan dan ibunya yang hingga kini masih trauma pascakejadian.
Diketahui, peristiwa pengerusakan terjadi pada 3 Mei 2026 di sekitar Bill Gym, Gang Lawang Gede. Akibat aksi brutal tersebut, warung sederhana tempat Wawan mencari nafkah rusak dan membuat aktivitas jualannya terhenti.
Kapolres Cirebon Kota, Eko Iskandar, mengatakan pihaknya sengaja datang langsung untuk memastikan korban tidak merasa sendirian menghadapi musibah tersebut.
“Setiawan ini sehari-hari bersama ibunya berjualan di depan gang. Namun pada 3 Mei kemarin mengalami musibah, dagangannya dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Eko.
Menurutnya, kondisi keluarga korban semakin memprihatinkan karena mereka baru saja kehilangan sosok ayah yang meninggal dunia belum genap 40 hari sebelum insiden terjadi.
“Tujuan kami datang ke sini untuk mensupport moril maupun materil. Kami menjamin keamanan seluruh masyarakat Cirebon, khususnya kepada korban,” ujarnya.
Eko menegaskan, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang meresahkan warga.
Ia juga meminta para orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka, terutama remaja yang kerap terlibat aksi konvoi hingga tindak kriminal.
“Kami siap memberikan sanksi hukum. Tidak akan membiarkan ruang gerak bagi pelaku-pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan dua orang dewasa yang terbukti terlibat dalam aksi pengerusakan.
Selain itu, polisi juga mendapati adanya sejumlah remaja di bawah umur yang ikut dalam kelompok motor tersebut.
“Kami sayangkan pelakunya dewasa, seharusnya sudah memiliki pemikiran matang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” katanya.
Kapolres berharap Wawan dapat segera bangkit dan kembali membuka warungnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Kami hadir sebagai representasi negara untuk masyarakat. Polri menjamin keamanan masyarakat Cirebon dan mendorong korban agar kembali berjualan,” pungkasnya.
Sementara itu, Setiawan (31) menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Kapolres Cirebon Kota, yang dinilai cepat menangani kasus hingga berhasil menangkap pelaku.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kapolres Cirebon Kota karena sudah memperhatikan kasus ini, mendalami, dan menangkap pelaku,” ujarnya.
Meski demikian, trauma masih dirasakan keluarga korban. Hingga kini sang ibu masih takut dan belum mengizinkan warung kembali dibuka.
“Sampai sekarang ibu masih trauma, jadi belum berjualan lagi,” tuturnya. (Wandi)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: