UMKM Tulang Punggung Perekonomian Indonesia
E satu.com -  Pemerintah terus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Saat ini UMKM merupakan bagian terbesar dari tulang punggung perekonomian Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Kepala DPUMKM Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim, disela-sela pelaksanaan acara Gebyar UKM Indonesia 2018 dengan yang bertemakan UKM Jaman Now, Selasa, 30 Oktober 2018. “Kami berterima kasih kepada Kementrian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia yang telah memfasilitasi acara ini,” ungkap Dudi. Di Jawa Barat sendiri ada tiga tempat penyelenggaan kegiatan ini yaitu di Kota Cimahi, Kota Cirebon dan selanjutnya di Kabupaten Purwakarta.
Dijelaskan Dudi, kegiatan ini merupakan salah satu usaha bersama untuk meningkatkan kapasitas UMKM. “Kita tahu, UMKM merupakan bagian terbesar dari tulang punggung perekonomian di Indonesia,” ungkap Dudi. Karena itu, mereka harus terus didorong untuk bisa maju dan mengerti apa sebenarnya keinginan pasar global. Untuk meningkatkan produk-produk lokal agar berdaya saing internasional tersebut saat ini menurut Dudi telah terbentuk International Council for Small Business (ICSB) atau dewan UMKM yang ada di tingkat provinsi dan kota. Mereka lah yang akan mendorong untuk terus melakukan peningkatkan produk-produk UMKM. “Dengan adanya ICSB diharapkan kita bisa membuat standar-standar produk UMKM,” kata Dudi. Termasuk dengan membantu akses UMKM terhadap pembiayaan, pemasaran, teknologi serta peningkatan kapasitas mereka.
Sementara itu Pembina UMKM Kota Cirebon, Dr. Hj. Irawati, M.Si, juga menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini di Kota Cirebon. “Ini langkah bagus dari kementrian untuk memotivasi dan mengembangkan produk-produk lokal, khususnya produk khas yang tidak ada di daerah lain,” ungkap Ira. Tidak hanya meningkatkan marketing dan produk yang dihasilkan, tapi juga menjaga agar alam tetap lestari. Ira mencontohkan produk minuman lokal dari mangga gedong gincu yang dihasilkan UMKM di Kota Cirebon. “Selain meningkatkan marketingnya, bagaimana juga agar petani yang menanamnya tetap eksis. Karena ini sangat berguna untuk jangka panjang,” ungkap Ira.

Kota Cirebon, lanjut Ira, memiliki potensi UMKM yang luar biasa. “Masalahnya mungkin ada di jaringannya,” kata Ira. Karena itu, mereka akan terus berupaya untuk mengembangkan jaringan UMKM  di Kota Cirebon.
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. H. Yoyon Indrayana, MT, sangat berharap kegiatan ini bisa meningkatkan peran UMKM di Kota Cirebon. “Apalagi sekarang zamannya sudah global, sehingga packing dari UMKM kita juga harus berstandar global,” ungkap Yoyon. Menurut Yoyon, banyak produk UMKM yang dijumpai sebenarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Namun karena dikemas dalam branding yang bagus akhirnya mampu berebut pasar hingga keluar negeri.

UMKM, lanjut Yoyon,merupakan kegiatan ekonomi yang mampu bertahan dari krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu. “Inilah sebenarnya kekuatan dari ekonomi bangsa kita,” katanya. Karena itu Yoyon sangat berharap melalui industri perdagangan dan koperasi, kegiatan, potensi serta produk yang dihasilkan oleh UMKM khususnya di Kota Cirebon bisa terus ditingkatkan

Post A Comment: