E satu.com (Cirebon)
- Memaafkan adalah balasan terbaik untuk sebuah kesalahan, mungkin berat tapi tidak untuk mereka yang punya niat.

Kita tidak perlu bersusah payah untuk membalas dendam, cukup maafkan setiap kesalahan.

Memaafkan bukan berarti kita lemah namun justru karena kita cukup kuat dan dewasa untuk mengerti bahwa ada orang yang membuat kesalahan.

Kita harus belajar untuk saling memaafkan karena Allah SWT saja selalu memaafkan kesalahan hambanya.

Hari Raya Iedul Fitri merupakan momentum penting untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan seluruh kesalahan yang pernah dilakukan terhadap sesama.

Datangnya hari raya iedul fitri adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan supaya kembali ke fitrah bagaikan kertas putih yang belum tercoret.

Menurut Kuwu desa Keraton Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon ( FKKC ) Kabupaten Cirebon, Muali, hari raya iedul fitri menjadi momentum yang tepat untuk saling memaafkan ” saling memaafkan saat iedul fitri sangat penting dan memiliki manfaat tersendiri agar kita kembali ke fitrah, Allah SWT menyukai orang orang yang saling memaafkan dan orang yang berbuat kebajikan dan Insya Allah mulia dimata Allah SWT serta disisi lain memiliki manfaat kesehatan dan kehidupan sosial ” ungkapnya pada Awak Media E Satu Com, senin ( 10/5/21 )

Kehidupan terasa lebih singkat jika dihabiskan untuk mencatat kesalahan orang lain atau menebar benih permusuhan diantara manusia ” cahaya atau nur dari Allah SWT akan datang disekeliling kita apabila kita bisa saling memaafkan, jika keburukan dibalas dengan keburukan maka mau sampai kapan keburukan itu akan berakhir, saling memaafkan adalah obat mujarabnya oleh karena itu saling bermaaf maafkanlah, manusia tetap manusia dan dia bisa berbuat salah ” tegasnya.

Insya Allah dengan kita saling memaafkan, hati kita menjadi lapang dan luas untuk menatap masa depan dan kembali menjalin hubungan tali silaturahmi ” saling memaafkan akan mendatangkan kasih sayang Allah SWT dan kebaikan manusia serta menunjukkan kemuliaan akhlak kita sebagai seorang muslim maupun muslimah, semoga Allah SWT menjadikan kita umat yang saling memaafkan dan kokoh dalam persaudaraan ” ucap Kuwu Muali.

Kegembiraan merayakan iedul fitri 1442 hijriah atau 2021 masehi yang beberapa hari lagi akan kita rayakan berbeda dari tahun tahun sebelumnya karena Indonesia termasuk di Kabupaten Cirebon masih berada dalam situasi pandemi covid – 19 ” walaupun pandemi covid-19 hal ini jangan sampai menyurutkan kita kaum muslimin muslimah untuk bergembira dan saling memaafkan satu dengan yang lain ” pintanya.

Saya sebagai Kuwu desa Keraton dan juga ketua FKKC Kabupaten Cirebon selalu mengingatkan bahwa pandemi covid-19 setiap saat bisa meledak jika masyarakat abai dan lengah terhadap penerapan kedisiplinan protokol kesehatan ” saya menghimbau masyarakat untuk terus menjaga diri dan mematuhi serta mentaati penerapan kedisiplinan protokol kesehatan sesuai anjuran dan himbauan pemerintah yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan atau keramaian serta membatasi mobilitas atau interaksi, kita semua harus konsisten mentaati dan mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah terkait penerapan kedisiplinan protokol kesehatan untuk mengendalikan covid-19 ” tandasnya.

Melalui wartawan E Satu Com ini saya sebagai Kuwu desa Keraton dan juga sebagai Ketua FKKC Kabupaten Cirebon mengucapkan selamat hari raya iedul fitri 1442 hijriah, mohon maaf lahir dan bathin bukan hanya pada hari ini saja tetapi untuk selamanya ” semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita dan menghapus semua dosa kita serta menjadikan kita orang sukses yang diridhoi Allah SWT ” tutupnya Kuwu keraton yang juga ketua FKKC Kabupaten Cirebon, Muali.(wnd)

Post A Comment:

0 comments: