AKB


E satu.com (Cirebon)
- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2021, sekaligus  dalam upaya meningkatkan keselamatan bagi penguna jalan raya dan keselamatan perjalanan KA, hari ini, Rabu, 10 November 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon bersama para mahasiswa/i Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Jurusan Ilmu Komunikasi  dan Komunitas Pecinta KA "Edan Sepur" Wilayah Cirebon melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan pada perlintasan di Jalan Kartini (JPL No: 202)- Kota Cirebon, dengan menggunakan kostum perjuangan pahlawan serta kostum Squid Game. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada acara sosialisasi ini, diisi dengan kegiatan membentangkan poster ajakan berdisplin berlalu lintas, pembagian stiker keselamatan, pembagian boneka, masker dan aksi teatrikal oleh 8 mahasiswa/i UGJ Jurusan Ilmu Komunikasi.

"Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2021, kita mengajak warga Kota Cirebon untuk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan masyarakat, melalui gerakan  selalu berdisiplin berlalu lintas terutama di perlintasan sebidang. Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat di wilayah PT Daop 3 Cirebon dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto. 


Angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang di wilayah PT Daop 3 Cirebon terus menunjukan penurunan dalam 4 tahun terakhir ini, tercatat pada tahun 2018 terjadi 35 kasus, tahun 2019 terjadi 22 kasus, tahun  2020 terjadi 9 kasus, sedangkan untuk tahun 2021 pada periode Januari s/d awal November  2021 telah terjadi 5 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan raya diwajibkan menaati aturan yaitu dengan berhenti ketika alarm sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

Alat utama keselamatan bagi penguna jalan raya ketika akan melintas di perlintasan sebidang adalah Rambu Lalu Lintas. Sementara keberadaan palang pintu, penjaga pintu dan alarm hanyalah berfungsi sebagai alat bantu keamanan semata. Di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon terdapat 180 titik perlintasan yang terdiri dari 55 titik di jaga petugas KAI, 17 titik di jaga petugas Pemda, 13 titik dijaga swadaya masyarakat, 19 titik berupa fly over/ under pass dan 76 titik tidak terjaga.

Tata cara pengguna jalan raya ketika akan melintas di perlintasan sebidang sesuai UU No: 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya dan UU No:23/2007 tentang Perkereta-apian adalah dengan berhenti terlebih dahulu di Rambu Tanda STOP, baik itu diperlintasan terjaga maupun tidak terjaga, tengok kiri - kanan, apabila yakin tidak ada yang akan melintas, baru bisa melalui perlintasan tersebut.

Apabila terjadi kemacetan, maka pengguna jalan raya, harus berhenti di rambu tanda STOP tersebut, setelah yakin kendaraan di depannya telah melintas di perlintasan, dan yakin kendaraannya bisa melintas dengan aman hingga jarak aman di perlintasan, maka pengguna jalan raya, bisa melintas di perlintasan tersebut.

Suprapto mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dengan berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, dimana sejak Bulan September 2021, puncak kecepatan kereta api di wilayah PT KA Daop 3 Cirebon semakin meningkat. Berikut daftar peningkatan puncak kecepatan KA di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon :
✅ Lintas Cikampek - Cilegeh dari 105 km/jam menjadi 115 km/jam.
Lintas Cilegeh - Cirebon dari 100 km/jam menjadi 105 km/jam.
✅ Lintas Cirebon Prujakan - Prupuk dari 105 km/jam menjadi 120 km/jam.
✅ Lintas Cirebon - Tegal dari 110 km/jam menjadi 120 km/jam.

“Semoga dengan nilai – nilai kepahlawan para pejuang, bisa menyadarkan dan mewngingatkan kepada masyarakat dalam dukungan mewujudkan budaya berlalu lintas yang disiplin dan menjadi bagian dari budaya. Sehingga korban jiwa karena kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang bisa dihindarkan dan perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan raya juga selamat sampai ditujuan,” tutup Suprapto.(pgh)

Post A Comment:

0 comments: