Kebakaran Gunung Lawu, 400 Pendaki Terjebak di Puncak Hargo Tiling
E satu.com (Kra)  - Sebanyak 400 pendaki di hutan kawasan Gunung Lawu masih berada di Puncak Hargo Tiling, Petak 63 RPH Nglerak, BKPH Lawu Utara, Kecamatan Jenawi, Karanganyar yang terbakar. Mereka diimbau melalui radio maupun pesan singkat agar turun terkait kebakaran tersebut.
Bayu, relawan penyelamat Gabungan Soloraya menyatakan para ratusan pendaki yang berada di puncak Hargo Tiling tersebut naik dari berbagai jalur pendakian.
"Ada 400 pendaki yang masih di atas. Mereka naik dari berbagai jalur pendakian," kata bayu Rabu, 20 Juni 2018, pagi.
Bayu menyatakan, para relawan sudah mengibau melalui radio dan telepon seluler kepada para pendaki agar segera turun ke pos paling aman.
Sementara itu Eko Yulianto, salah satu relawan Candi Cetho mengatakan pihaknya sedang menyisir para pendaki agar segera turun. Menurutnya  jumlah pendaki yang masih terjebak di atas kemungkinan lebih banyak mengingat ada yang naik dari Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.
"Saat ini semua jalur masuk pendakian sudah kami tutup untuk mengantisipasi agar tidak ada pendaki yang naik," katanya.
Selain itu, para pendaki yang turun dan menempati sejumlah basecamp yang disediakan dan mereka dalam kondisi baik.
Selain relawan, para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar dan Kepolisian juga melakukan penyisiran untuk menjemput para pendaki yang masih di atas gunung.
Kepala Pelaksanaan Harian (Kalak) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, demi keamanan, seluruh jalur pendakian menuju ke puncak Lawu ditutup. Penutupan itu meliputi dari jalur pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, jalur pendakian Cetho, Jenawi, dan jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.
"Pagi ini akan dilakukan penyisiran oleh relawan, semua pendaki harus turun. Jalur kita tutup sementara," katanya.
Selain itu Bambang menjelaskan, upaya pemadaman sulit dilakukan karena medan yang berat dan berkabut, sehingga pihaknya tidak mungkin menurunkan relawan.
"Relawan masih berkoordinasi, pagi ini langsung dilakukan upaya penanganan. Karena tadi malam kabut tidak mungkin kami memberangkatkan relawan, resikonya besar," kata Bambang.

Post A Comment: