Pedati Gede Cirebon
E Satu.com - Tempatnya memang tidak banyak orang tahu. Berada di tengah hiruk pikuk ramainya Kota Cirebon, terdapat sebuah benda yang merupakan Cagar Budaya bersejarah.

Benda ini terkait dengan berdirinya Kesultanan Pakungwati yang merupakan cikal bakal Kesultanan di Cirebon. Cagar Budaya ini adalah Kereta Pedati dengan nama Ki Gede Pedati yang konon ditarik oleh Kerbau Putih yang ditumpangi oleh Pangeran Cakrabuana atau terkenal dengan Kuwu Sangkan atau Mbah Kuwu anak pertama dari Raja Padjajaran Sri Baduga Maharaja Prabusiliwangi.

Ki Gede Pedati yang kurang lebih sudah berumur 700 tahun ini berwarna hitam yang terbuat dari kayu jati asli. Memiliki ukuran yang cukup besar, pedati ini memiliki panjang yang mencapai 8,6 m dengan tinggi 3,5 m dan lebar 2,6 m. Menurut penuturan Taryi (65 tahun) Juru Kunci Ki Gede Pedati, sebenarnya pedati ini memiliki dua belas roda, namun pada tahun 1996 terjadi musibah kebakaran sehingga menghanguskan dua pasang roda hingga sekarang menyisakan empat pasang roda. Roda yang tersisa tersebut yakni tiga pasang roda besar dengan diameter 2 m dengan panjang jari-jari 90 cm, ditambah lagi dengan satu pasang roda kecil dengan diameter berukuran 1,5 m dan panjang jari-jari 70 Cm.

Namun ada yang aneh dari posisi roda tersebut yang letaknya saling menempel satu sama lain. Jika dipikir secara logika, posisi roda tersebut akan saling bergesekan saat berjalan, yang dapat mengakibatkan pedati tersebut sulit digerakkan. Menurut Taryi itulah keistimewaan Ki Gede Pedati yang tidak dimiliki oleh kendaraan lain. Taryi pun memaparkan bahwa Ki Gede Pedati ini berjalan tidak di atas tanah melainkan terbang. “Banyak yang meyakini Pedati Gede ini tidak berjalan di atas tanah alias dapat terbang” papar wanita yang memperoleh jabatan Juru Kunci Ki Gede Pedati secara turun temurun ini.

Pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, Raja pertama Cirebon (1478-1568), peran Ki Gede Pedati sangatlah besar, yakni sebagai sarana mengangkut bahan-bahan bangunan pada saat pembangunan Istana Pakungwati dan Masjid Sang Cipta Rasa yang berada di Keraton Kesepuhan Kota Cirebon. Selain itu, Pedati ini digunakan sebagai sarana transportasi penyebaran Agama Islam sepanjang Pantai Laut Utara.

Saat ini Pedati Gede menjalani istirahat panjangnya di tengah-tengah pemukiman padat di Gang Ki Gede Pedati Kelurahan Pekalangan Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Untuk melihat Pedati Gede ini kita harus menelusuri jalanan sempit di pemukiman tersebut. Keberadaan Pedati Gede disana sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Ini terbukti dengan adanya ritual rutin pada saat malam kliwon. “Setiap malam kliwon biasanya disini rame, ada tahlilan bada ashar disini dan selepas isya yasinan di masjid,” ujar Taryi.(Qordon)

Post A Comment: