AKB


E satu.com (Cirebon)
- Pemerintah telah melaksanakan program nasional vaksinasi covid-19 yang mulai digulirkan pada awal yaitu 13 Januari 2021.

Gelombang pertama sudah selesai dilaksanakan yang disuntikan vaksin kepada semua tenaga kesehatan ( Nakes ) sedangkan gelombang kedua masih sedang berjalan yaitu pelaksanaan vaksin untuk pelayan publik.

Namun diduga ada sejumlah kasus dimana orang yang telah disuntikan vaksin tetap tertular dan terinfeksi virus covid-19, hal ini menimbulkan pertanyaan, kenapa orang yang sudah disuntik vaksin masih bisa tertular, terinfeksi bahkan masih bisa positif covid-19?

Ditemui Juru Wartawan E satu.com, rabu ( 31/3/2021 ) Kepala PKM Puskesmas Klangenan Kabupaten Cirebon dr. H. Naswidi menjelaskan semua vaksin covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan, selain itu butuh waktu sekitar kurang lebih untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh ” penyuntikan vaksin pertama ditujukan untuk memicu respons kekebalan awal sedangkan untuk penyuntikan vaksin kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk ” jelasnya.

” Saat seseorang dinyatakan positif covid-19 setelah vaksinasi, itu artinya saat disuntik vaksin seseorang tersebut sudah terpapar, tertular atau terinfeksi virus covid-19 atau virus covid-19 tersebut sedang masa inkubasi ” tegasnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh dr. H. Naswidi jadi kemungkinan penyebab mengapa seseorang bisa tetap terjangkit, terpapar, tertular dan terinfeksi virus covid-19 meski sudah disuntik vaksin karena seseorang tersebut sebelum disuntik vaksin atau sebelum tiba masa pemberian vaksin sudah terjangkit, terpapar, tertular dan terinfeksi virus covid-19, terangnya.

” Sudah disuntik vaksin, sudah ada kekebalan tetapi dengan kekebalan yang sedemikian rupa, akan tetapi apabila sebelum disuntik vaksin sudah terjangkit, terpapar, tertular dan terinfeksi vaksin itu durasinya cukup lama, frekuensinya cukup sering sehingga viral load atau jumlah virus covid-19 nya ini banyak maka kekebalannya yang sudah terbentuk itu tidak terlalu mampu menangkal virus covid-19 ” tandasnya.

Peluang seseorang terjangkit, terpapar, tertular dan terinfeksi virus covid-19 usai, setelah atau sudah divaksin tetap ada, namun peluang itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi ” oleh karena itu saya menyarankan dan berpesan kepada orang orang yang telah dan sudah disuntik vaksin covid-19 untuk terus menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan covid-19, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas atau interaksi ” pinta dr. H. Naswidi.

Kalau seseorang sudah disuntik vaksin, sudah ada unsur kekebalan didalam tubuhnya sehingga ada perlawanan dalam tubuh, disitu biasanya kalaupun sakit bisa jadi hanya sakit ringan ringan saja, imbuhnya.

dr. H. Naswidi mengingatkan dengan adanya program vaksinasi yang telah dan tengah berjalan saat ini tak lantas membuat pelayan publik baik itu didinas, kecamatan, pemerintah desa maupun upt atau dikorwil bidik tingkat kecamatan termasuk para guru disekolah lengah untuk mentaati dan mematuhi penerapan kedisiplinan protokol kesehatan ” proses penyuntikan vaksinasi pada diri seseorang harus paralel dengan pelaksanaan kedisiplinan protokol kesehatan covid-19 dengan pola 5 M, kita tetap harus waspada dan berhati hati karena pandemi covid-19 belum selesai dan berakhir termasuk di Kabupaten Cirebon sehingga potensi penyebaran dan penularannya masih tinggi dan sangat berbahaya, oleh karena itu masih diperlukan kesinergisan dan kebersamaan semua pihak, unsur dan elemen termasuk masyarakat didalam pengendalian, penanganan dan pencegahan virus covid-19, sayangi, jaga dan lindungi serta selamatkan diri kita, keluarga dan sesama dari virus covid-19 dengan tetap mentaati dan mematuhi penerapan kedisiplinan protokol kesehatan 5 M ” pungkasnya.(wnd)

Post A Comment:

0 comments: