Kota Cirebon Prioritaskan Infrastruktur Pada Anggaran 2019
E satu.com (Crb) -Infrastruktur akan menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Daerah Kota Cirebon tahun perencanaan 2019 untuk mendukung percepatan bidang lain.
Pembangunan infrastruktur sangat strategis karena memicu bidang lain yakni pariwisata, kesehatan, pendidikan, perdagangan dan lainnya.Demikian diungkapkan PJS Wali Kota Cirebon, DR. H. Dedi Taufik, MSi saat mengikuti Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Wilayah III Cirebon 2019 di Hotel Luxton, Senin (26/3).
Dedi mengatakan infrastruktur tentunya akan selalu menjadi prioritas selain penetapan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dan kesehatan 10 persen.
“Pembangunan infrastruktur tentunya akan dilakukan sesuai kebutuhan dan kekuatan anggaran Pemerintah Daerah Kota Cirebon. Kami harapkan tentunya pembangunan akan berdampak positif dan berdampak bagi kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan pihaknya juga sedang mempertimbangkan untuk membuat jalan ring road yang akan mempercepat transportasi antar wilayah terutama dengan Kabupaten Cirebon. Ring road tentunya akan mengurai kemacetan serta memperpendek jalur yang biasanya harus dilalui warga terutama yang tinggal di luar Kota Cirebon.
“Kegiatan Pra Musrenbang ini tentu akan memilah berbagai kegiatan prioritas yang harus diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat. Oleh karena itu kami sudah menyampaikan berbagai usulan tersebut sehingga diperkirakan dapat dilakukan pembangunan pada perencanaan pembangunan tahun 2019 mendatang,” kata Dedi.
Sementara itu, dalam kegiatan Pra Musrenbang tersebut juga mengemukakan terkait persiapan penggunaan Bandara Kertajati pada tahun 2018. Dedi yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat juga banyak menyampaikan perkembangan pembangunan Bandara Kertajati.
“Kemungkinan Bandara Kertajati akan melakukan tes penerbangan pada Bulan Mei mendatang. Karena ada rencana pada Bulan Juli dan Agustus 2018, Bandara Kertajati akan menjadi penerbangan haji. Jika melihat kondisi sekarang memang belum bisa tapi dengan penambahan run way sepanjang 600 meter tentu pesawat jenis besar dapat mendarat,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Jawa Barat, Ir. H. Yerry Yanuar, MM terkait persiapan pembangunan Bandara Kertajati . Yerry mengatakan ada keinginan Presiden Joko Widodo agar pemberangkatan haji pertama dari Bandara Kertajati.
“Tentu dengan penambahan run way sepanjang 600 meter dari 2.400 menjadi 3.000 meter memungkinkan pesawat besar seperti Saudi Arabia Airline dapat terbang dari Bandara Kertajati,” ungkap Jerry.
Jerry menambahkan Bandara Kertajati memungkinkan akan dipadati penumpang dari berbagai daerah terutama Jabar wilayah Timur seperti Wilayah Cirebon dan Tasikmalaya serta Jawa Tengah Wilayah Barat seperti Brebes, Tegal, Cilacap, Pekalongan hingga Semarang. Pihaknya juga mengharapkan Pra Musrenbang dapat menghasilkan program berkualitas.

Post A Comment: