Kang Emil
E satu.com (Crb) —Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Ridwan Kamil ST, M. Ug atau yang lebih akrab disapa Kang Emil menyatakan pelayanan kesehatan di Kota Cirebon bakal jadi yang terbaik di Jawa Barat.
Hal tersebut ditegaskan Kang Emil ketika meresmikan Program Layad Rawat atau Public Safety Center (PSC) Kota Cirebon pada Rabu, 14 November 2018. Peresmian program tersebut menandai sebuah keyakinan bahwa layanan kesehatan di Kota Cirebon terbaik di Jabar.
“Mengapa terbaik? Sebab semua lini-lini permasalahan kesehatan di Kota Cirebon akan diselesaikan,” kata Kang Emil.
Lebih lanjut lagi, Kang Emil menuturkan bagi yang mampu ada rumah sakit yang memadai, bagi yang kurang mampu ada rumah sakit tipe khusus dan Puskesmas rawat-inap. Apalagi sekarang ada layanan Layad Rawat (PSC) 119 bagi yang kurang mampu tapi butuh pelayanan kesehatan.
“Dengan menghubungi nomor itu, maka dokter, perawat dan obat-obatan akan datang ke tempat tinggal,” tuturnya.
Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. H. Dodo Suhendar MM mengungkapkan Program Layad Rawat merupakan model yang sebelumnya telah dikembangkan di Kota Bandung dan mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.
“Kota Cirebon merupakan kota pertama di Jabar setelah Kota Bandung, untuk 2019 ditargetkan ada 6 daerah di Jabar yang launching program serupa,” ujarnya.
Dodo menambahkan Layanan Layad Rawat atau jemput bola layanan kesehatan bagi mereka yang memiliki kendala diharapkan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan dalam 5 tahun kedepan ditargetkan seluruh daerah di Jabar sudah launching program tersebut.
“Memang masih ada beberapa kendala yang dihadapi Layanan Layad Rawat dan akan terus dicari solusinya,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik M. Si menyatakan di Kota Cirebon terdapat 22 kelurahan yang masing-masing kelurahan memiliki Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan memiliki layanan rawat-inap.
“Sesuai arahan dari Gubernur [Kang Emil] program-program di daerah pun mengikuti program unggulan provinsi,” katanya.
Selain Layanan Layad Rawat kata Dedi program lain yang diadopsi dari program provinsi yaitu Program Cirebon Smart City dengan hadirnya Command Center yang mengikuti program yang berhasil dijalankan di Kota Bandung.
“Konsep ATM [Amati, Tiru dan Modifikasi] sesuai ajaran Gubernur Jabar selalu kami lakukan di daerah khususnya di Kota Cirebon,” tambahnya.

Post A Comment: