E satu.com (Cirebon)
- Pembangunan proyek strategis nasional saat ini sedang dilakukan di sejumlah  wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Cirebon.

Agar pelaksanaan proyek strategis nasional di Cirebon tersebut bisa berjalan sesuai rencana, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), meminta kepada warga Cirebon untuk bisa mendukung proyek tersebut.

Staf Ahli Kemenko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda TNI Achmad Sajili mengatakan, bahwa proyek strategis nasional adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Seharusnya warga Cirebon bangga dengan adanya proyek strategis nasional ini," kata Sajili saat berkunjung ke lokasi pembangkit Cirebon Power, Kamis 1 Oktober 2020. 

Ia mengungkapkan, bahwa pembangunan PLTU Unit 2 Cirebon Power, merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam pemenuhan pasokan listrik demi ketahanan energi nasional.

Dukungan yang diberikan oleh masyarakat, sangat penting untuk dilakukan, agar proyek ini bisa segera memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara.

Sajili juga menuturkan, bahwa mekanisme yang ada dalam sejumlah proyek strategis, sudah diatur oleh kementrian yang terkait. Sehingga ia meminta kepada masyarakat untuk memahami aturan tersebut.

Sajili mengaku mendapat laporan tentang terkendalanya pembangunan salah satu menara transmisi listrik, dan mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk berperan menyelesaikan masalah itu. Ia berharap, semua pihak segera berkoordinasi dan mencari solusi bersama, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Ini akan menjadi perhatian kami, kami berharap kerjasama semua pihak demi kelancaran proyek staregis nasional ini, diharapkan ada kebersamaan dan satu suara," kata Sajili.

Sementara itu, Stakeholder Relation Manager Cirebon Power, Petrus Sihono mengatakan, bahwa progres pembangunan PLTU Cirebon Power Unit 2, masih sesuai dengan rencana yang diharapkan. Pandemi Covid-19 tidak begitu berdampak dalam proyek pembangunan PLTU dengan kapasitas 1.000 MW ini.

"Kami masih bisa berjalan sesuai jadwal, karena sejumlah kebutuhan proyek sudah dipesan sebelum pandemi terjadi, dan pekerja tetap produktif dengan protokol kesehatan," ujar Petrus.

Dengan perkembangan tersebut, Petrus optimis PLTU Unit 2 Cirebon Power dapat beroperasi pada tahun 2022 nanti.

Petrus juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak untuk meenjamin kelancaran proyek strategis nasional ini. Karena jika ada kendala yang terjadi, maka bisa berdampak pada program kelistrikan nasional.

"Oleh karena itu, dukungan dari segala pihak sangat diharapkan, agar proyek ini bisa berjalan sesuai rencana," katanya. (pgh)

Post A Comment:

0 comments: