Pemerintah Daerah Kota Cirebon Akan Launching Aplikasi E-Wasiat Pada Festival Tajug Nasional 2018 E satu.com (Crb)- Tajug Nasional 2018 diharapkan menjadi momentum untuk lebih giat lagi memakmurkan 1 juta masjid dan mushola yang ada di Indonesia. Pada festival yang diselenggarakan dalam rangka Hari Santri Nasional itu juga akan dilaunching aplikasi E-Wasiat dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon.
Hal tersebut terungkap saat ketua panitia Festival Tajug Nasional 2018, KH. Muh. Musthofa Aqiel Siroj yang didampingi panitia lainnya melakukan sounding dengan Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, di ruang kerja Walikota Cirebon, Senin, 15 Oktober 2018. “Kehadiran tajug dan masjid merupakan tanda kehadiran Islam di Indonesia,” ungkap Musthofa. Sejak kehadiran Islam di negeri ini, jumlahnya terus mengalami perkembangan yang pesat.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama RI, jumlah masjid dan mushola di Indonesia sudah terdapat satu juta. Jumlah ini cukup besar, dan harus bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan masyarakat yang berkualitas. “Atas dasar itu, PBNU dan Keraton Kasepuhan Cirebon menyelenggarakan Festival Tajug Nasional 2018 ini,” ungkap Musthofa. Kegiatan ini sekaligus merupakan ikhtiar untuk menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gerakan memakmurkan masjid dan optimalisasi potensi-potensi Islam demi mewujudkan peradaban dan kebudayaan Islam menuju cita-cita kehidupan masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.
Festival Tajug Nasional akan diselenggarakan mulai 20 hingga 22 Oktober 2018 yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Untuk pembukaan rencananya akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan puncaknya juga direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “sebelumnya akan diawali dengan pelatihan kader penggerak NU pada 19 Oktober 2018,” ungkap Humas Festival Tajug Nasional 2018, Didi Sunardi. Pelatihan tersebut akan diikuti oleh sekitar 200 orang dari berbagai daerah di Jawa Barat dan diselenggarakan di Universitas NU di Jalan Ciptamangunkusumo, Kota Cirebon.
Pada saat yang bersamaan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga akan melaunching aplikasi E-Wasiat. “artinya Wayahe Sadar Akhirat,” ungkap Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si. Aplikasi yang dibuat oleh DKIS tersebut berisi tentang informasi masjid, sarana ibadah dan tempat ziarah yang dikoneksikan langsung dengan google map. Serta ada pula syiar agama dan media konsultasi keagamaan yang bisa diunduh di playstore. Aplikasi ini, lanjut Dedi, merupakan implementasi Cirebon Smart City sekaligus sebagai media pengembangan syiar agama Islam di Kota Cirebon.

Post A Comment: